SEJUTA CINTA

SEJUTA CINTA
MOVE ON (3)


__ADS_3

***


Taki membalas pelukan Niky saat wanita itu langsung menghambur kepadanya ketika ia baru memasuki pintu rumah Niky dan Zacky.


"Ya ampuuunn, Taki. Kangen banget gue ama lo! Lo udah sembuh beneran kan? Lo udah sehat kan?" tanyanya berturut-turut.


"Kalian tuh suami istri kompak banget ya pertanyaannya?" ujar Taki sambil geleng-gelang kepala.


"Ya iyalahh. Kita itu sama-sama khawatir sama elo tauk. Tapi setelah ngeliat lo udah back to normal gini, gue jadi lega dan bersyukur bangeettt!" ujar Niky berseri-seri.


"Lo nginep di sini kan malam ini?" tanya Zacky sambil menyodorkan sebuah minuman dingin pada Taki yang sudah duduk di salah satu sofa tunggal di ruang tamu rumah sepupunya itu.


"Iyaaa, nginep di sini aja! Gue masih pengen cerita-cerita sama lo. Lagian orang tua lo dan kak Hana masih di Jepang kan ngurusin oma dan opa?" tanya Niky pada Taki yang sedang meneguk minuman dinginnya.


Taki pun mengangguk satu kali. Ia pun masih tidak ingin pulang ke rumah besar milik keluarganya itu. Terlalu sepi dan terlalu besar untuk ditinggalinya seorang diri.


Meski ada beberapa pelayan yang tinggal di sana tapi hal itu tidaklah sama ketika dirinya bisa lebih dekat bersama keluarganya.


Sementara kepulangan orang tua dan kakaknya kira-kira masih satu bulan lagi untuk mengurus perjodohan kakaknya dengan anak seorang teman Mamanya.


"Kapan rencananya mereka pulang?" tanya Zacky yang sudah duduk di ujung sofa di mana kedua kaki Niky berada untuk mulai memijit kaki istrinya yang sedikit bengkak itu.


Taki mengedikkan bahunya tanda tak yakin, "Entahlah, mungkin satu bulan lagi." jawabnya enteng.


"Kak Hana jadi mau nikah lagi? Sama siapa sih?" tanya Niky kepo.


"Gue juga belom tau. Belom ada pertemuan kedua keluarga. Jadinya masih ngambang gitu deh." Taki cuek.


"Eh ujan yaa???" pekik Niky tiba-tiba sambil menoleh ke arah jendela.


Di balik jendela itu, nampak langit sudah mulai gelap dan rintik hujan pun mulai turun.


"Kayanya bakalan deras nih, tadi di jalan aja mendungnya udah gelap banget." lapor Zacky pada istrinya itu.


"Gawat nih, padahal gue terlanjur pesan rollcake di Malika." ucapnya seolah sedang bicara sendiri.


"Rollcake? Rollcake apa?" tanya Taki penasaran.


"Gue punya langganan online yang jualan rollcake enaaakk banget! Nah tadi pas kebetulan gue lagi pengen makan itu makanya trus gue pesen. Kayanya udah di jalan ini yang jual. Kesian banget kalo sampe keujanan pas nganter kesini." jelasnya.

__ADS_1


"Lho emang yang nganter dia sendiri? Bukan ojol?" Taki jadi heran.


"Bukan, dia sendiri yang nganter. Soalnya dia jualannya enggak di aplikasi, jualannya di grup whatsapp gitu!"


"Loh kenapa? Bukannya kalo dagangannya enak bakal lebih laku jualan di aplikasi ya?" tanya Taki lagi.


"Dia itu janda, baru cerai, anaknya dua, dan lagi nganggur karena belom punya kerjaan tetap makanya dia nyambi jualan online via whatsapp. Kalo jualan di aplikasi kan ribet tuh prosedurnya, naahh kendalanya di situ dia!" terang Niky panjang lebar.


Baru saja Niky selesai bicara, tiba-tiba bel pintu rumahnya berbunyi.


TING TONG!


"Naahh, kayanya itu Malika deh! Taki tolong dong ambilin di depan, gue lagi pewe nih dipijitnya. Udah gue bayar kok. Kalo ujannya deres, suruh masuk dulu aja tuh si Malikanya biar neduh dulu!" pinta Niky


"Oke!"


Dan Taki pun berdiri lalu berjalan ke arah pintu. Dibukanya pintu itu pelan-pelan agar tidak mengagetkan wanita yang bernama Malika tadi.


Saat akhirnya pintu sudah terbuka lebar, Taki pun tercengang melihat seorang wanita muda dengan jas hujan lengkap di tubuhnya dan wajah yang basah kuyup sedang menyodorkan bungkusan panjang di hadapannya sambil nyengir.


"Maaf Mas, agak telat. Tadi nepi dulu saya sebentar, buat makai jas hujan biar enggak terlalu kebasahan!" jelasnya wanita itu.


Meski begitu, Taki dapat menilai dari helaian rambut basah kuyup yang sedikit menyembul dari balik jas hujannya yang berwarna kuning cerah bahwa wanita itu sudah sangat kebasahan.


"Oh, makasi Mas, tapi maaf saya enggak bisa lama-lama. Soalnya ninggal balita di rumah, walaupun mereka masih tidur sih, tapi takut kebangun! Ini rollcake pesanan istri anda, sudah ditransfer kok bayarannya."


