Secret Baby Twins CEO

Secret Baby Twins CEO
Rumah Kita


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Deru mesin mobil itu mendengung. Di tengah perjalanan itu, Marcus dibuat geleng-geleng kepala saat menatap pada gadis kecilnya yang kini tengah asik dengan minuman di tangannya. Di kiranya akan sulit untuk membujuk gadis kecil itu agar tak lagi marah dengannya karena meninggalkan gadis kecil itu sendiri di kamar mandi, rupanya hanya perlu di sogok dengan susu coklat kesukaannya, Maurin seketika kembali luluh padanya.


Mobil mulai merayap memasuki sebuah komplek perumahan elit, membuat gadis kecil itu memekik kagum. Bangunan-bangunan mewah yang berjejer itu layaknya rumah khayalan yang tak akan pernah bisa dimilikinya.


Hingga mobil itu akhirnya menepi ke sebuah bangunan paling elit di antara bangunan yang lain.


"Ini lumah shapa, Daddy?"


Marcus menerbitkan senyum. "Ini rumah kita, Girl."


Gadis kecil itu mengernyit bingung. "Lumah kita shapa? Tuman na daddy?"


Membuat Marcus seketika itu tergelak. "Bukan, tapi ini rumah daddy, mommy, Maurin dan Mallfin. Kita akan tinggal disini." Seru Marcus.


Setelah sang putra akhirnya mau memaafkan dirinya, Marcus putuskan untuk langsung memboyong keluarga kecilnya ke istana miliknya. Pernikahan akan dilaksanakan esok pagi, setelah berdiskusi dengan sang mama. Alasannya gampang saja, semakin cepat semakin baik. Dan lagi, ia ingin segera membawa mereka pergi meninggalkan kampung itu, kemudian menggusurnya untuk dijadikan taman kota dari pada dihuni oleh orang-orang tidak tau diri.

__ADS_1


"Daddy shius? Kita nanti tidull shitu?" Gadis kecil itu mendelik tak percaya. Apa rumah megah itu benar-benar miliknya? Apa ia akan tinggal di dalam sana nantinya?


"Ya, tentu saja Girl. Ayo kita keluar. Maurin tidak ingin melihat ke dalam?"


Dengan semangat 45, gadis kecil itu turun dari badan mobil tanpa mau di gendong oleh sang daddy, di susul dengan Ana dan si kecil Mallfin yang masih bertengger di gendongan sang mommy. Ana sangat protektif menyangkut kesehatan sang putra hingga tak memperbolehkan bocah laki-laki itu terlalu lelah barang sedikitpun.


"Mau daddy gendong?" Tawar Marcus pada sang putra.


Bocah laki-laki itu melirik pada sang mommy. Ana lantas mengangguk dengan senyum tipis yang menyungging di bibirnya. Benar dugaannya, rupanya Mallfin masih canggung dengan keberadaan sang daddy yang kini bahkan bersikap sangat hangat pada sang putra.


Membuat Marcus kemudian meraih tubuh itu dari gendongan Ana.


"Kita masuk dulu, Girl."


Tanpa di komando, gadis kecil itu langsung berbelok pada jajaran pelayan yang kini sudah berbaris menyambut kedatangannya.


"Selamat datang tuan, nyonya." Seru para pelayan menunduk hormat.

__ADS_1


"Sheullamat datang nona." Seru Maurin menirukan pergerakan pelayan-pelayan itu dengan ikut menundukkan kepalanya. Membuat para pelayan itu saling melirik, kemudian membungkuk lebih dalam pada sosok itu.


Tak berhenti di situ, Maurin kembali mengikuti pergerakan sosok didepannya, membuat pelayan-pelayan itu semakin membungkuk dalam.


Berharap gadis kecil itu akan berhenti dengan aksinya, namun si kecil Maurin kembali mengikutinya. Membuat para pelayan itu akhirnya bersimpuh, diikuti Maurin yang kini melakukan hal yang sama.


Bingung, para pelayan itu tak tahu harus berbuat apa. Apalagi saat gadis kecil itu selalu saja mengikuti pergerakannya. Dalam hati ketar-ketir, apa mereka akan selamat dari amukan Marcus nantinya.


Dan kejadian itu pun sukses membuat Marcus mengernyitkan dahinya. "Girl, bangunlah. Apa yang kamu lakukan heummm..." Heran Marcus menatap pada sang putri yang masih setia di posisinya.


Gadis kecil itu kemudian mendongak. "Daddy, Mollin tuma ikut onty-onty itu beullmain. Shellu sheukalli, nanti kita beullmain lagi ya onty."


Marcus menggeleng tak percaya. "Oke, baiklah. Sekarang berdirilah. Kita harus melihat kamar kalian, heummm... ."


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy reading semua


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2