SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 3. Mawar Putih


__ADS_3

Mawar Putih


Sekolah dilanjutkan seperti biasa hingga pulang sekolah. Kini Kia tengah duduk di kursi yang ada di taman sekolah menunggu Kio yang masih rapat osis. Kia sebenarnya bisa pulang duluan tapi dia justru malah ingin menunggu Kio selesai.


"Dor" suara orang mengagetkan Kia yang tengah menatap bunga bunga di taman.


Kia memang pencipta bunga, terlebih lagi mawar putih yang ada di taman sekolah itu.


"Kyaa... Kio ih ngagetin" teriak Kia kencang karena terkejut.


"Hahaha ngeliatin apaan si lo?" Tanya Kio penasaran.


"Liat deh bunga itu Kio dia bebas bisa memancarkan warnanya, menarik serangga agar mau mendekatinya, memancing orang untuk memetiknya.. liat deh indah ya" ucap Kia sambil menunjuk bunga mawar yang tengah mekar indah.


"Lebay deh lo Ki, pulang yuk" ajak Kia.


"Ih Kio serius" jawab Kia kesal.


"Iyaa, udah ah ayo pulang udah sore loh".


Kia menatap sekeliling memang sudah jarang ada orang, mereka sudah pulang semua akhirnya dia mengangguk mengiyakan Kio.


"Beliin bunga ya tapi" pinta Kia akhirnya memiliki ide mengerjai Kio.


"Bunga apaan? Buat nyekar?" Kio menanggapi dengan becanda.


"Ih Kio gitu, mau bunga mawar Kio kaya itu" masih sambil menunjuk bunga di taman.


"Iye iye bawel" ucap Kio lalu mencubit hidung Kia.


"Makasih Kio, sayang deh" ucap Kia dengan gemas.


Mereka tertawa bersama lalu berjalan menuju parkiran untuk pulang sekalian membeli bunga untuk Kia.


Setelah 10 menit perjalanan dia sampai di sebuah toko bunga, disana banyak banget bunga yang tentu saja semuanya indah. Tapi Kia hanya mau bunga mawar putih kesukaanya. Alhasil dia membawa sebuket bunga mawar karena Kio tidak mau membelikan yang masih ditanam.


Sampai di rumah Kia masih kesal karena Kio yang tidak mau membelikannya bunga yang masih di tanam.

__ADS_1


"Udah dong Ki, masa ngambek mulu" ucap Kio membujuk Kia yang masih cemberut sambil memegang buket bunganya.


"Kia ingin yang masih di vas".


"Iya besok deh itu udah 100 tangkai loh, masa masih manyun aja si?".


"Ya habis Kia ingin yang di masih hidup".


"Udah ah ganti baju saja, ke rumahku yuk" ajak Kio akhirnya.


"Mau ngapain?".


"Adadeh ayo".


"Iya bentar".


Akhirnya Kia berlari membawa bunganya ke dalam kamar untuk ganti baju juga.


Tak lama hanya 5 menit Kia sudah selesai dengan aktivitasnya lalu mengehampiri Kio untuk pergi ke rumahnya.


"Udah ga marah nih?" Goda Kio.


"Masih sebel tapi yaudah gapap besok bisa beli lagi, kan Kio banyak uang" ucap Kia sambil tersenyum lebar.


"Ye maunya elo Ki" Kio berdecak sebal.


Lalu mereka menaiki motor melaju ke rumah Kio, sebenarnya rumahnya mereka hanya berjarak satu rumah saja tidak perlu naik motor, tapi karena tadi Kio belum pulang dia jadi membawa motor.


"Assalamualaikum mama" ucap Kio salam ke bundanya.


"Wallaikumsallam" jawab Bela mama Kio dari arah belakang rumah.


"Mama Bela" Kia langsung berlari mencari mama Kio ke belakang.


"Ye udah ketemu mama gue di cuekin dasar Kia" ucap Kio kesal lalu masuk ke kamarnya.


"Mama lagi ngapain?" Tanya Kia melihat Bela di belakang.

__ADS_1


"Eh Kiaa.. ini lagi nyiramin bunga mama, kamu udah makan sayang?" Tanya Bela.


"Belum ma" ucap Kia nyengir.


"Sana makan dulu sama Kio tadi mama masak banyak" ucap Bela ke Kia.


Sama seperti Bram yang menganggap Kio seperti anaknya sendiri orang tua Kio juga sudah menganggap Kia seperti anaknya sendiri. Terlebih Kia sudah menganggap Bela seperti ibunya sendiri juga.


"Oke ma" lalu dia masuk lagi untuk makan.


"Kioo" Kia memanggil Kio dari dapur.


Tapi setelah lama menunggu Kio tidak juga datang akhirnya Kia menghmpiri Kio di kamarnya.


"Kioo" ucapnya sambil membuka pintu kamar Kio


Tidak ada orang, sepertinya Kio tengah mandi karena ada suara gemericik air mengalir di kamar mandi, akhirnya Kia memilih menunggu Kio di balkon kamarnya.


Lama di sana duduk sambil main hp, tapi Kio tak kunjung selesai juga akhirnya dia masuk lagi kedalam kamar Kio untuk memanggilnya agar cepet selesai.


"Ki..." Suara kia terhenti melihat penampilan Kio.


Clek.


Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok Kio yang hanya mengenakan handuk di bagian bawah dan telanjang dada di bagian atas ditambah rambutnya yang basah.


"Hayolo ngapain bengong, gue ganteng kan" goda Kio ke Kia yang tengah melongo menatap dirinya


Sebenarnya dulu waktu mereka kecil, mereka mandi bersama waktu main. Tapi setelan mereka mengerti batasan mereka tidak pernah melakukan hal itu lagi. Dan baru sekarang Kia melihat Kio telanjang dada lagi karena Kio selalu membawa baju ketika tau Kia ada di dalam kamarnya.


"Kioo buruan ganti baju sana" Kia berteriak sambil menutupi pipinya yang merah melihat tubuh Kio.


"Gila Kio ganteng banget, duh gue deg deg an lagi" batin kia tiba tiba.


"Ya lo keluar Kia, gimana gue mau ganti kalau lo di dalam?" Tanya kio sambil terkekeh melihat ekspresi kikuk Kia.


"Iya gue keluar" ucap Kia akhirnya sadar lalu meninggalkan kamar Kio.

__ADS_1


__ADS_2