
Vea
Hari ini semua orang heboh dengan datangnya murid baru yang katanya cantik kaya bidadari itu. Tapi Kia hanya cuek tidak ikut berkomentar. Kia hanya merasa itu semua tidak penting karena tidak ada hubungannya dengan dirinya.
Guru pertama yang megajar tidak datang jadi dia hanya diam mengerjakan soal di kelasnya.
Selesai itu hanya main game yang ada di ponselnya sambil membuang bosan. Wajar Kia tidak mempunyai teman di kelasnya karena mereka tidak suak Kio terlalu dekat dengan Kia. Dan murid laki laki banyak yang di acuhkan Kia, jadi di tidak mau lagi mengajaknya bicara.
Bel istirahat berbunyi kini Kia menatap jendela hendak ke kantin karena haus dia menunggu Kio tapi dia tidak kunjung datang. Karena lama akhirnya Kia berjalan ke kantin sendirian.
"Eh tau gak lo cewek baru itu katanya sebangku sama Rio"
"Ah mending deh dari pada sama si itu terus mending dia sama yang lain"
"Eh tapi dia cantik abis lagi, gimana dong"
"Dia anak kepala sekolah. Gak bisa di apa apain biarkan saja"
Suara cewek cewek yang tengah menghosip terdengar di telinga Kia.
Dia berhenti sejenak dari langkahnya.
"Kio sebangku dengan cewek?" Perkataan itu mengganggu pikiran Kia.
"Ah mungkin cuma teman lagian dia murid baru juga" piki Kia lagi.
Lalu dia mulai berjalan lagi ke kantin untuk beli minum.
Tepat di pintu kantin dia melihat Kio tengah duduk berdua dengan seorang cewek.
"Vea?" Kia bertanya pada dirinya sendiri.
Vea yang dia lihat waktu di pasar malam.
Kia hendak pergi Melihat itu dia agak sedih. Tapi setelah dipikir pikir lagi dia tidak bisa marah begitu saja, mungkin mereka bersama karena dia anak baru tidak tau jalan di sekolah ini.
"Ehem" deheman Kia mengejutkan mereka.
Kio langsung menoleh melihat Kia tengah berdiri di sampingnya.
"Kia.. lo mau makan? Makan apa biar gue pesenin" tanya Kio semangat.
"Vea ya?" Tanya Kia ke Vea sambil mengacuhkan pertanyaan Kio.
" Eh iya gue Vea, yang kemarin di pasar malam" jawab Vea sambil tersenyum manis ke Kia.
Kia hanya manggut manggut.
"Kio makan apa? Bagi dong" Kia duduk dan langsung menarik mangkuk Kio memakan basonya.
"Lo laper banget? Gue pesenin yang lain ya?" Tanya Kio sambil menatap Kia yang tengah makan dengan lahap.
__ADS_1
"Gausah ini aja. Kio mau? Jawab Kia sambil menawari Kio baso ingin menyuapinya.
"Aa" ucap Kia lagi.
Kio tersenyum lalu mulai membuka mulutnya menerima suapan dari Kia.
Vea hanya terdiam melihat reaksi keduanya diam diam mengepalkan tanganya kesal.
"Kio nanti pulang samperin ke kelas ya" ucap Kia di sela makan keduanya.
"Iya, kan biasanya juga gitu" jawab Kio.
"Eh iya Ki ini Vea teman sebangku gue kalau misal gue lagi sibuk nanti lo sama dia aja ya" Kio lembut ke keduanya.
"Iyaa" Kia tersenyum tulus.
Sedangkan Vea hanya tersenyum tanpa mengucapkan apapun.
"Vea cantik banget si" ucap Kia asal.
"Haha lo juga imut kok Kia" ucap Vea sambil tersenyum memandanginya.
Mereka saling tersenyum memandangi masing masing Kia berharap untuk bisa akrab dengan dia supaya dia punya teman selain Kio di sekolah ini.
