SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 36. Menjalankan Misi 2


__ADS_3

Menjalankan Misi 2


Ting ting..


Bel pulang berbunyi tanda berakhirnya pelajaran. Kia bergegas membereskan bukunya dan ingin segera pulang, dirinya ingin istirahat di rumah.


Kenan yang melihat Kia cepat cepat dirinya juga ingin cepat dan pulang bersama Kia.


"Ken gue duluan ya" ucap Kia hendak meninggalkan Kenan.


"Lo tega ya Ki, lo kan Asisten gue jadi lo harus ngerawat gue bukan ninggalin gue gitu aja" ucap Kenan kesal.


Kia mendengus tidak suka tapi dirinya mengiyakan Kenan.


"Iyee, lupa" ucap Kia malas.


Kia menunggu Kenan mengemasi bukunya lalu membantunya berjalan.


Hingga sampai di parkiran Kia membukakan pintu untuk Kenan masuk ke mobilnya.


"Lo bisa bawa mobil?" Tanya Kenan penasaran.


"Ngremehin ya lo"


"Sensi amat si orang tanya baik baik kok, gue belum sembuh gak mau celaka lagi" ucap Kenan tidak pernah mau mengalah.


"Bisa, bawel banget si cepet masuk" ucap Kia yang sudah tidak sabar.


Melihat Kia marah Kenan justru tertawa, menurutnya Kia akan terlihat sangat lucu kalau marah dengan muka imutnya.


Kio yang hendak pulang dengan Vea, melihat itu semua. Dari Kia yang menggandeng tangan Kenan Bahkan membantunya berjalan hingga membukakan pintu mobil dan mengantarkan Kenan pulang.


Tangan Kio terkepal erat melihat itu semua. Ingin rasanya Kio menarik Kia agar bersama dengan dia tapi Kio tidak bisa melakukan itu semua.


Vea juga hanya diam dirinya melihat reaksi Kio akan seperti apa, melihat respon Kio jadi seperti itu. Vea tersenyum gembira dirinya tidak salah membayar mahal Kenan terbukti dia bisa melakukan segalanya.


Setelah melihat mobil Kia menjauh akhirnya Kio juga ingin pulang. Berjalan menuju mobilnya.


"Rio tunggu" ucap Vea mengikuti Kio.


"Kenapa Ve?"

__ADS_1


"Gue nebeng ya, sopir gue ga bisa jemput" ucap Vea bohong.


Dirinya hanya ingin mendekati Kio sebenarnya.


"Oke" mengingat Vea yang takut naik taksi akhirnya Kio mengangguki tidak tega.


Melihat Kio mengiyakan akhirnya Vea segera masuk ke mobilnya sambil tersenyum manis.


Melihat Vea sudah duduk manis Kio segera melajukan mobilnya ingin segera pulang.


"Rio.." ucap Vea tiba tiba di perjalanan.


Kio tidak menjawab dirinya hanya melirik kemudian fokus mengemudi kembali.


"Emm apa mungkin Kia ada hubungan dengan Kenan ya" ucap Vea takut takut.


Mendengar itu Kio segera menghentikan mobilnya menatap Vea serius.


"Maksud lo Vea?


"Em gue hanya penasaran aja si, gak maksud nuduh. Lo liat Kia tadi seperhatian itu ga si sama Kenan? Bukannya Kia selalu cuek sama cowok selain lo ya?"


"Ya gue bukanya gimana gimana nih ya Rio, tapi gue melihat kedekatan mereka itu kek ga wajar gitu loh"


Rio mengingat kembali semua yang dia lihat sejak bertemu Kenan. Rio mengepalkan tangannya tidak suka dan tidak terima kalau Kia menjadi milik orang lain.


Tapi dirinya juga berfikir Kia tidak akan mungkin seperti itu Kio yakin Kia juga punya perasaan sama dirinya.


