Secret Wife Of Presdir Park

Secret Wife Of Presdir Park
eps 27 ( "You bring out the devil inside me." )


__ADS_3

double bonus


(Kau membawa keluar iblis dari dalam diriku."


|Laluna Park|


.


Melihat Laluna yang leluasa menyentuh barang-barangnya di tempat yang menjadi persembunyiannya selama ini, Olivia marah besar dan hendak berdiri untuk mengh4ntam Laluna. Namun, sayang sekali kaki tangannya terikat pada kursi yang sudah di beri semen sehingga kursi itu sudah mengeras di sana. Ingin membentak, mulutnya pun sudah di sumpal dengan kain.


"Aku pikir, sehebat apa perempuan yang sudah berani menyakiti milikku. Ternyata dia seburuk dirimu?" Tutur Laluna duduk dengan bersilang kaki di sebuah kursi di hadapan Olivia.


Saat Laluna mengangkat dress berwarna coklat yang ia kenakan, atensi Olivia sontak teralih pada sepatu merk ternama dan sebuah gelang kaki keluaran terbaru dari hasil collaboration antara Tamarra Mellon X Mejuri, yang dibanderol dengan harga 180,00USD atau setara dengan 2,5 Milliar. Dan itu membuat amarah seorang Olivia naik dan ia semakin berontak saja.


Setelah mengapit ujung dressnya di antara kedua kakinya yang ia silangkan, Laluna menunduk untuk membenarkan bagian bawah dressnya. Dan lagi-lagi, Olivia tersulut emosi.


Dress coklat yang di pakai Laluna saat itu seharga 28,5 USD dengan merk Givenchy. Olivia dapat membaca merk tersebut dari kerah belakang yang terlihat saat Laluna menunduk.


Sebenarnya Luna tak sengaja, ia hanya ingin dress-nya tetap bersih dan Jimin tak akan curiga nanti kemana perginya dia.


Namun, menyadari akan hal yang membuat Olivia semakin emosi Laluna pun melakukan hal lain lagi yang memang memperlihatkan barang-barang mewah yang di berikan Jimin padanya. Tepatnya sebagai hadiah di hari pernikahan mereka.


Kebetulan sekali, ia memakai bross dada yang ia dapatkan sebagai hadiah di hari pernikahan dari mertuanya. Itu? Itu bukan bross biasa.


Peacock brooch by Graff--Perhiasan yang memiliki 1.305 batu permata dengan berat 120,81 karat dan berlian biru tua di tengahnya dengan berat lebih dari 20 karat. Harga bros ini pun dibanderol secara fantastis, yaitu sebesar Rp1,4 triliun.


Bukan untuk pamer di hadapan media, Laluna memakainya hanya karena dia sedang memakai Set hadiah di hari pernikahannya. Jangan tanya kenapa Laluna melakukan itu, tentu saja untuk menunjukkan dan menonjolkan pemberian suaminya pada media saat melakukan pemotretan pagi tadi. Sedikit cerita, bahkan Jimin pun tak menyangka Laluna turut membawa hadiah-hadiah itu ke Korea.


Berbicara mengenai kemewahan yang kebetulan melekat pada tubuh Laluna, selanjutnya ada yang lebih membuat Olivia rasanya ingin menerkam istri Presdir itu. Yaitu, cincin pernikahan.


Ini pertama kalinya Laluna benar-benar memakain Cincin mereka. The Pink Star Ring, cincin khusus tanpa di latari sebuah brand. Namun harganya berkisar 71,2$ atau Rp1 Triliun. Yang membuat cincin itu istimewa dan berharga ialah permata yang berwana pink yang terlihat begitu hidup dari dalam maupun dari luar. Juga tak ada kecacatan apapun pada berlian itu. benar-benar berlian murni dari alam.


Sampai di sana, Olivia memalingkan wajahnya ke sembarang arah dan mengabaikan Laluna yang terlihat biasa saja namun berhasil membakar tubuh wanita itu ke-glamour-an-nya.


Masih belum puas, Laluna menyibakkan rambutnya dan mengeluarkan sesuatu yang sejak tadi tertutupi oleh kerah bajunya. Seperti tebakan, itu sebuah kalung yang benar-benar di impikan seorang Olivia Kim sejak dulu. Kalung yang telah lama ia rayukan pada Jimin. Namun, tak pernah ia dapatkan kemauannya lantaran Jimin pun masih sadar akan batasannya dalam memberi kebebasan pada wanita pecinta uang itu.


Kalung L'incomparable, dibanderol dengan harga 55 juta dolar AS atau setara dengan Rp 787 milyar. Jangan terkejut mendengar harganya, karena sesuai dengan keunggulan dan keanggunan yang terdapat pada kalung hebat itu.


