SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 34. Satu sekolah


__ADS_3

Satu sekolah


Kia mengeluarkan mobilnya dengan hati hati lalu mengemudi pelan pelan, Kia sudah memiliki SIM meskipun dirinya selalu bersama Kio, Kia aslinya bisa mengemudi sendiri hanya karena Kio selalu mengajak Kia bersamanya jadi Kia tidak perlu repot-repot mengemudi sendiri ke sekolah.


Sampai di sekolah Kia memarkirkan mobilnya lalu segera masuk ke dalam sekolah. Berjalan cepat ke kelasnya, Kia terlalu malas kalau melihat Kio ataupun Vea, jadi Kia menghindari mereka sementara waktu.


Kelasnya masih sepi, murid murid juga belum pada datang jadi Kia memutuskan untuk bermain game sebentar dirinya tidak tahan kalau harus menunggu dalam diam. Kia biasanya memilih membaca novel atau main game di ponselnya.


Lama Kia bermain hingga tak sadar kalau teman temannya sudah hampir masuk kelas semua.


Saat masih asik bermain tiba tiba ada yang merebut ponselnya membuat Kia terkejut.


"Ehh.. eh.." ucap Kia reflek tangannya mengikuti arah ponselnya yang di tarik ke atas.


"Lo ngapain di sini? Butuh sesuatu? Gue masih sekolah ntar deh pulang sekolah gue mampir" cerocos Kia tanpa sadar saat melihatnya.


"Sakit Kia" ucap orang itu sambil di buat buat.


"Eh mana Ken yang sakit? Lo sih ngapain ke sini, mending istirahat di rumah kan" ucap Kia benar benar khawatir.


"Haha.." Kenan tertawa bukannya menjawab.


Kia memang mudah di tipu pikir Kenan.


"Heh bambang malah ketawa" Kia berdecak kesal.


"Liat gue baik baik deh Ki, apa yang beda dari gue" ucap Kenan dengan semangat.


Kia diam sebentar memandangi Kenan, apa yang salah dengan kenan hari ini. Lalu dia menyadari baju yang dipakai Kenan adalah seragam sekolahnya.


"Lo lo sekolah di sini?" Tanya Kia terkejut.


"Yap" ucap Kenan sambil tertawa geli.


"Wah lo nuntut tanggung jawab gue sampai ke sekolah? Wah gila deh lo kayaknya Ken"


"Heh munaroh, siapa yang nuntut tanggung jawab lo, emang udah kewajiban lo aja ngerawat gue. Dan lagi ga usah geer gue nyariin lo. Emang gue pindah sekolah ke sini sebelum terjadi kecelakaan itu" ucap Kenan judes.


Kia yang tadi tersenyum pun kembali mendengus sebal.


Kia tidak yakin harus tertawa atau menangis, Kenan lebih merepotkan dari Kio dan Vea nyatanya.


"Kelas lo dimana? Ga nyari guru dulu?" Tanya Kia akhirnya.


"Em disini"


"Apa?" Ucap Kia terkejut.


"Biasa aja kali" ucap Kenan lalu langsung duduk di samping Kia.


Anak anak dikelaspun sedari tadi juga hanya memandangi Kenan dan Kia karena mereka asing dengan sosok Kenan jadi itu membuat banyak perhatian dari mereka.

__ADS_1


"Eh jangan duduk di sini" Kia berusaha meminta Kenan supaya berpindah.


"Kenapa? Lo kan Asisten gue mending gue duduk di sini agar mudah nyuruh lo ntar"


Kia diam tidak mau menanggapi Kenan lagi, saat moodnya sudah baik karena tidak bertemu Kio malah Kenan datang dengan segala sikap menyebalkannya.


Kia juga tidak menghiraukan murid yang berbisik bisik tentang dirinya, sebenarnya mereka bukan bisik bisik karena faktanya suaranya terdengar walau tanpa benar benar mendengarkan.


