Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Perkara Bau Busuk


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Waktu terus bergulir, perlahan hubungan antara Marcus juga Ana mulai menunjukkan peningkatan. Keduanya tampak begitu harmonis layaknya pasangan-pasangan pada umumnya. Cinta yang sebelumnya akan mustahil tercipta, kini perlahan mulai tumbuh subur dalam benak keduanya. Ana yang sebelumnya tak pernah mendapatkan perhatian lebih dari sosok terdekatnya, kini selalu dimanjakan oleh sang suami yang begitu perhatian padanya.


"Mas tetap berangkat bekerja?"


Ana, perempuan yang tengah mengkhawatirkan kondisi suaminya itu terlihat tengah membantu laki-laki itu memasangkan dasinya.


"Heummm, siang ini ada rapat dengan pemegang saham. Mas harus berangkat, Sayang." Timpal Marcus sembari menggosok pelipisnya. Kepalanya terasa sedikit berdenyut sejak subuh tadi. Membuat laki-laki itu memutuskan untuk kembali berbaring dan menunda kepergiannya. Sekarang bahkan sudah pukul 9 pagi, ia sudah sangat terlambat dan harus segera bergegas menuju perusahaannya.


"Jangan terlalu memaksakan diri, mas. Bukankah mas adalah bos nya? Mas bahkan dulu pernah bilang tidak apa-apa jika mas bekerja dari rumah saja." Perempuan itu masih berusaha keras membujuk sang suami agar meliburkan diri saja dari pada harus berangkat bekerja dengan kondisi yang seperti ini.


"Pertemuan ini sangat penting. Mas harus menghadirinya." Seru Marcus memberi pengertian, tangannya yang bebas itu kemudian mengusap pucuk kepala sang istri penuh perhatian.


"Kalau ada apa-apa telepon Ana. Atau Ana ikut saja ke kantor sama mas?" Tawar Ana.

__ADS_1


"Bukankah hari ini kamu akan pergi ke salon bersama mama?"


"Ana bisa minta mama batalin saja dan temenin mas di kantor."


"Tidak perlu, sayang. Nikmati saja waktumu bersama mama. Aku berangkat sendiri saja, it's oke."


Membuat Ana seketika itu menghela nafas dalam. "Baiklah, mas hati-hati. Kalau ada apa-apa segera telepon Ana."


"Iya, sayang."


Meeting kala itu berjalan seperti biasa, hingga lambat laun perubahan mimik wajah Marcus yang dingin itu terlihat begitu kentara. Wajahnya semakin memucat. Sebelah tangannya yang bebas kini bahkan sudah bergerak membungkam hidung dan mulutnya.


Sial. Siapa yang memakai parfum berbau busuk itu ke dalam ruang meeting nya. Mengedarkan pandang, apa mereka tidak mual dengan bau busuk di dalam ruang ber-AC itu?


"Apa kalian tidak mencium bau busuk?" Seru Marcus tiba-tiba. Membuat semua anggota rapat itu seketika beralih menatap pada sang pimpinan rapat.

__ADS_1


"Ini bau sekali. Parfum apa yang kalian pakai pagi ini, huh?!!!" Sentaknya menahan kesal.


Para peserta rapat kala itu tampak saling pandang satu sama lain. Jelas parfum yang mereka pakai bukan parfum merk abal-abal. Bahkan tak sedikit dari mereka yang memakai parfum dari brand ternama dengan harga selangit.


"Kami tidak mencium adanya bau busuk tuan. Kami memakai parfum seperti biasa" Timpal salah satunya. Jangan sampai mereka mengacuhkan laki-laki itu dan berakhir dengan kemurkaannya.


"Tidak, ini sangat bau. Aku tidak bisa menahannya. Apa kalian tidak mual menciumnya?"


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Ada yang sudah bisa menebak apa yang terjadi dengan dad Marcus, xixixi. Sepertinya kalian sudah bisa menebaknya sendiri, ahahaha


Happy reading semua

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2