Malika menyodorkan bungkusan di tangannya lebih dekat ke arah Taki agar pria itu segera mengambilnya. Taki mengambil bungkusan itu dalam diam, tanpa bermaksud meluruskan ke salah pahaman wanita itu yang mengira dia adalah suami Niky.


Setelah rollcake berpindah ke tangan Taki. Malika buru-buru pamit lagi dan langsung melesat bersama motor maticnya yang diparkir tak jauh dari pintu pagar rumah Niky.


Taki memperhatikan kepergian wanita itu sampai Malika benar-benar menghilang dari pandangan. Ia merasa kagum pada wanita itu. Begitu gigih dan ceria untuk ukuran janda yang sedang dilanda kesulitan hidup.


Taki lalu menutup pintu dan kembali ke ruang tamu di mana si pasangan tuan rumah masih betah pijat-pijatan.


"Loh, Malikanya mana?" tanya Niky saat dilihatnya Taki hanya masuk seorang diri dengan membawa bungkusan panjang di tangannya.


"Langsung pulang dia, katanya ninggal anak-anak balitanya di rumah lagi tidur, takut kebangun." jelas Taki sesuai pernyataan Malika tadi.


Diletakkannya bungkusan berisi rollcake itu di atas meja ruang tamu. Zacky mengambilnya lalu membawanya ke dapur untuk dipotong-potong agar segera dapat dimakan oleh istrinya yang sedang ngidam.

__ADS_1


"Ya Ampuunn, kesian banget sih Malika. Tahu bakalan ujan gini tadi gue suruh besok aja nganter rollcakenya." sesal Niky.


"Kayanya dia masih muda ya? Tapi katamu tadi udah janda? Beneran?" Taki merasa tak percaya.


Pasalnya, kesan pertamanya pada Malika sangatlah dalam. Wanita itu menurutnya tampak cantik meski dalam kondisi wajah basah kuyup dan tanpa make up.


Membuat Taki tak percaya jika wanita secantik dan segigih itu adalah seorang janda. Lelaki mana yang bodoh telah meninggalkan wanita seperti Malika.


"Ngakunya sih baru dua puluh empat tahun, menurut kabar dari anggota grup lainnya, mantan suaminya jahat banget. Selama nikah lima tahun disiksa, trus begitu cerai, enggak mau ngasih tunjangan anak kembarnya. Awalnya gue beli dagangannya juga karena kesian, eehh sekarang jadi ketagihan saking enaknya." beber Niky lalu tertawa lebar.


"Nih, Ki! Lo cobain! Enak banget, endeeuuss! Kalo gue ama Niky mah selain pas dia lagi ngidam, biasanya juga order seminggu dua kali." Zacky ikutan tertawa lebar meniru istrinya.


Taki memperhatikan potongan rollcake di hadapannya dengan seksama. Dari penampilannya sih meyakinkan, sudah kelihatan enak. Taki mengambil sepotong dan mencicipinya. Dan seketika kedua matanya terbuka lebar.


"Oh iya, enak nih. Lembut dan enggak kemanisan ya. Pas!" pujinya sambil menghabiskan potongan rollcake yang ada di tangannya dalam dua kali suapan saja lalu mengambil sepotong lagi yang berbeda rasa.


"Gue jadi kepikiran, kira-kira si Malika mau enggak ya kerja di Pankeki Bakery jadi staff cake?" usul Zacky.


"Loh, emangnya staff cake di Pankeki Bakery kurang orang?" tanya Taki.


Meski dia adalah penerus sah Pankeki Bakery, tapi Taki lebih suka bekerja di bagian dapur. Jadi selama ini ia menjabat CEO sekaligus Baker utama di Bakery legendaris itu. Sedangkan Zacky membantunya menyelesaikan tugas-tugas CEO sebagai wakilnya di Pankeki Bakery.


"Resminya baru mau gue laporin ke elo pas lo dah balik kerja sih, tapi enggak apa-apa lah gue bocorin sekarang. Jadi sejak sebulan lalu itu, si Isma salah satu asistennya Nanda di bagian Cake, resign karena mau menikah. Lhaa jadi selama sebulanan ini Nanda keteteran karena asistennya berkurang. Dan juga cukup rewel sih pas gue cariin pengganti. Tahu sendiri kan lo si Nanda perfeksionisnya kaya apa." beber Zacky pada sepupu ipar sekaligus bosnya itu.


Taki manggut-manggut sambil terus mengunyah beberapa potong lagi rollcake buatan Malika.


"Coba lo tawarin cewek ini tadi buat ngelamar di Pankeki Bakery kita, Nik! Entar biar Nanda sama gue yang ngetes sekalian wawancara sapa tahu Nandanya cocok juga." pinta Taki pada Niky.


"Seriusan lo?" tanya Zacky dan Niky kompak.


"Iyaaa gue serius! Dilihat dari rollcake buatannya ini sih, skillnya lumayan. Tapi gue masih pengen tahu apa dia juga ahli bikin cake enak lainnya." jelas Taki.


Dan pasangan suami istri di hadapannya itupun manggut-manggut tanda mengerti maksud Taki.


"Oke deh, kalo gitu entar gue coba japri Malika. Moga aja lowongan ini rejekinya dia sebagai single parent yang gigih berjuang demi anak." ucap Niky penuh harap.


.


.

__ADS_1


.


To Be Continue...


__ADS_2