Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Dedek Bayi Oek-oek


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


"Baiklah, daddy harus mandi dulu. Daddy bau acem."


Gadis kecil itu menggeleng cepat. "No no daddy. Daddy hallum sheukalli. Eundak bau acem shepeulti Apin." Maurin membenamkan wajahnya di dada bidang sang daddy kemudian menghirup aromanya dalam-dalam. Marcus benar-benar harum meski seharian ini berkutat dengan pekerjaan. "Eummm, hallum hallum hallum... ."


"Baiklah, biarkan daddy mandi dulu. Badan daddy sudah sangat lengket, girl."


"Baiklah. Mollin mau beullmain shaja kallau beugitu."


Muachhh... .


Gadis kecil itupun kemudian berlari meninggalkan Marcus setelah berhasil menghamburkan kec*pan di pipinya. Membuat Marcus sontak tergelak. Maurin benar-benar penuh kejutan.


"Hey, boy. Bagaimana hari pertama mu di sekolah?" Laki-laki itu menyempatkan diri menghampiri sang putra yang tengah asik membaca seperti biasa.


"Not bad, daddy."


Membuat dahi itu mengernyit. "Not bad?"


"Heummm. Seharusnya sangat menyenangkan jika Maurin dan teman-temannya itu mau diam. Mereka sangat berisik, bahkan miss Riana tadi menegur mereka beberapa kali. Mereka sangat rusuh di dalam kelas. Kami semua sangat terganggu."


"Baiklah, nanti daddy tegur Maurin. Daddy mandi dulu ya."

__ADS_1


Baru saja Marcus beranjak, terlihat Ana yang baru saja kembali dari dapur. Perempuan itu terlihat membawa dua gelas susu, sepertinya untuk anak-anak.


"Mas sudah pulang?" Buru-buru Ana menaruh dua gelas susu itu di meja kemudian bergerak cepat mencium punggung tangan Marcus.


"Iya, aku mau mandi dulu."


"Biar Ana siapkan airnya."


Keduanya kemudian naik ke lantai dua beriringan. Dengan cekatan, perempuan itu pun mulai menyiapkan air hangat untuk sang suami.


Selesai, baru saja perempuan itu hendak berbalik. Bola mata itu seketika membeliak. Terkejut, Ana sampai berjingkat saat mendapati sang suami sudah berdiri di belakangnya hanya dengan celana boxer di pinggangnya.


"Kenapa?"


"T-tidak mas." Buru-buru Ana memilih keluar dari pada harus disini dengan Marcus yang sudah bertindak tak senonoh di depannya.


Bukankah mereka sudah halal?


Ahhh, entahlah. Yang penting ia menjauh dari laki-laki itu sejenak dari pada tetap berada di dalam sana dengan wajah merona merah.


Tanpa sadar, sebaris senyum itu menyungging di bibir Marcus. Laki-laki itu tertawa tanpa suara. Ana benar-benar menggemaskan saat merona malu seperti itu.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Seminggu berlalu, ternyata sekolah se-menyenangkan itu. Selain belajar, semua sangat menyenangkan dan sayang untuk dilewatkan. Apalagi ketika bermain dengan geng tri kwek-kwek nya. Maurin benar-benar menikmati hari-harinya belajar di sekolah barunya. Setiap hari, ia akan bertukar kursi dengan Maura dan Arshi. Entah apa tujuan dan manfaatnya. Tanyakan saja pada si pembuat ide gila, Ashi Alilla.


"Ashi, Mollin. Shhht... Kallian beullishik sheukalli. Nanti dapat tegull dalli mish Lianna." Hari itu, sudah kesekian kalinya si kecil Maura menegur kedua gadis kecil yang ribut sendiri di belakangnya. Fix, mereka tidak bisa di dudukkan di satu meja yang sama.


Waktu istirahat pun tiba, kedua gadis kecil itu pun melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda akibat Maura yang mengomel meminta diam sejenak.


"Kallau Mollin mau puna dedek bayi oek-oek hallush tidull shendilli, eundak bolleh tidull lame-lame shama mommy shama daddy na Mollin..." Gadis kecil itu mulai menyebarkan racun berbisanya. Siapa lagi kalau bukan Arshi.


"Memang keunnapa Ashi?"


"Kallau Dedek bayi oek-oek na dibuat lame-lame, nanti dedek bayi oek-oek na jadi bantet Mollin, eundak badus. Hallush buat na beulldua aja, mommy shama daddy na Mollin aja. Iya kan Molla, Molla duga shepeulti itu kan?" Seru Arshi meminta pendapat.


"Iya Mollin. Molla juga dullu shepeulti itu. Molla hallush tidull sheundilli kallau mau puna dedek bayi oek-oek. Tapi nanti dedek bayi oek-oek na eundak bisha langsung mullutush, hallush shimpan dallam pullut mommy na Mollin dullu biall dedek bayi oek-oek na bisha membeshall... ."


Gadis kecil itu manggut-manggut. Sepertinya ia harus membuat rencana agar segera dapat adik bayi baru.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2