
▪︎ʜᴀᴘᴘʏ ʀᴇᴀᴅɪɴɢ
.
"Hyung, Cepat! Bawa dia ke rumah sakit!." Jungkook menegur Jimin yang terlihat tak melakukan apapun selain masih memangku kepala istrinya. Ia tak tahu ada apa dengannya saat itu, tapi ia bahkan tak merasa khawatir sedikit pun.
"Ah? Ya." Pria itu tersentak dan kemudian menggendong istrinya menuju mobilnya. Selaku saat ini yang banyak tahu tentang keadaan Laluna adalah Jungkook, jadi Jimin memilih membawa Laluna ke rumah sakit dimana Jungkook bertugas.
Setelah merebahkan tubuh Laluna di kursi, pria itu mengambil jasnya dan menutupi lengan Laluna yang terbuka. Mendapat aba-aba bahwa Jungkook siap berangkat, mereka pun melaju dengan kecepatan penuh untuk sampai lebih cepat. Saat menyetir, sesekali Jimin melirik Laluna yang masih mengatup kedua matanya rapat-rapat. Wajah wanita itu memucat, tetapi tetap saja terlihat cantik. Meskipun begitu, ia tak akan bisa menaruh perasaan pada perempuan itu.
.
Begitu sampai di rumah sakit, mereka langsung membaringkan tubuh lemah dan rapuh milik Laluna Charol Rawless diatas brankar dan di dorong ke sebuah ruangan yang bertuliskan VVIP. Jangan tanya kenapa Jungkook mengarahkan para suster untuk membawa Laluna masuk ke ruangan khusus itu. Jimin sendiri bahkan tak mengerti.
"Hyung, biarkan aku memeriksanya." Ucap Jungkook pada Jimin yang terlihat kebingungan entah kenapa.
"Y-ya? silahkan. Periksa saja."
Setelah mendapat izin dari si pemilik, Jungkook masuk ke ruangan dimana Laluna akan dirawat. Jimin bingung, kenapa tiba-tiba... Laluna jatuh pingsan? Padahal wanita itu sudah bisa dikatakan sehat saat itu. Ia juga bingung, kenapa Jungkook membawa Laluna menuju ruangan VVIP dan di depan pintu ruangan itu bertuliskan, "Woman room."
Apa maksudnya itu?
Dan sejak kapan ruangan khusus wanita jadi begini? Woman Room?
__ADS_1
Pria yang kebingungan dan bukannya khawatir itu tersentak dari lamunannya saat begitu banyak derap langkah kaki tiba-tiba menghampirinya dan menepuk pundaknya pelan. Astaga, ia benar-benar terkejut, matanya saja terlihat akan melompat keluar!. Dan apa-apaan itu? Kenapa mereka semua ikut kerumah sakit? Pikirnya, OT7 akan menunggu kepulangan mereka atau setidaknya sampai Jimin mengabari mereka nanti. Dan nyatanya mereka mengikutinya ke rumah sakit.
Menyamarkan ekspresi, Jimin mulai mengobrol dengan para Hyung-nya. Kenapa mereka mau mneyusul jauh-jauh ke rumah sakit? Bahkan, Taehyung pun sudah tak lagi merasakan pusingnya begitu melihat Jimin menggendong Laluna dan membawanya ke rumah sakit.
Lama mereka mengobrol sampai jam berjalan tanpa di sadari hampir menuju larut malam. Jimin beberapa kali menyuruh mereka untuk pulang dan istirahat saja, apalagi Taehyung yang tadinya mabuk. Mengingat besoknya mereka juga mempunyai kegiatan masing-masing yang lebih penting. Namun, dengan seribu alasan mereka menolaknya dan bersikeras untuk tetap menunggu sampai para suster keluar.
Jika kalian menanyakan keberadaan Jungkook, Dokter itu pamit keruangannya dan ingin mempersiapkan resep obat untuk Laluna. Seraya menunggu kembalinya Jungkook, mereka kembali melanjutkan obrolan sampai waktu berjalan lebih lama.
Beberapa saat ketika pembicaraan itu masih akan berlanjut, seorang suster dengan alat-alat medis di tangannya keluar dari ruangan itu berjalan menghampiri Jimin dan teman-temannya.
