Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Kok Bajunya Gini?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Astaga Steevy. Jangan mendekati kakakmu dulu. Dia sedang sangat sensitif terhadap bau menyengat sekarang. Kamu jangan mendekatinya dulu, mengerti?"


"Bau menyengat?" Otaknya berpikir keras. Mengapa sang kakak sampai sensitif terhadap bau menyengat? Apa jangan-jangan... .


"Kakak sakit mom? Sakit parah? Umurnya tidak lama lagi?" Pekiknya. Membuat sosok di seberang sana sontak mendelik.


"Shhhut. Jangan ngawur kamu, Steevy. Kakakmu itu dalam kondisi sehat. Dia hanya terkena morning sickness. Jadi lebih baik kamu menjauh dulu dari kakakmu itu. Kasihan, sudah berhari-hari dia selalu muntah di pagi hari."


Stephanie tercengang di tempatnya. "Morning sickness? Maksudnya, istri kakak sedang hamil sekarang, mam?"


"Ya iyalah, masa mama yang hamil. Memangnya kamu mau punya adik saat umurmu sudah 24 tahun?"


Membuat Stephanie seketika itu berdecak. "Serius sedikit kenapa sih mam... ."


"Iya iya, Istri Kakakmu sekarang sedang hamil, cantik... ."


"Kok bisa ya mam?"


Membuat mama Elena seketika itu memicing. "Apa maksud dengan pertanyaanmu itu, Steevy. Tentu saja bisa. Mereka sudah menikah kalau kamu lupa."


"Iya maksudnya, bagaimana bisa kakak yang mengalami morning sickness, mam." Mendadak jiwa kedokterannya menguap entah kemana. Bagaimana bisa laki-laki sedingin Marcus itu bisa mengalami morning sickness yang selama ini dipercayai hanya akan terjadi pada laki-laki yang begitu mencintai istrinya.


Jadi kesimpulannya, apa laki-laki itu benar-benar menaruh hati pada istrinya?


"Kamu kan dokter. Kok malah tanya mama sih... ."

__ADS_1


"Sudah ah, mama tutup dulu. Mama mau mengabari mantu mama kalau suaminya sedang butuh pertolongan sekarang."


Tut... .


Tak lama, Marcus keluar dari kamar mandi dengan dipapah oleh sang asisten, Felix.


"Kakak tidak apa-apa?" Khawatir, perempuan itu pun melangkah mendekat. Namun langkah itu terpaksa terhenti saat interupsi Marcus mengudara.


"Berhenti disana, Steevy!!!"


"Kau membuatku mual." Tambah Marcus. Laki-laki itu kemudian mendudukkan diri di kursi kerjanya dengan wajah memucat. Sudah optimis tidak akan mual karena peraturan baru itu telah ia tetapkan, namun sang adik malah kini menghancurkan rencananya begitu saja.


"Aku tidak tau kalau kakak sekarang sedang mengalami morning sickness. Kakak tenang saja, Mama sudah menghubungi mba Ana."


Membuat Marcus seketika itu mendelik. "Mama? Kau memberitahunya? Bahkan kau menyuruh istriku kesini? Istriku sedang hamil, Steevy. Dia bisa kelelahan kalau harus bolak-balik kesini." Keluh Marcus.


"Siapa tau dengan ada mba Ana, kakak jadi berstamina lagi."


"Tukang drama." Dengus Marcus.


"Beneran kakak tega ini?"


Membuat Marcus seketika itu berdecak. "Ganti bajumu. Aku tidak ingin mual lagi karena mengendusmu."


"Aku tidak membawa baju ganti kak..." Rengek Stephanie.


"Di dalam kamar ada baju milik istriku. Pakai saja itu."

__ADS_1


Perempuan itu kemudian melenggang cepat memasuki kamar rahasia itu, membuka lemari, bola matanya seketika membeliak. "Kakakkk... ."


"Ada apa lagi sih..." Dengus Marcus. Adiknya itu benar-benar berisik.


"Kok bajunya gini?" Seru Stephanie melangkah cepat keluar dari ruang rahasia itu dengan membawa serta baju Ana di tangannya.


"Gini gimana?"


"Nih, lihat..." Tangannya mengangkat tinggi-tinggi baju itu.


"Memangnya kenapa?"


"Kenapa? Kakak tanya kenapa? Masa aku pakai gamis sih kak?"


"Bagus dong. Hitung-hitung latihan jadi solehah." Seru Marcus dengan tak acuhnya.


"Ahhh, nggak mau ahhh. Aneh jadinya." Keluhnya. Ia benar-benar tak pernah memakai baju seperti ini. Akan terasa sangat aneh jika ia memakainya.


"Kalau tidak mau ya pulang saja."


"Kakak..." Rengek Stephanie. Kakaknya itu benar-benar menyebalkan.


"Pakai itu atau pergi dari sini." Seru Marcus tak memberikan pilihan lain Membuat perempuan itu seketika mendengus. Terpaksa Stephanie memakai baju gamis milik kakak iparnya atau ia akan di usir dari sini oleh kakaknya sendiri.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2