"Kau... pernah memakai perhiasan dengan merk yang sama dengan ku?" Laluna membungkuk mendekat dan menyentuh kalung L'incomparable kebanggaannya.


"Aku tahu Jimin memberimu banyak kepuasan salah satunya pada kekayaan. Tapi, sadarkah kamu gadis bod*h? Merk yang dia berikan padamu saat itu belum apa-apanya dengan yang aku pakai sekarang ini. Juga baju yang kau pamerkan pada ku di rumah sakit saat kau masuk ke ruangan ku, kau tahu?" Ia menghentikan kalimatnya dan tersenyum sinis ke arah Olivia.

__ADS_1


"Saat itu aku menertawakan keb*dohan mu. Olivia, aku bahkan memiliki baju itu ketika aku tinggal dengan kedua orang tua ku." Laluna kembali berdiri tegak dengan tangan bersilang dada.


"Kau pikir... aku gadis desa yang b*doh dan kemudian secara kebetulan berjodoh dengan presdir kaya dari luar negeri? Kemudian aku masih bod*h dan miskin yang tak tahu apapun, heh? Begitu kah?" Laluna mendekat pada Olivia dan perlahan tangannya naik memegang rahang gadis itu.


"Tapi, hey! Asal kau tahu, aku gadis kota yang kaya dan beruntung dalam segala hal. Tidak, aku tidak bermaksud sombong. Namun, membuat sadar perempuan yang menyombongkan diri seperti mu itu dengan kesombongan juga."


"Supaya kau sadar, bahwa di atas dirimu masih ada orang lain. Begitu juga dengan ku, masih ada yang lebih kaya dari ku. Namun... perlu kau ketahui bahwa, kalunh L'incomparable di Korea Selatan ini hanya aku yang memakainya."


"Olivia, yang kau sombongkan itu, justru aku sudah lebih dulu memilikinya. Apa kau keberatan jika ku katakan bahwa, "Kau jauh tertinggal" dari ku?" Wajah perempuan itu terpaling ke kanan lantaran Laluna melepasnya begitu saja.


"Huff.. lepaskan penutup mulutnya." Laluna mundur beberapa langkah dan membiarkan seorang lelaki suruhannya membuka sumpal mulut Olivia.


"BR3NGSEK!! KUR4NG 4JAR! KAU BERANI DI SAAT SEDANG BERSAMA MEREKA?!"


Dalam hitungan detik bentakan demi bentakan keluar dari mulut besar Olivia. Perempuan itu semakin memberontak dan melawan. Laluna pun kembali mendekat, ia ingin menonton bagaimana seorang perempuan yang sudah menyak1ti pria kesayangannya dan mencoba untuk membun*h dirinya.


Bukannya jahat, hanya saja Laluna ingin memberi wanita itu pelajaran atas perbuatannya yang semena-mena. Yang di lakukan Olivia pada Jimin justru lebih dari ini. Tanpa belas kasihan, perempuan itu tega menyay4t lengan dan jaringan kulit Jimin hanya untuk keinginannya.


"Kau tak perlu bersusah payah untuk membuatku merasa bahwa aku yang paling miskin disini, karena aku justru merasa kalau kau miskin perhatian." Olivia berujar dan tersenyum sinis.


Mendengar itu, Laluna justru terkesiap dan refleks kembali duduk di hadapan wanita itu.


"Tn. Charles Rawless--Beliau adalah pemilik dari kebun jeruk terbesar di Indonesia yang bertempat di Jawa Timur. Tak diherankan lagi jika beliau meraup hampir Rp1,2 triliun setiap tahun dari usaha kebunnya." Laluna membaca beberapa bait di Website mengenai fakta orang tuanya.


"AKU TAK MAU TAHU!!" Olivia memberontak lagi dan membentak ke arah Laluna. Namun, sikap pemarah dari wanita itu justru membuat Laluna semakin ingin bermain-main dengan perasaan perempuan itu.


"Mental mu aman setelah menghin4 ku? Hey, Olivia Kim! Aku tak peduli kau mau mendengarnya atau tidak. Dan apa kau masih yakin dengan yang kau katakan tadi? Di negara ku, aku di perlukan bagaikan seorang Tuan putri."


"Dan keluarga ku pun tak luput dari perhatian orang-orang di luar juga awak media. Bahkan sampai ke Korea Selatan ini. Seharusnya kau merasa bangga bisa mengobrol lama dengan ku seperti ini. Padahal teman ku sendiri pun jarang bisa begini dengan ku."