"Btw kalo boleh tau lo kenapa manggil Rio dengan Kio?" Tanya Vea penasaran.
Kia hanya tertawa sebelum menjelaskan.
Sedangkan Kio hanya mencibir.
"Padahal dia yang maksa buat gue nyamanin namanya"
"Mana ada lo tuh yang maunya nyamanin" jawab Kia tidak mau kalah.
"Haha lucu ya kalian. Gue Kira kalian pacaran taunya sahabatan dari kecil lagi, sweet banget si" ucap Vea memotong perdebatan mereka.
"Haha ya gitu deh" jawab Kio.
Sedangkan Kia hanya tersenyum.
"Aku inginya juga lebih dari sahabat" batin Kia menjerit.
Lalu mereka tertawa bersama.
"Udah bel kembali ke kelas yuk" ajak Kio akhirnya.
"Ayo, anterin ke kelas dulu ya" ucap Kia ke Kio.
"Iyee apasih yang enggak buat lo" ucap Kio menggoda Kia.
"Bisa aja" ucap Kia sambil tertawa.
__ADS_1
Vea juga hanya tersenyum bersama mereka.
Kini mereka berjalan bersam ke kelas Kia lebih dulu sebelum ke Kelas Kio dan Vea karena mereka mengantarkan Kia.
"Sana belajar yang bener" ucap Kio ke Kia
Kia hanya mengangguk lalu masuk ke kelasnya. Kio dan Vea juga mulai berjalan ke kelas mereka.
Kia mengamati keduanya berjalan menjauh, sebelum akhirnya duduk di bangkunya.
"Vea baik kok gak mungkin bakal jahat ke aku dan Kio" oikir Kia dalam hati.
Kini dia fokus belajar lagi hingga jam pulang sekolah.
Saat pulang sekolah hari ini Kio ada rapat OSIS jadi terpaksa Kia harus menunggu Kio di taman biasanya. Lama dia menunggu tapi Kio tak kunjung tiba. Dia malas untuk mencarinya dan ponselnya habis batre juga jadi terpaksa dia duduk diam disana menunggu.
"Kio lama deh" ucap Kia sebal
Pasalnya Kia sudah menunggu Kia selama satu jam tapi tidak datang juga biasanya Kia hanya menunggu 30 menitan.
Setelah hampir satu setengah jam akhirnya Kio terlihat berjalan bersama Vea.
Mereka berjalan bersama sambil bercanda satu sama lain.
Kia yang sudah menunggu lama akhirnya hanya cemberut ke memandangi mereka.
"Kioo" teriak Kia memanggilnya.
Mendengar suara Kia Kia menoleh kearahnya melihat kalau Kia duduk di kursi tempat biasanya dia menunggu kalau Kio sedang rapat.
Kio segera berlari mengahampirinya bersama Vea.
"Kio lo lama banget ngapain aja?" Tanya Kia kesal karena sudah menunggu lama.
"Duh sori Kia tadi habis rapat Kio aku suruh ajarin soal soal, aku belum faham" jawab Vea sambil meringis.
Melihat Vea bicara seperti iti dia tidak jadi marah. Kia faham kalau memang Vea murid baru jadi masih butuh penyesuaian.
"Maaf Kia tadi Kia telfon gak aktif hp kamu ku kira udah pulang duluan karena lama, maaf ya" ucap Kio merasa bersalah.
"Hm gapapa, yaudah ayo pulang Kia capek" ucap Kia.
"Vea gue sama Kia duluan ya dah" ucap Kio pamitan.
"Duluan Vea" Kia tersenyum lembut.
Kini Kia dan Kio berjalan bersama meninggalkan Vea disana.
"Kia lagi" ucap Vea sambil menatap tajam kearah Kia.
"Apasih bagusnya cewek itu Kio kaya apa apa harus dia banget" ucap Vea sebal lalu menghentakkan kaiknya sebal sebelum berjalan pergi untuk pulang juga.
__ADS_1