SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 17. Caper


__ADS_3

Caper


Kia yang lelah menangis kini dia hendak duduk di bangkunya sebelum suara panggilan membatalkannya untuk duduk.


"Kiaa" panggil suara itu.


Suara orang yang membuatnya menangis tadi.


"Eh iya Kio, kenapa?" Tanya Kia berusaha menutupi matanya yang agak bengkak karena habis nangis.


"Sabar, Gue ga boleh nangis depa Kio" batin Kia menguatkan.


Melihat Kio hanya diam sambil mendelik ke arahnya, Kia segera mengucek matanya pura pura memasukkan debu.


"Ah Kio mata aku habis kemasukan debu nih perih banget dari tadi" ucap Kia berbohong.


"Sini lihat" ucap Kio.


Vea yang diam sambil melihat dari tadi akhirnya bicara.


"Kia gapapa?" Tanya Vea menyela.


"Ah gausah Kio, udah gapap kok nanti juga sembuh tadi udah aku kasih obat tetes mata kok" ucap Kia berusaha meyakinkan.


"Hm yaudah kekantin yuk" ucap Kio mengajak Kia.


Saat Kio hendak meraih tangan Kia, tangan Vea dengan cepat meraih tangan Kia lebih dulu lalu menggandengnya mengajak ke kantin.


Sekarang Kia hanya diam pura pura tidak terjadi apa apa. Dia melirik Kio yang tengah tersenyum melihatnya dan Vea.


Mereka berjalan bersama saling bergandengan menuju kantin.


"Kia duduk aja ya biar aku sama Kio yang pesenin" ucap Vea lembut.


Kia hanya tersenyum lembut berusaha menutupi hatinya.

__ADS_1


"Kia harus sabar, Vea juga udah temenan sama Kia dan Kio. Kia gak boleh marah apalagi cemburu, nanti Kio bisa marah sama Kia." Ucap Kia terus terusan dalam hati.


Kia hanya melihat mereka dari belakang, menatap dalam diam.


"Nih dimakan, mie ayam aja ya, katanya bosen makan baso terus" ucap Kio menyerahkan makanan Kia. Dia berusaha tersenyum sambil mengangguk.


"Kio ga ada rapat hari ini?" Tanya Kia sambil makan.


"Gak ada kosong beberapa waktu ini, soalnya gak ada kegiatan jadi OSIS juga gak ada rapat" ucap Kio sambil tersenyum.


"Kio tolong dong ambilin sambel" ucao Vea disela percakapan mereka.


"Nih tuangin, dikit aja jangan banyak banyak" ucapnya sambil meajukan mangkuknya di depan Kio.


Kio hanya menurut menuangkan sambel ke dalam mangkuk Vea.


Kia hanya diam tidak mau bicara apapun, dia makan semua mienya sampai habis karena terlalu lapar, capek setelah nangis tadi.


"Lo doyan apa laper Ki?" Tanya Kio sambil bercanda.


Uhuk uhuk


Vea batuk batuk tersedak makanannya.


Saat Kia hendak menyerahkan air minum Kio lebih dulu menyerahkan air minum tersebut ke Vea sambil nepuk nepuk punggungnya.


"Makannya pelan pelan gak ada yang mau nyuri" ucap Kio ke Vea terlihat khawatir.


"Makasih" ucap Vea saat sudah enakan.


Kia diam melihat mereka hanya perasaan Kia saja atau memang Vea mencari perhatian Kio terus. Kia hanya duduk diam menunggu mereka makan sambil mengaduk ngaduk minumannya.


"Eh Kia kalau lo nungguin kita lama lo duluan aja, gue sama Kio mau ke perpus soalnya" ucap Vea yang melihat Kia bosan.


"Iya Vea minta di ajarin" ucap Kio mengimbuhi.

__ADS_1


Deg


Hati Kia sakit mendengar jawaban itu. Entah terlalu baper atau memang benar perasaannya kalau Kio seperhatian itu sama Vea


"Em yaudah gue duluan" ucap Kia akhirnya.


"Bareng aja Ki, ntar kan juga searah" ucap Kio menahan Kia.


"Tapi Rio kasian Kia matanya masih merah loh, lagian kita juga masih lama makannya" ucap Vea lagi.


Kia memandangi keduanya.


" Udahlah gue duluan aja Kio lagian gua juga bisa kok kembali sendiri, gue duluan ya" ucap Kia lalu pergi meninggalkan keduanya.


Lama dia berjalan tidak juga suara Kio mengahampirinya pendengarannya.


Kia tertawa sendiri.


"Mungkin memang Kio lebih milih Vea" ucapnya lalu berjalan lebih cepat kedalam kelasnya meminta izin ingin pulang lebih dulu.


Kio terkejut melihat reaksi Kia seperti itu. Kio diam sedari tadi mencoba berfikir tapi tidak ada masalah apapun setahu Kio.


Kio hendak berdiri ingin mengejar Kia namun Vea menghentikannya.


Prankk


Mangkuk bakso Vea jatuh pecah dan kuah dari basonya menyiram badannya.


"Auu panas" ucap Vea kesakitan.


"Berdiri Ve" Kio segera menarik Vea agar kuah yang tumpah mengalir ke bawah.


"Lo gapapa?" Tanya Kio khawatir.


"Panas panas"

__ADS_1


__ADS_2