"Permisi, saya harus mengonfirmasi orang yang akan bertanggung jawab atas pasien. Dan kami mengharuskan penanggung jawab adalah keluarga dekat pasien sendiri. Apa ada diantara kalian?" Suster itu bertanya.
Mendengar pernyataan itu, Jimin terdiam. Pikirannya mulai bermain, apa yang akan dikatakannya pada suster itu. Tak mungkin jika ia mengatakan bahwa wanita itu bukan keluarga mereka, karena Jungkook saja tadi membawa Laluna ke ruang VVIP tanpa perlu membuat data-data terlebih dahulu. Otomatis mereka adalah keluarga Dokter Jungkook.
Namun, para suster tentu tahu status dan latar belakang Dokter mereka. Jungkook anak tunggal. Tak masuk akal jika Jimin mengatakan kalau Laluna adalah tanggung jawab Jungkook karena dia kakak atau adiknya. Tak mungkin juga wanita itu ia perkenalkan sebagai kekasih Jungkook, karena Jungkook sendiri sudah punya pacar dan OT7 melihat Laluna ada di rumah Jimin. Terlebih lagi sebagai pembantunya. Jika ia bertanggung jawab sebatas antara majikan dan pembantu, tentu akan panjang lagi urusannya. Aish!
Dengan susah ia menelan salivanya seraya menarik nafas panjang. Jimin menyapukan tangannya yang berkeringat karena gugup pada kain celananya. Pria itu berdiri menghadap suster, "saya yang akan bertanggung jawab. Saya keluarga pasien, apa yang perlu saya persiapkan?"
Suster itu mengangguk dan tersenyum seraya berkata, "nanti Dokter Jungkook sendiri yang akan menjelaskannya. Anda bisa masuk dan menunggu Dokter kembali di dalam."
Wanita berseragam putih itu melenggang pergi meninggalkan ke-enam pria yang merasa canggung dan penuh tanda tanya disana. Apa harus? Jimin dihadapkan dengan keadaan yang begitu mendadak untuk dirinya mengakui kalau Laluna... astaga.
"Kalian mau masuk?" Jimin bertanya tanpa menatap wajah teman-temannya yang entah bagaimana mengatakan ekspresi mereka saat itu. Pria itu segera masuk ke dalam ruangan bernuansa putih dan dengan fasilitas yang memuaskan. Namanya saja, VVIP.
__ADS_1
Tubuhnya masih gemetar, ia langsung menyandarkan tubuhnya pada sofa dan meminum segelas air mineral yang sudah disediakan disana berusaha sedikit membuat dirinya tenang. Ia tak tahu apa yang teman-temannya pikirkan mengenai pengakuannya barusan terhadap suster itu tadi. Mereka pasti bertanya-tanya, akankah dirinya benar-benar memiliki hubungan dekat dengan wanita yang mereka kenal sebagai 'Pembantu' itu.
Lama pintu itu tak terbuka, sampai kemudian langkah kaki para pria yang sejak tadi diluar menghampirinya dan ikut duduk di sofa. Mereka masih belum pulang. Apa yang mereka tunggu? Jimin bahkan terlalu canggung untuk sekedar bertanya.
Terdiam dengan pikiran masing-masing, disaat jam di dinding menunjukkan angka 11 malam, malam itu, Jungkook kembali masuk ke ruangan dengan senyum kecil dan tatapan mengintimidasi Jimin. Ya, hanya Jimin. Tatapannya seolah ia telah mengetahui sesuatu dan sesuatu itu menjadi rahasia Hyungnya.
"Hyu--"
Belum selesai ucapannya, pintu kembali terbuka. Mereka semua mengalihkan pandangan mereka untuk memastikan siapa yang baru saja membuka pintu ruangan. Sepasang kaki dengan high-heels berwarna hitam mengkilap terlihat memasuki ruangan.
Jimin kenal, Jimin kenal wanita itu. Itu...
"Olivia?!"
.
.
Bersambung...
.
Mengantung kan? Ceritanya.
__ADS_1
Pendek lagi.
Itu karena supaya bisa kebaca semua. Krna klau pnjang bnget partnya kaya kmaren. Itu ga bisa ke baca di beberapa orang.