Secret Wife Of Presdir Park

Secret Wife Of Presdir Park
eps 22 P A S R A H


__ADS_3

.


Pagi menyingsing, burung-burung mulai beranjak dari sarang dan menghinggapi ranting-ranting pohon di halaman rumah seraya bernyanyi melepas irama syahdu. Sinar mentari yang menghangati pagi mulai melewati setiap celah guna masuk dan menyinari ruangan-ruangan di dalam rumah.


Lantara terpapar sinar mentari yang menembus tirai jendela, Laluna merasa terganggu dengan sengatan cahaya hangat itu dan ia segera bangkit dari tidurnya dan beranjak ke kamar mandi.


Setelah berberes di kamar, ia memutuskan untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya dan membuat beberapa makan siang untuk di bawa suaminya ke kantor. Sebelum keluar, ia meraih ponselnya yang ada di atas nakas baru lah kemudian ia pergi menyelesaikan niatnya.


Beberapa langkah berjalan melewati ruang keluarga, dari arah tangga terlihat seorang pria yang sudah rapi dengan jas dan tas kantor pertanda ia siap berangkat. Sebelum mengajukan sebuah pertanyaa, Laluna memutuskan mengecek jam di ponselnya. Masih begitu pagi untuk berangkat kerja, menurutnya.


Ia mempercepat langkahnya untuk menghampiri Jimin yang terlihat buru-buru. Entah menyadari akan kehadiran Laluna atau tidak, setelah mengenakan sepatunya pria itu langsung bergegas ke arah garasi. Laluna yang sudah tak sanggup mengejar, ia pun berhenti dan bersandar pada tembok besar yang menjadi penyangga teras.


"Jimin oppa!"


"Ya, sayang?"


DUG!!


Jantung keduanya terasa berhenti sesaat. Jimin terkejut dengan panggilan dari istrinya yang tak pernah ia dengar sebelumnya, dan refleks ia pun menjadi begitu penuh kasih dalam menjawab panggilan istrinya itu.

__ADS_1


Sedangkan Laluna terkejut dengan repsons Jimin yang begitu bertolak belakang dari yang ia bayangkan. Keduanya terpaku pada posisi masing-masing selama beberapa detik, sampai kemudian Laluna berjalan menghampiri Jimin yang masih berdiri menghadap dirinya.


"Kenapa melewatkan sarapan mu, Oppa?" Tanya Laluna dan mengambil alih tas kantor Jimin dari tangannya. Dari pada menunjukkan penolakan, Jimin justru terlihat seperti patung di halaman yang kaku tak bergerak. Matanya terus saja menatap Laluna tanpa menjawab pertanyaan istrinya.


"Ada apa? Ayo, akan kubuatkan sarapan kesukaan mu." Tutur Laluna dan menarik pergelangan Jimin untuk mengikutinya masuk kembali ke dalam rumah.


Awalnya semuanya baik-baik saja. Namun, setelah beberapa langkah berjalan Jimin tersentak dan menarik pergelangannya dari genggaman Laluna secara perlahan. Menyadari penolakan Jimin, Laluna berhenti dan berbalik seraya menatap suaminya seakan mempertanyakan, "kenapa?"


"A--aku harus berangkat sekarang." Ujarnya sedikit dan kemudian berbalik kembali berjalan ke garasi.


.


.


Jangan tanya lagi apa alasannya. Itu karena Laluna yang tidak mampu lagi untuk menaiki tangga dan akhirnya memutuskan tidur di kamar utama yang biasa ia tempati di lantai satu. Jika di tanyai sampai kapan, mungkin ia akan selalu tidur di sana sampai Jimin mau membantunya untuk naik ke lantai dua.


Jujur saja, meskipun awal-awalnya terkesan tak saling mencintai, mereka tetap tidur bersama di kamar dan kasur yang sama. Ini, ini lah pertama kalinya mereka tidur terpisah.


Sejujurnya, ia sudah tak mau lagi mendesak Jimin untuk menjawab segala pertanyaannya. Toh, dia sendiri sudah bisa menebak kalau sebab dari semua ini adalah Jimin yang tak tulus mencintai dirinya. Bisa ia tebak, selama ini pria itu hanya kasihan.

__ADS_1


"Baiklah jika itu maunya." Laluna duduk di sebuah kursi taman di halaman setelah membersihkan tanaman disana.


"Jika memang dia ingin aku diam, baiklah aku akan diam. Tapi aku tak berjanji sampai kapan aku bisa terus diam. Akan ada masanya akan aku korbankan apapun hanya untuk sebuah jawaban darinya. Namun, untuk saat ini aku akan diam dan hanya menyaksikan bagaimana wujudnya dari hari ke hari semakin kacau. Aku akan berusaha untuk diam meskipun itu menyakitkan."


"Aku akan terus diam semampu ku." Wanita itu bertutur seorang diri dengan tangannya yang terkadang menggepal.


.


Bersambung...


.


.


Maafin Cici krna kependekan ini part. Sbgai gntinya nanti Cici up part selanjutnya terus y. Kbetulan sekrg lgi ad krjaan di rumh jadi Cici mau bntu² sebntar. Mkny ga smpat nulis panjang.


Byby


Thq untk pngertiannya ><

__ADS_1


Skli lgi maaf ya aynk² ku^^


__ADS_2