
Manja
Kini kia mengajak Kio ke halaman belakang rumahnya karena di sana sejuk dengan bunga bunga yang mekar membuatnya tampak cantik.
"Siniin tangannya" ucap Kio saat Kia tengah asik memakan kuenya.
Kio tengah mengutak-atik tangan Kia mengecek keadaan lukanya, syukurlah sudah mulai membaik bahkan sudah mulai mengering.
"Udah baikan nih besok bisa masuk, tapi jangan kena air dulu ya" ucap Kio mengingat Kia.
"Iya" jawab Kia yang masih asik memakan kue tidak peduli dengan tindakan Kio.
"Kii" panggil Kio.
"Hm"
"Suapin" suara Kio tiba tiba.
Uhuk uhuk.
Kia tersedak kuenya sendiri. Suara lembut Kio mengejutkannya hingga tersedak.
"Eh bentar bentar" Kio berlari kencang ke dapur untuk mengambil air.
"Nih mih minum" ucao Kio menyerahkan segelas air sambil menepuk nepuk punggung Kia.
"Makanya pelan pelan kalau makan kek takut mau dicuri aja" ucap Kio.
"Ya habis kan Kia suka kuenya, apalagi dari Kio" ucap Kia sambil tersenyum
Kio yang gemas melihatnya hanya mengacak acak rambut Kia dengan gemas.
"Siniin kuenya"
__ADS_1
"Gak ntar lo habisin" ucap Kia menolak.
"Enggak" jawab Kio sambil berdecak, lalu merebut kue dari tangan Kia.
"Nih aa" ucap Kio tiba tiba menyiapi Kia.
Deg deg
Jantung Kia mulai berdetak tak normal, entahlah setiap dia ada si samping Kio akan ada reaksi tak wajar dari tubuhnya.
Kia ragu ragu membuka mulutnya menerima suapan dari Kio.
Lama bercengkrama bersama kini kue di tangan Kio sudah habis di makan oleh Kia semua.
"Mandi sana, lo bau" ucap Kio sukses membuat Kia melotot.
"Apaan enggak" jawab Kia tidak terima.
"Iya lo tu bau, sana cepetan pergi mandi" ucap Kio.
Kini tinggal Kio yang duduk di kursi halaman belakang.
Dia merebahkan dirinya disana menikmati semilir aingin berhembus hingga tanpa sadar dia malah tertidur di sana.
Kia yang sudah selesai mandi pun menghampiri Kio tapi disana dia malah Melih Kio berbaring nyaman di kursi itu.
"Kii.." ucapnya tidak jadi karena tidak tega membangunkan Kio.
Akhirnya Kia mengangkat kepala Kio agar bisa tidur di pahanya.
Dia duduk sambil memandangi wajah tampan Kio yang sedang terlelap nyenyak di pangkuannya.
"Kio gue sayang sama lo" ucap Kia lirih sambil memainkan hidung mancung Kio.
__ADS_1
Setelah puas memandangi wajah Kio kini Kia membiarkan Kio tertidur, dirinya hanya mengusap ngusap kepala Kio sambil menatap bunga bunga di hadapannya.
Kini Kia berharap waktu bisa berhenti berputar membiarkan dia menikmati momen itu selamanya dengan Kio.
Saat masih sibuk mengusap kepala Kio sambil menatap bunga, sebuah lengan tiba tiba melingkar di perut rata Kia.
Kio tengah mencari posisi nyamanya.
"Kioo bangun" ucao Kia sambil menepuk pipi Kio
"Hm" ucap Kio terlihat enggan membuka matanya.
Kia hanya tersenyum melihat kelakuan Kio, mungkin tadi dia capek di sekolah akhirnya dia membiarkan saja.
Satu jam berlalu Kia masih setia mengelus elus rambut Kio yang masih nyenyak tertidur hingga kini Kio sudah mulai membuka matanya menatap Kia dalam diam karena Kia tidak tau kalau Kio sudah terbangun.
"Nyaman" batin Kio.
Dia enggan beranjak untuk bangun, tapi dia kasian dengan Kia karena pasti pegal duduk terus dengan posisi itu, akhirnya Kio bangun.
Dia menggigit tangan Kia yang tengah mengusap rambutnya.
"Auu.. Kio sakit" ucap Kia kesal.
"Hehe" jawab Kio meringis.Kini dia mencubit hidung Kia lalu duduk di sampingnya.
"Sana mandi, tadi ngatain Kia bau sekarang yang bau Kio" ucao Kia sambil menyumbat hidungnya.
"Apaan orang gue wangi" Kio tidak terima
"Wangi dari hongkong" ucao Kia lalu meninggalkan Kio masuk kedalam rumah.
"Kia tungguin, kita kerumah gue yuk, disini sepi gak ada makanan lagi, di rumah mama pasti sudah masak" ucap Kio mengikuti Kia masuk.
__ADS_1
Lalu disinilah mereka duduk di meja makan rumah Kio bersama mama dan papa Kio.