SEJUTA CINTA

SEJUTA CINTA
MOVE ON (4)


__ADS_3

***


"Huuuffttt....untuunngggg!" bisik Malika lirih sambil mengusap dadanya saat ia mengintip ke kamar tidur kedua anak kembarnya.


Ternyata mereka masih terlelap sama seperti saat dirinya meninggalkan mereka untuk mengantarkan pesanan seorang langganannya tadi.


Tapi ngomong-ngomong, suaminya Mbak Niky tadi ganteng banget. Kaya' bukan orang Indonesia asli. Apa emang blasteran ya dia? Baru kali ini aku liat cowok seganteng itu. Ya ampuunn, jantungku deg-degan sampe sekarang. Pikiran Malika heboh sendiri.


Akhirnya Malika berusaha menyibukkan diri agar tidak lagi memikirkan suami orang. Ia kembali mengingatkan dirinya yang sudah berjanji untuk memprioritaskan anak-anaknya ketimbang kehidupan asmaranya sendiri.


Karena habis kehujanan saat mengantar pesanan tadi, Malika memutuskan untuk mandi air panas agar dirinya tidak masuk angin atau terkena flu.


Dia tidak boleh sakit ketika hanya dirinyalah penopang kedua anak kembarnya. Ia harus selalu kuat dan sehat agar anak-anaknya dapat selalu terawat dan terjaga.


Setelah menyelesaikan mandinya yang cukup lama. Malika kembali memeriksa whatsappnya kalau-kalau ada pesanan lain yang masuk. Dan ternyata memang ada beberapa pesan masuk ke dalam aplikasi chatnya itu.


Malika dengan rajin menuliskan satu persatu pesanan kue dari beberapa langganannya. Malika mencatat dengan rapih pada sebuah buku khusus pesanan berdasarkan tanggal pesanannya.


Namun tiba-tiba ia berhenti menulis ketika sebuah pesan masuk dari Niky.


📩NIKY MINAMI


Sayy, makasi ya udah nganteri rollcakenya ampe ujan2an gitu. Sorry banget kalo ngerepotin. Btw ada lowongan nih di Pankeki Bakery tempat kerja suamiku. Kamu mau coba masukin lamaran enggak?


Seketika Malika terbelalak membaca isi pesan tersebut. Selain ia tak percaya bahwa suami Niky yang dilihatnya tadi itu bekerja di Pankeki Bakery yang legendaris.


Kenyataan bahwa ia ditawari untuk memasukkan lamaran ke toko roti terkenal itu pun sesuatu yang mencengangkan. Setelah berpikir sejenak, Malika lalu membalas pesan dari Niky tersebut.


📮MALIKA SHARNAZ


Kalo boleh tahu, lowongannya untuk posisi apa ya Mbak?


📩NIKY MINAMI


Asisten Chef Cakery saayy...jadi kerjanya bantu-bantu chef khusus cake. Rollcake kamu kan enak, aku yakin kamu bisa deh.


📮MALIKA SHARNAZ


Tapi aku enggak ada basic di bidang kuliner Mbak. Aku enggak pernah kursus atau sekolah masak. Aku belajar bikin cake ini juga otodidak. Ijasahku Manajemen malah.


📩NIKY MINAMI


Enggak apa-apa kali sayy, dicoba dulu. Nanti juga ada tes wawancara sama tes skillnya. Kalo misalkan nanti kamu lolos, itu artinya kemampuan kamu emang layak untuk posisi itu. Gimana? Mau yaaa?


Malika berpikir lagi beberapa menit hingga akhirnya ia mengambil suatu keputusan.


📮MALIKA SHARNAZ


Oke deh Mbak, aku coba. Tapi kirim lamarannya kemana ya?


📩NIKY MINAMI


Sebentar aku tanyain suamiku dulu!


📩NIKY MINAMI


Kalo bisa besok kamu langsung ke Pankeki Bakery nemuin Pak Zacky.


📮MALIKA SHARNAZ


Hahhh, besok Mbak????


📩NIKY MINAMI


Iya, soalnya butuh cepet. Ini asistennya Chef Cake udah sebulanan resign, keteteran dia.


📮MALIKA SHARNAZ


Oo, gitu. Oke deh, besok aku ke Pankeki Bakery jam berapa Mbak?


📩NIKY MINAMI

__ADS_1


Sebentar aku tanyain suamiku lagi!


📩NIKY MINAMI


Habis makan siang aja say katanya.


📮MALIKA SHARNAZ


Oke deh Mbak. Makasi banyak yaa infonya.


📩NIKY MINAMI


Sama2. Jangan sampe enggak dateng ya, sapa tau rejeki kamu.


📮MALIKA SHARNAZ


Baik, Mbak!


Setelah menuliskan balasan terakhirnya kepada Niky, Malika langsung menelpon Rima untuk memberitahukan perihal kesempatan yang didapatnya ini.



📱MALIKA SHARNAZ


Halo Rim!


📱RIMA NADYA


Hmmm, apaan?


📱MALIKA SHARNAZ


Besok siang gue mau nitip anak-anak bisa enggak lo?


📱RIMA NADYA


Siang jam berapa, Buk?


📱MALIKA SHARNAZ


📱RIMA NADYA


Bisa sih, tapi bawa ke rumah gue aja ya. Jam segitu kan Mas Satria waktunya pulang.


📱MALIKA SHARNAZ


Oke, enggak masalah, di manapun asal anak-anak ada yang jagain.


📱RIMA NADYA


Emang lo mau kemana?


