SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 12. Jalan Bareng


__ADS_3

Jalan Bareng


Kia sudah siap dengan dandanannya kini dia tengah menunggu Kio menjemput untuk bergi bersama.


"Kiaa" panggil Kio sambil masuk ke rumahnya.


"Kioo jangan teriak, Kia udah siap kok" suara Bram mengejutkan Kio.


"Ayah kapan sampe?"


"Tadi siang, tuh Kia" ucap Bram sambil menunjuk Kia yang sedang menuruni tangga.


"Wah anak ayah makan apa, kenapa bisa imut gitu" ucap Kio asal


Bram hanya tertawa menanggapi karena memang Kia sudah imut dan cantik dari kecil.


"Kio lo apaan si" ucap Kia malu


"Ayo tuan putri" ucap Kio di buat buat.


"Haha apaan si Kio" Kia memutar matanya menatap Kio.


Kia sebenarnya sangat senang karena pujian Kio tadi dia berdandan dengan cermat haya agar dia bisa membuat Kio terpesona dan ternyata Kio memujinya.


"Ayah, putrinya Kio ajak main bentar" ucap Kio ke Bram pamitan.


"Tuan putri harus sudah pulang tidak melebihi tengah malam" ucap Bram di buat buat


"Akan saya ingat yang mulia" ucap Kio mengikuti gaya Bram.


Kia hanya terkikik geli melihat keduanya karena memang sudah biasa seperti itu dia tidak heran tapi tidak juga bosan.


"Mari tuan putri" ucap Kio memberi jalan ke Kia.


"Apaan si Kio" ucapnya


"Ayah Kia jalan duluan ya" pamitnya pada Bram lalu berjalan keluar sama Kio.


Kio malam ini menggunakan mobil bukan motor karena angin malam tidak bagus untuk kesehatan jadi dia lebih memilih menggunakan mobil.


"Kio kita mau kemana?" Tanya Kia lagi dia sangat penasaran, karena kalau Kio menyembunyikan tempat itu pasti akan ada hal menarik di sana.


"Rahasia" ucapnya sambil menjulurkan lidahnya mengejek Kia.


Kia hanya mendengus menatap jalanan malam yang sunyi dan penuh lampu lampu indah.


Kia sangat menyukai pemandangan dengan banyak lampu dan ketenangan jadi dia hanya duduk diam membiarkan Kio mengemudi dengan fokus.


30 menit perjalanan kini Kia dan Kio berada di keramaian orang orang yang sedang menikmati malam.

__ADS_1


"Kioo ayo naik itu" ucap Kia bersemangat.


Kini mereka berada di sebuah pasar malam yang letaknya tidak terlalu jauh tapi berada di bagiam pinggir kota.


"Ayo" ucap Kio mengiyakan Kia.


"Kyaa lihat Kio semua terlihat kecil dari atas sini" ucap Kia tersenyum gembira.


Melihat Kia yang tertawa dan tersenyum lepas Kio sangat senang dia terlihat sangat sangat cantik.


Kia memang sangat menyukai pasar malam karena banyak lampu dan permainan yang menarik, apalagi pasar malam tidak selalu ada hanya di hari hari tertentu.


"Makasih Kio" ucap Kia sambil memeluk Kio erat setelah turun dari kincir angin.


"Apa si cuma gini doang senang banget biasanya kalau ada juga gitu lo" ucap Kio sambil membalas pelukan Kia.


"Beda ini spesial" jawab Kia


"Apanya yang beda?" Tanya Kio penasaran


"Karena kita udah dewasa, dulu waktu kesini selalu sama mama papa sekarang cuma kita berdua" ucap Kia semangat.


Kio hanya tersenyum melihatnya.


"Kia kenapa lo semakin cantik sih, gua gak bisa kehilangan lo Ki gue akan bikin lo selalu bahagia dan bersama gue terus selamanya". Batin Kio sambil menatap Kia lembut.


"Beli jajanan yuk" ajak Kio.


"Kio aaa" ucap Kia hendak menyuapi


Kio segera membuka mulutnya lebar lebar menerima suapan Kia dengan semangat.


"Haus ga? Gua beli minum bentar ya" ucap Kio lalu berdiri untuk membeli minuman.


Sedangkan Kia hanya mengangguk asyik menikmati arum manis.


Kini kio tengah berdiri di sebuah kedai untuk membeli minuman. Dia bergegas tidak mau meninggalkan Kia sendiri di sana karena bahaya.


Saat hendak berbalik untuk pergi dia tidak sengaja menabrak seseorang.


Brukk


Air minum yang di pegang Kio jatuh semua.


"Eh sori sori" ucap orang itu terdengar suaranya seorang wanita.


"Gapapa" ucap Kio sambil melihat wanita itu lalu berbalik untuk membeli lagi.


"Rioo" panggil wanita itu.

__ADS_1


"Hmm?" Tanya Kio mengernyitkan alisnya merasa tidak kenal dengan orang tersebut.


"Gue vea yang dulu di tempat kue" ucap wanita itu semangat.


Kio diam mengingatnya lagi.


"Ohh lo iya iyaa.." ucap Kio akhirnya ingat.


"Gue ganti deh minum lo, biar adil" ucap vea sambil tertawa.


Kio hanya mengangguk mengiyakan karena dulu juga dia melakukan hal yang sama jadi dia membiarkan saja.


"Nih, sory ya" ucap Vea lagi.


"Ah santai" jawab Kio sambil tersenyum.


"Btw lo kesini sama siapa Ri?"


"Kio lama" penggil Kia dari jauh sambil berjalan mendekat.


"Ah iya gue sama Kia, itu orangnya" ucap Kio sambil menunjuk Kia.


Vea hanya tersenyum datar melihat Kia yang berjalan mendekat ke arahnya dan Kio.


"Kio kok kamu lama banget katanya cuma mau beli minum" tanya Kia langsung ke Kio mengabaikan keberadaan Vea.


"Ah iya tadi gue gak sengaja nabrak Rio jadi tumpah harus beli lagi" ucap Vea ke Kia.


"Hm siapa?" Kia baru sadar kalau Kio bersama orang lain.


"Ah iya kenalin gue Vea" ucap Vea sambil mengulurkan tangan mengajak berjabat tangan.


"Kia" ucap Kia lagi lalu meraih minuman itu langsung di minumnya.


"Ki pelan pelan ntar tersedak loh" ucap Kio memperingatkan.


Kio tadi hanya diam saja karena takut reaksi Kia akan marah ternyata Kia tidak apa apa.


Vea hanya menatap heran dua orang yang ada di depannya lalu hendak pamitan untuk pergi.


"Eh iya Rio Kia gue duluan mau pulang" ucapnya.


"Ah iya Ve" ucap Kio sambil tersenyum


"Iya makasih minumannya" ucap Kia sambil tersenyum.


Vea tidak berlama lama langsung meninggalkan Kia dan Kio berjalan menjauh dari mereka.


"Udah malam pulang yuk" ajak Kio tiba tiba.

__ADS_1


"Ayo" Kia mengiyakan.


__ADS_2