"Em ga mungkin deh, gara gara cowok itu lagi sakit aja kali, Kia paling ga bisa melihat orang menderita sendirian" ucap Kio menenangkan dirinya lalu melajukan mobilnya kembali.


Vea hanya manggut manggut sekarang. Dia tidak ingin memancing amarah Kio, jadi Vea akan menanam pemikiran itu sedikit demi sedikit.


"Iya mungkin cuma perasaan gue aja kali ya" ucap Vea tersenyum kerah Kio. Lalu terdiam dengan pemikiran liciknya.


Kenan dan Kia sendiri sudah sampai di rumah Kenan. Kia sebenarnya ingin langsung pulang gitu aja tapi melihat keadaan Kenan Kia harus membantu memberikan rumahnya dulu baru pulang.


"Ken.. lo mau makan apa, biar gue pesenin" ucap Kia saat duduk di kursi meja makan Kenan.


"Gausah, lo bersih bersih aja. Gue mandi dulu" ucap Kenan yang berjalan ke kamarnya.


"Oke" Kia mengacuhkan Kenan dirinya melihat rumah yang baru kemarin dia rapikan masih baik baik saja, belum banyak kotoran yang ada hanya sedikit debu jadi Kia tidak harus bersusah payah.

__ADS_1


Melihat cucian Kenan juga kosong Kia tersenyum lebih bahagia setidaknya dirinya tidak harus jadi pembantu sungguhan.


Kia selesai membersihkan itu semua tapi Kenan juga belum keluar dari kamarnya. Perut Kia sudah keroncongan jadi Kia berinisiatif ingin membuat nasi goreng untuknya dan Kenan.


Kia sedikit kebingungan tapi dengan otak cerdasnya Kia segera mencari tutorial yang ada di internet dan memulainya.


Keringat membanjiri tubuh Kia tapi dirinya tetap fokus dengan apa yang dia kerjakan.


Kenan yang selesai mandi mendengar suara gaduh di dapur lalu segera melihatnya penasaran apa yang dikerjakan Kia.


Kenan menganga tidak percaya Kia berusaha masak di sana.


Melihat tingkah lucu Kia Kenan terkekeh tapi tidak mengganggunya dirinya diam diam menonton dari belakang aksi Kia tersebut sambil sesekali tersenyum melihatnya.


Semakin lama Kenan melihat Kia dia baru sadar kalau Kia semakin mirip dengan Almarhum ibunya.


Deg


Perasaan yang hilang selama ini, perasaan akan ibunya dan perasaan bahagia kembali ketika melihat aksi Kia.


Kenan teringat kembali saat dirinya masih kecil sering duduk menunggu ibunya memasak.


Kenan memalingkan muka, dirinya tidak berharap perasaan itu akan muncul lagi.


Saat masih fokus melihat tanpa sadar masakan Kia sudah selesai Kia terkejut melihat Kenan duduk di meja makan belakangnya sambil memandangi dirinya.


Melihat Kenan tersenyum seperti itu, Kia sedikit bahagia dirinya segera menyajikan nasi orang buatannya yang pertama kali itu lalu membawanya ke Kenan.


"Taraa masakan selesai" ucap Kia sambil tersenyum.


Kenan yang sedari tadi bengong dirinya segera memulihkan akalnya dan nenatap Kia yang bercucuran keringat. Menarik tisu lalu mengelapnya.


Kia yang ada di samping Kenan diam membeku dengan aksi Kenan yang tiba tiba, tidak menyangka.


"Apaan si lo" ucap Kia akhirnya sambil tertawa.


Mendengar itu Kenan kembali sadar dengan tindakannya.


"Lo keringetan, kalo netes ke nasi goreng ntar jadi ga enak dimakan" ucap Kenan.


Kia yang tadinya tersenyum gembira langsung menarik senyuman dirinya lupa kalau kenan memang tidak mungkin akan sebaik itu.

__ADS_1


__ADS_2