📱MALIKA SHARNAZ


Gue mau ngelamar kerja di Pankeki Bakery.


📱RIMA NADYA


Haaahh, seriusan lo? Itu kan Bakery terkenal, Buk! Yakin lo mau ngelamar di sono?


📱MALIKA SHARNAZ


Awalnya gue juga ragu, Tanteee! Tapi ini gue disuruh orang dalem.


📱RIMA NADYA


Haahh, kok bisa lo kenal orang dalem?


📱MALIKA SHARNAZ


Jadi gue punya langganan nih, ternyata suaminya orang dalemnya Pankeki Bakery. Dia bilang di sono lagi ada lowongan asisten Chef khusus cake. Nah karena mereka udah suka banget ama rollcake gue jadinya gue besok diminta dateng masukin lamaran.

__ADS_1


📱RIMA NADYA


Gokiiillll, Buk! Ya Udah, jangan sampe enggak dateng. Moga-moga aja rejeki lo yaa!


📱MALIKA SHARNAZ


AAMIIN. Kalo gitu sampe ketemu besok ya. Gue anterin anak-anak dulu ke rumah lo trus langsung cuz berangkat ke Pankeki.


📱RIMA NADYA


Okeeyy, ditunggu.


Dan Malika menutup percakapan via telepon dengan sepupunya itu dengan harapan besar akan esok hari.


***


@PANKEKI BAKERY


Demi menepati waktu yang telah disebutkan oleh Niky kemarin, Malika sampai datang ke toko roti tersebut bahkan sebelum jam makan siang dimulai.


Ketika pertama kali memasuki toko roti itu, hati Malika langsung sumringah. Pasalnya ia mungkin tidak akan pernah masuk ke toko se-terkenal dan sebergengsi ini jika bukan karena suruhan orang dalam untuk melamar kerja di tempat ini.


Setelah memperhatikan sekeliling sejenak, Malika langsung menuju ke front desk untuk menyatakan maksudnya.


"Anu, permisi, mbak! Saya ada janji temu dengan Pak Zacky setelah jam makan siang. Tapi saya malah datang kepagian! Dimana saya boleh menunggu beliaunya ya?" tanya Malika ragu-ragu pada seorang staff yang memakai name tag 'Lidya T'.


"Oh mari saya antar ke ruang tunggu kantor beliau!" jawab petugas di front desk dengan sopan.


Malika mengangguk cepat lalu mulai mengikuti gadis yang berseragam yukata Jepang itu. Selama perjalanan menuju ruang Pak Zacky, Malika tak henti-hentinya berdecak kagum melihat interior dalam toko roti itu.


Emang kalo toko roti legendaris yang udah terkenal banget itu beda yaa, serba elegan dan kelihatan wah. Pikirnya


"Silahkan tunggu di sini, Mbak! Saya akan infokan ke Pak Zacky atas kedatangan anda." ujar staff front desk tadi sambil mempersilahkan Malika duduk di ruangan tunggu itu.


"Ng, Mbak. Maaf...bisa enggak kasih tahu Pak Zacky-nya nanti saja setelah jam makan siang? Saya enggak mau ganggu jam istirahatnya beliau!" pinta Malika.


"Baik, Mbak! Kalau begitu saya permisi!" pamit gadis dari front desk tadi kepada Malika sambil tersenyum.


Malika menunggu dengan sabar. Ia mengisi waktu dengan menonton video tutorial membuat cake dari youtube selama duduk sendiri di ruang tunggu itu.


Sesekali, Malika juga membalas pesan-pesan yang masuk baik dari Rima, dari pelanggan maupun dari grup kuliner yang diikutinya.


Malika sama sekali tidak ingat waktu hingga seorang pria kemudian membuka pintu ruang tunggu itu dari luar.


"Anda yang bernama Malika?" tanya Zacky pada Malika tanpa menutup kembali pintu itu.


Malika refleks berdiri dari duduknya sambil menjawab, "Iya, saya Malika!"


Zacky tampak mengangguk satu kali lalu sambil mengulurkan tangannya ia kembali berkata, "Perkenalkan, saya Zacky Nugroho, salah satu orang yang akan mewawancarai anda hari ini!"


"Saya Malika Sharnaz, Pak! Saya kemari atas instruksi dari Mbak Niky!" jawab Malika sambil menerima jabatan tangan dari Zacky.


"Saya tahu. Silahkan lewat sini." balas Zacky.


Ia lalu membimbing Malika menuju ruang yang lebih lebar yang sepertinya biasa di gunakan untuk meeting karena di ruangan itu hanya ada satu meja panjang dan banyak kursi yang mengelilinginya.


Ada sebuah whiteboard di salah satu sisi dinding dan juga peralatan proyektor di salah satu sudut ruangan.


Zacky mempersilahkan Malika untuk duduk di kursi manapun yang ia mau, sementara ia sendiri duduk berseberangan dengan Malika. Tak lama, masuklah dua orang berpakaian koki ke dalam ruangan tersebut lalu ikut duduk di samping kiri dan kanan Zacky.


Malika cukup terkejut ketika berhadapan dengan salah satu pria berpakaian koki yang dikenalinya sebagai suami Niky. Oohhh, ternyata suaminya Mbak Niky itu koki juga di sini. Pantesaann bisa ngasih rekomendasi buat aku. Pikirnya dalam hati.


Seketika jantung Malika berdebar lebih cepat dari pada sebelumnya. Perasaan aneh yang selalu muncul saat dirinya menatap wajah tampan blasteran Jepang itu.


.


.


.


To Be Continue....

__ADS_1


__ADS_2