
°°°~Happy Reading~°°°
Pintu perlahan terbuka, menampilkan sebuah hunian dengan kemewahan yang tak perlu diragukan. Rumah bergaya eropa klasik yang kental akan segala kemewahannya itu berhasil membius mata bulat gadis kecil itu.
"Woahhh, daddy... Lumah na beushall sheukalli. Tantik. Ada lampu teullbang na... Apa shini ada Epen na?"
"Epen?" seru Marcus mengernyitkan dahi. Sama sekali tak mengerti apa yang di maksud dengan gadis kecil itu.
"Epen Daddy, yang badan na beushall sheukalli..." Gadis kecil itu merentangkan tangannya membentuk gulungan besar.
Marcus masih tak mengerti, manik matanya menatap pada Ana yang kini tampak menahan tawa akan ucapan sang putri. Sudah pasti perempuan itu tau apa maksud si kecil Maurin, tapi tak sedikitpun berniat untuk memberitahukannya sama sekali.
"Elephant, Daddy." Seru Mallfin seolah mengerti akan kebingungan sang daddy, membuat laki-laki itu sontak mendelik.
"Gajah?!" Marcus tak habis pikir. Bisa-bisanya gajah kini berubah nama menjadi Epen di mulut cadel sang putri. Apa si Epen telah menyembelih kurban dan membagikannya pada kawanannya? Ada-ada saja tingkah gadis kecil itu yang membuatnya menguras energi.
"Ya, Epen beushall sheukalli, Daddy. Epen bisha masuk shini lame-lame shama teuman-teuman na, hihihi..." Ucap Maurin dengan polosnya.
Membuat Marcus sontak saja menepuk jidatnya, ada-ada saja tingkah gadis kecil itu yang selalu saja diluar nalar.
__ADS_1
Meninggalkan obrolan absurd itu, keempatnya kemudian bergerak menuju lantai dua rumah itu. Kamar nomor dua sebelah kanan, Marcus membuka pintu kamar itu perlahan, menampilkan sebuah ruangan yang luas dengan dekorasi yang dibuat kontras di kedua sisinya.
Sebelah kiri terlihat begitu maskulin dengan warna hitam mendominasi, sedang sebelah kanannya terlihat begitu ceria dengan warna merah muda mendominasi. Tak lupa, hiasan-hiasan princess itu terlihat memenuhi setiap sisi. Membuat gadis kecil itu sontak memekik saat mendapati tokoh kartun kesukaannya.
"Woahhh, Lapuncill... ."
Gadis kecil itu sontak menghambur meraih boneka bergambar Rapunzel itu kemudian memeluknya. Gadis kecil itu tak berhenti berdecak. "Lambut na beushall sheukalli, Daddy. Mollin shuka shuka shuka." Decak kagum itu menggema. Berkali-kali meminta untuk dibelikan boneka pada sang mommy, namun saat inipun sang mommy masih tak bisa membelikannya.
"Yes, girl. Itu semua untukmu."
"Tullima kasih daddy tampan, hihihi... ."
🍁🍁🍁
Acara pernikahan itu digelar secara sederhana di kediaman mewah milik Marcus. Mama Elena juga tuan Regar sudah berada disana sejak pagi tadi. Sedang para tamu undangan yang hadir hanya berasal dari kalangan keluarga juga kerabat dekat tanpa melibatkan pihak terasing.
"Mollin... Ashi kaming..." Suara melengking itu berhasil membuat seisi ruangan itu menoleh menatap pada sosok yang sudah pasti akan membuat keriuhan di berbagai situasi. Mereka sudah hafal betul bagaimana perangai bocah 4 tahun itu.
Merasa terpanggil, Maurin menoleh menatap pada sosok itu, membuat gadis kecil itu sontak memekik saat mendapati si kecil Arshi tengah berdiri disana dengan senyum lebarnya. "Ashi... ."
__ADS_1
Dengan gaun berwarna biru yang khusus dipesan oleh mama Elena, gadis kecil itu beranjak mendekat pada sang sahabat yang juga tengah melangkah ke arahnya.
"Ashi kok shini? Ashi tau lumah na Mollin?"
"Iya dong Mollin. Daddy na Ashi shama daddy na Mollin kan bellshodalla. Lumah na Ashi shana. Dukat shini. Dalan kaki bisha. Nanti Mollin main lumah na Ashi ya, hihihi... ."
Gadis kecil itu mengangguk penuh girang. "Iya Ashi. Nanti Mollin main shana. Kita main shama-shama, hihihi... ."
Membuat sosok berwajah bengis itu menghela nafas jengah. Ketenangannya yang sebelumnya sudah sedikit terusik, kini akan semakin terusik dengan tambahan personil dari si cadel. Keberadaan Arshi juga Maura di rumah rasanya sudah cukup membuat telinganya berdengung. Apalagi jika di tambah dengan si kecil Maurin. Arsha tak dapat membayangkan bagaimana nasib hidupnya nanti.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Sudah ku turuti permintaan kalian. Nanti kalau mereka berisik jangan salahin othor loh, hihihi
Happy reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1