
°°°~Happy Reading~°°°
"Mas, A-Ana tadi tidak sengaja. Ana tidak tau kalau ada orang lain di luar sana. Ana juga tidak sadar kalau sedang tidak memakai hijab. A-Ana benar-benar tidak tau. Padahal seingat Ana, Ana tidak melepaskannya saat tertidur. Ana minta maaf. A-Apa mereka tadi memarahi mas? Ana benar-benar minta maaf." Seru Ana penuh sesal. Manik mata itu bahkan kini sudah memerah menahan tangisnya.
Marcus menyunggingkan senyumnya, kemudian merengkuh tubuh itu menenangkan.
"Tidak apa-apa. Itu tidak disengaja jadi kamu tenang saja. Dan lagi, bukankah aku sudah pernah mengatakan jika disini tidak ada yang berani memarahiku? Aku bos nya. Aku pemilik tempat ini, jadi semuanya ada di bawah kendaliku. Apa kamu mendengarnya?"
Angguk Ana di tengah keterkejutannya.
Laki-laki itu kemudian melepaskan rengkuhannya, ditatapnya manik mata itu dalam-dalam. "Dan untuk hijabmu, maaf. Tadi, saat kamu tertidur dengan anak-anak. Aku terpaksa melepaskannya. Kamu terlihat tidak nyaman, jadi aku melepaskannya saja. Maafkan aku, heummm... ."
Ana mengangguk paham. Namun perlahan air mata itu jatuh luruh membasahi wajahnya. Membuat Marcus sontak dibuat gugup bukan kepalang.
"K-kenapa menangis? Apa aku terlalu lancang? A-aku tidak berpikir terlalu jauh saat itu. Maafkan aku. Lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi. Heummm... ."
Perempuan itu menggeleng dalam tangisnya.
"Tidak. Mas tidak salah. A-Ana yang ceroboh. Tadi mereka sampai lihat Ana tanpa hijab. Seharusnya Ana tadi berkaca dulu. Tapi Ana--hiks... ."
Membuat Marcus sontak merengkuh tubuh itu dalam rengkuhannya. Telapak tangannya yang besar kini menepuk-nepuk punggung itu penuh sesal.
__ADS_1
Rasa bersalah jelas kini menyelusup dalam hatinya. Ia melepaskan hijab itu karena tak ingin sang istri merasa tak nyaman dalam tidurnya. Namun diluar dugaan, perempuan itu malah menampakkan diri di depan bawahannya tanpa mengenakan sehelai hijabnya.
"Maaf Ana. Andaikan saja aku tidak lancang membukanya."
Perempuan itu menggeleng dalam rengkuhan suaminya. "Tidak. Mas tidak salah. Ini salah Ana. Ana yang ceroboh. Hiks... ."
Air mata itu semakin deras membasahi wajahnya. Ini yang menjadi beban pikirannya sedari tadi. Bagaimanapun Ana adalah sosok yang terjaga. Sedikitpun ia tak pernah membiarkan laki-laki yang bukan mahramnya melihat auratnya.
"Tidak apa-apa. Jangan menangis lagi. Maafkan aku. Lain kali aku tidak akan membiarkan laki-laki lain melihat auratmu, aku berjanji akan melindungi mu, aku berjanji Ana."
Marcus dengan setia menepuk-nepuk punggung itu berusaha menenangkan. Bagaimanapun ini terjadi karena kesalahnnya. Jika saja ia tak lancang membuka hijabnya, maka perempuan itu tak akan terisak karena laki-laki lain tanpa sengaja telah melihat keindahan di balik aurat yang selama ini dijaganya.
Jam pulang kantor, Marcus memutuskan untuk kembali bersama istri dan anak-anaknya. Maurin yang baru terbangun satu jam lalu kini tampak lebih segar dan kembali lincah seolah baterainya telah kembali penuh hanya dengan tidur selama dua jam lamanya.
"Dasar, banyak tingkah." Seru Mallfin menatap sinis pada sang kembaran.
Keluar dari lift, tingkat Maurin masih saja tak berubah. Gadis kecil itu bahkan semakin lincah di tengah para karyawan yang berlalu lalang.
Hingga tepat di lobi perusahaan, gadis kecil itu tak dapat menyeimbangkan tubuhnya. Kaki kirinya tersangkut kaki kanannya membuat tubuh itu limbung.
"Girl!!!"
__ADS_1
Beruntung Marcus berhasil menangkap tubuh itu dengan sigap. Membuat gadis kecil itu sontak meringis memperlihatkan deretan gigi kecilnya.
"Hihihi, teullima kashih daddy." Seru gadis kecil itu cekikikan.
"Hati-hati sayang. Nanti jatuh." Peringat Ana.
"Shiap mommy."
Dan pemandangan itu sontak berhasil merebut atensi para pegawai yang berlalu lalang. Serpihan gosip yang sejak pagi berseliweran di grup chat karyawan kini terjawab sudah.
Dua anak kecil yang di bawa Marcus tadi pagi nyatanya benar-benar anak Marcus, terdengar dari gadis kecil itu yang memanggil laki-laki itu dengan sebutan daddy dengan gemasnya.
Sedang perempuan yang tadi siang tak sengaja ditemui para manajer di ruang CEO, nyatanya itu benar-benar ibu dari kedua anak Marcus, yang artinya perempuan itu adalah istrinya Marcus.
Persepsi itu kini menyebar dengan cepatnya. Para karyawan kini beramai-ramai mulai mengirimkan video ataupun foto kebersamaan Marcus dengan keluarga kecilnya di grup chat nya masing-masing.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy reading semua
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