SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 1. Keseharian Kia dan Kio


__ADS_3

Keseharian Kia dan Kio


Pagi ini cuaca begitu indah matahari sedang cerah burung pun berkicau merdu mengusik mimpi pagi seorang gadis yang masih terlelap nyaman di kasur kesayangannya.


Namanya Zaskia Anastasya atau yang biasa di panggil Kia gadis SMA yang kini sudah memasuki kelas 11 di sekolah swasta terbesar di kota ini.


Saat tengah asik masih bergelut dengan mimpinya tiba tiba sebuah teriakan mengejutkannya yang tengah bermimpi bersama idol Korea.


"Kiaaaa kebo, bangun woy sekolah ga lo?" Teriak Kio sahabat satu satunya Kia.


"Emm 5 menit lagi yah" gumam Kia malas.


"Heh gua Kio bukan ayah lo"ucap Kio kesal.


Karena sudah tak sabar lagi akhirnya Kio menarik paksa Kia dari kasur kesayangannya menuju kamar mandi.


Byurr


Segayung penuh air menyiram wajah malas Kia.


Kia yang masih asyik tidur sontak langsung membuka matanya lebar lebar, menatap marah keorang yang mengusik tidurnya.


"Kioo apaan si loo?" Teriak Kia nyaring saat tidak terima dengan ulah Kio.


Kio atau nama aslinya Mario Putra Aksana, sebenarnya nama panggilan teman temannya bukan Kio tapi Rio hanya karena saat kecil mereka ingin namanya mirip dia jadi di panggil Kio. Dia adalah sahabat Kia dari mulai mereka Sekolah dasar hingga sekarang SMA, mereka juga tinggal sebelahan.


Karena itu juga setiap hari Kio harus rela menunggu Kia jika ingin berangkat sekolah bukan hanya menunggu lebih tepatnya membangunkan dan memaksa Kia ke sekolah.

__ADS_1


"Makanya bangun kebo banget si lu? Cewek juga" omel Kio setiap harinya ke Kia, iya setiap hari karena hampir setiap hari Kio lah yang selalu membunkan Kia.


"Padahal tadi gue mimpi lagi pacaran sama Jimin" omong Kia sebal.


Iya Kia memang penggemar para Idol Korea.


"Hayalan lo, cepet gih mandi kalau gak gue tinggal" ucap Kio menoyor kepala Kia biar sadar lalu meninggalkan dia agar siap siap.


Disinilah Kio duduk di meja makan keluarga Kia, bersama Bram ayah Kia. Mereka menikmati sarapan pagi berdua.


Kia hanya tinggal dengan Bram ayahnya dan asisten rumah tangganya, sedangakan bundanya sudah meninggal waktu melahirkan Kia dulu. Ayahnya yang masih belum bisa melupakan bunda Kia pun memutuskan untuk membesarkan sendiri Kia tidak mencari wanita lain untuk menggantikan posisi bunda Kia.


"Kia udah bisa bangun Kio?" Tanya bram karena dia sudah malas membangunkan Kia yang udah mirip kebo susah bangun pagi.


"Udah kok yah lagi mandi dia" ucap Kio sambil menikmati roti sebagai sarapannya, sedangkan Bram hanya manggut manggut sudah hapal kelakuan Kio dan Kia.


"Pagi sayang" jawab Bram sambil tersenyum.


"Heh kebo, besok besok kalo gak mau bangun masih mau halu sama Jimin gue tinggal biarin ntar biar dihukum di sekolah" ucap Kio ketus.


"Iya deh iya maaf Kio kan Kio tau Kia gak bisa bangun pagi, kalau gak di bangunin" Kia membuat ekspresi imut di mukanya membujuk Kio agar Kio mau membangunkan dia setiap hari.


"Yaudah deh ayo berangkat" ucap Kio akhirnya.


"Bentar minum susu dulu" ucap Kia langsung duduk di kursinya.


"Lama gue tinggal" omong Kio lalu beranjak ke pamitan ke Bram untuk berangkat.

__ADS_1


"Ayah berangkat dulu" Kio bersaliman.


"Iya itu tungguin Kia nya Kio masa di tinggal, kasian dong" Bram mengingat sebenarnya dia sudah hafal kelakuan keduanya yang seperti itu setiap pagi gusrak gusruk berdua.


"Biarin aja ayah, orang lama gak selesai selesai" ucap Kio lalu berjalan keluar.


Kia mendengar ucapan Kio langsung meningkatkan kecepatan minum susunya segera menyelesaikan dengan beberapa tegukan besar, lalu segera menyusul Kio keluar untuk berangkat bareng setelah pamit ayahnya.


"Ayah Kia berangkat" ucapnya sambil salim lalu berlari keluar.


"Ati ati Ki" ucap Bram setengah berteriak karena kia sudah berlari mengejar Kio.


"Kioo tungguin" rengek Kia manja ke Kio.


Kia dan Kio memang sudah seperti adek dan kakak yang sudah tidak bisa di pisahkan.


"Iya cepet sini, pakek helm dulu" Kio menghela nafas tidak sanggup untuk marah betulan ke Kia.


"Pakein" ucap Kia polos.


"Manja banget si" ucap Kio sambil mengacak acak rambut Kia lalu memasangkan helmnya.


"Biarin wlee" jawab Kia becanda.


Kia memang seperti itu sejak kecil ke Kio dia suka bermanja ke Kio baginya Kio sudah lebih dari Bram sendiri.


Mereka tertawa bersama lalu menaiki motor sport Kio melaju ke sekolahan mereka.

__ADS_1


__ADS_2