Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Tambah Momongan


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Kamu ternyata menyekolahkan anak-anak disini juga?" Seru Anelis tak kalah antusias. Biasanya ia akan langsung pulang. Berhubung ada Ana, maka ia sempatkan untuk menemani perempuan itu sembari berbincang-bincang.


"Iya Ne, ini juga yang mengatur mas Marcus. Tidak menyangka jika anak-anak kita sekolah di tempat yang sama."


"Iya. Tapi bukankah itu malah bagus, anak-anak jadi bisa lebih dekat kan?"


"Iya, aju harap juga begitu."


"Hanna sepertinya tidak ikut mengantar Maura ya?" Seru Anelis menilik ke sekeliling.


"Hanna? Hanna siapa?"


"Itu, mommy nya Maura, temannya Arshi tadi. Sepertinya tidak ikut mengantar. Padahal aku ingin memperkenalkan kalian berdua."


"Mungkin sedang sibuk atau dia ada urusan lain."


"Ck, urusan jagain bayi gede."


"Bayi gede?"

__ADS_1


"Iya, bayi gede. Suaminya. Suaminya sakit, manjanya minta ampun. Persis banget sama mas Marvell kalau lagi merajuk. Sepertinya mereka sebelas dua belas deh. Atau semua lelaki memang seperti itu kali ya."


Ana yang mendengar itupun mengernyit tak percaya. Apa iya sosok seperti Marvell bisa semanja itu sampai membuat Anelis jengah?


"Kamu ngga percaya?" Timpal Anelis seolah mengerti jalan pikiran Ana.


Ana menyengir. Tau saja Anelis dengan jalan pikirannya.


"Meskipun badannya gede gitu ya An, jangan salah. Kalau udah manja, harus banyak-banyak bersabar. Apalagi kalau sedang sakit. Astaghfirullah, bisa nempel aku seharian. Ke kamar mandi aja aku harus bujuk dia buat lepasin sebentar."


"Gitu ya, aku ngga pernah mikir sampai sejauh itu."


"Kamu juga nanti pasti ngalamin seperti itu kok. Apalagi Marcus dan mas Marvel ngga jauh beda kan... ."


Dilihat dari tampilannya, Marcus memiliki badan kekar. Wajahnya dingin, bahkan sorot matanya tajam. Apa bisa laki-laki itu semanja itu nantinya?


"Da-da-da-da-da... ."


Celotehan baby Arshell itu pun sontak menyadarkan Ana dari lamunannya.


"Kenapa dek, adek ngga mau mommy jelek-jelekin daddy? Heummm..." Anelis pun tak tahan untuk tidak menciumi pipi chubby bayi kecilnya. Benar-benar, bayi mungil itu sungguh menggemaskan.

__ADS_1


"Dad-da-da-da..." Dengan tenaganya yang tak seberapa, tangan kecil itu bergerak kasar memukuli wajah sang mommy. Bayi mungil itu cari perkara rupanya.


"Sepertinya Arshell lebih suka sama daddy nya ya." Seru Ana mengompori. Membuat Anelis sontak saja mendelik.


"Iya? Adek ngga suka sama mommy? Beneran? Mau ngga mommy kasih nen*n? Iya?" Ancam Ana memelototi bayi kecil yang ada di dalam gendongannya. Membuat bayi kecil itu sontak tergelak menatap wajah lucu sang mommy.


"Masyaallah, gemes banget. Boleh aku gendong ngga Ne?"


"Tentu saja." Perempuan itu bergerak menyerahkan sang putra pada Ana. Tak menyia-nyiakan kesempatan, Ana pun menciumi bayi mungil itu saking gemasnya.


"Kamu ada rencana untuk tambah momongan kan Ne? Sayang kalau anak cuma dua. Kurang rame. Kalau anak-anak sekolah kita jadi sendirian di rumah. Kalau ada baby kan kita jadi ada temannya."


Sejenak Ana terdiam. "Iya sih, benar. Hanya saja, hubungan kami belum sedekat itu."


Anelis mengangguk. Paham akan situasi yang kini Ana alami.


"Tidak apa-apa. Yang terpenting kalian berusaha untuk bisa saling membuka hati. Dulu, aku pun sama. Aku butuh waktu untuk bisa menerima suamiku seutuhnya. Tidak apa-apa. Itu hal yang wajar."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2