"KAU DAN SUAMI-MU KALIAN SAMA-SAMA GIL--"


PLAAK!!


Sebuah suara yang keras dan menggema di ruangan yang terkesan kedap suara tersebut. Wajah Olivia memerah dan sudut bibirnya terluka, menjadi bekas yang tak akan pernah terlupakan dari tangan seorang Laluna Charol Rawless.


"Beraninya kau berkata seperti itu mengenai suami-ku... " tutur Laluna pelan dan memegang dagu Olivia yang sudah basah dengan cairan merah pekat. Akibat dari tampar4n Laluna yang cukup keras dan berhasil membuat mulut perempuan itu bungkam, hidungnya mengeluarkan dar4h.


"Aku mengatakan kenyataannya!!" Pekik Olivia hampir tak terdengar dengan jelas apa yang ia ucapkan lantaran Laluna mengapit kedua pipi wanita itu dengan sebelah tangannya begitu keras.


"Bawa dia ke mobil." Suruh Laluna dan menghempaskan wajah perempuan itu begitu saja.

__ADS_1


Olivia yang sudah tak sanggup melakukan perlawanan, ia hanya bisa menurut untuk keadaan yang sedang ia hadapi saat ini.


Sebenarnya, gadis itu tak pernah menyangka bahwa dia akan berurusan langsung dengan Laluna seperti ini. Padahal awalnya dia hanya ingin membuat Laluna menjauh dari hidup Jimin supaya pria itu tak lagi tersiksa. Bukan bermain seperti ini dengan Laluna. Jujur saja, dia pernah mendengar informasi kalau seluruh bodyguards Tuan Rawless sebenarnya di ketuai oleh Laluna sendiri.


Seraya mengikuti para bodyguardsnya yang membawa Olivia, Laluna berkata pada salah satu pria yang kelihatannya menjadi ketua ank buah mereka disana.


"Penangkapan, pengumpulan bukti, serta bukti ancaman pembunuh4n. Semuanya sudah ada pada Ot7, mereka adalah sahabat Tn. Park. Kita hanya perlu menyeret perempuan itu untuk di kurung layaknya hewan di balik jeruji besi yang dingin."


Olivia di bawa masuk ke mobil yang sama dengan yang di naiki ketua dari bodyguards mereka. Sedangkan Laluna memutuskan untuk langsung mampir ke kantor Jimin sebagaimana yang telah ia rencanakan.


.


"Ny. Park, selamat siang." Sapa seorang penjaga di pintu masuk ke kantor. Laluna pun membungkuk seraya tersenyum dan kemudian melanjutkan kembali langkahnya. Di sepanjang langkahnya berjalan menuju ruangan Jimin, Laluna menyapa semua karyawan yang terlihat begitu terkejut ketika melihatnya.


Namun, ada satu hal yang masih belum di mengerti Laluna dari mereka. Mereka terlihat begitu terkejut ketika ia membalas sapaan mereka. Apa membalas sapaan tidak sopan di Korea Selatan ini? Atau mungkin kah ada aturan yang belum di ketahui Laluna mengenai negara ini?


"Selamat siang, Tn. Park." Laluna membuka pintu ruangan itu dan masuk ke dalamnya. Karena dinding yang hanya berlapis kaca tanpa penutup tirai, para karyawan yang berlantai sama dengan Jimin bisa melihat langsung ke dalam ruangan Presdir mereka.


"Dia bahkan begitu profesional dengan suami-nya!" Tutur salah satu karyawan yang masih bisa di dengar Laluna sebelum pintu itu ia tutup rapat.


"Laluna?"


"Duduklah."


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Jimin pada istri-nya seolah sudah lama tak bertemu.


"Aku baik-baik saja, sayang. Dan... bagaimana pestanya?" Laluna menyeret sebuah undangan berwarna gold yang di taruh Jimin sembarangan di atas meja dengan satu jari telunjuknya.


"Ini... itu tak pent--"


"Aku rasa aku ingin merasakan bagaimana rasanya memakai gaun berkelas, dan pergi dengan suami-ku ke sebuah pesta besar. Kemudian, mendapat pujian dari orang-orang yang ada disana." Laluna menarik pergelangan Jimin dan menuntun pria itu untuk berdiri.


"Apa pekerjaan mu sudah selesai?" Tanya Luna.


"Sudah dari tadi. Apa... kau mau berbelanja dengan ku?" Tanya Jimin. Seakan bisa menebak pemikiran Laluna, kini keduanya tertawa riang bersama. Meskipun hanya lelucon kecil yang tak di sengajakan, tetapi tawa keduanya begitu lepas dan puas. Bahkan Jimin tertawa sampai matanya terlihat sipit.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2