"Dasar ganjen, Kio pergi udah nyari yang baru lagi pasti"


"Haha gunain dukun deh kayanya, semua cowok ganteng mau aja sama dia"


"Iya deh heran, cantik juga enggak"


Dan banyak lagi suara suara mereka yang sudah biasa terdengar di telinga Kia.


Brakk


Saat Kia hanya diam tiba tiba suara gebrakan meja mengejutkan semua orang. Kenan tiba tiba menggebrak meja begitu saja.


"Kalian kalo ga tau apa apa mending diam deh" ucap Kenan sambil menunjuk anak anak yang tadi bicara.


Mendengar suara marah kenan mereka semua terdiam lalu kembali ke bangkunya masing-masing.


"Gausah sok baik deh" ucap Kia mencibir Kenan.


"Dibaikin ga mau di jutekin makin salah lama lama ntar lo suka sama gue deh gue rasa" ucap Kenan sambil menaikkan alisnya menggoda Kia.


Saat keduanya masih asyik berdebat wali kelas mereka masuk ke dalam kelas lalu memperkenalkan Kenan sebagai murid baru, karena kaki kenan masih sakit Kenan hanya berdiri menunjukkan dirinya saja, selebihnya walikelasnya yang menjelaskan.


Setelah itu mereka juga harus melanjutkan pelajarannya jadi tidak ada yang saling bergurau hingga jam istirahat.


"Ki gue laper" ucap Kenan tiba tiba setelah mendengar suara bel.


"Makanlah"


"Makan elo ya"


Kia mendelik ke arah Kenan dengan sengit.


"Becanda Ki, jutek amat perasaan elo yang jadi asisten gue"


"Yakalau laper makanlah Ken masa iya laporan sama gue" ucap Kia enteng.


"Makan apa Kia, disini cuma ada lo sama kertas sama bulpen noh, masa iya gue makan kertas" Kenan kesal karena Kia tidak mengerti juga.


Kia baru sadar kalau kenan tidak mempunyai makanan.


"Ahaha gue lupa, yaudah sana ke kantin"


"Kiaa" sebelum Kenan menjawab ada sosok lain yang memanggil Kia.

__ADS_1


Deg


Kia memandangi Kio yang datang bersama Vea, Kia masih malas dengan mereka jadi sungguh tidak enak saat melihat keduanya datang bersama.


"Lo ngapain disini?" Tanya Kio langsung emosi saat melihat Kenan duduk di samping Kia.


"Lo yang ngapain, gue juga ga kenal elo. Tiba tiba aja nyelonong" ucap Kenan tidak kalah sengit.


"Oke stop. Kio lo ngapain ke sini?" Tanya Kia menengahi.


Sebelum Kio menjawab Vea buru buru bicara.


"Hai Kia.. Hai elo siapa?" Sapa Vea ke Kia lalu menanyai Kenan.


"Ah gue majikan Vea" ucap Kenan dengan sombong.


"Apa apan lo" ucap Kio tidak terima.


"Ken diam dulu" kia menengahi.


"Oh hai gue Vea teman Rio sama Kia" ucap Vea sambil tertawa, dirinya terlihat tidak peduli dengan perasaan mereka.


Kenan tersenyum miring memandangi Vea. Lalu menggandeng tangan Kia mengajaknya pergi.


"Kia gue laper, ayo ke kantin" ucapnya sambil menarik tangan Kia.


"Heh jangan pegang pegang" ucap Kio tidak terima lalu memisahkan.


Kia yang sedari tadi terlihat menahan emosinya kembali bertanya ke Kio.


"Lo ada urusan apa Kio?"


"Gue mau bicara yang kemarin belum selesai" ucap Kio penuh harap agar Kia mau bicara berdua.


Kenan yang melihat itu tidak menyia nyiakan kesempatan langsung menggunakan Kia.


"Ki kaki gue sakit" ucap Kenan menyela.


"Kio sori gue lagi sibuk. Bicaranya kapan kapan aja, gue mau kekantin dulu" ucap Kia tidak menjawab Kenan tapi menolak permintaan Kio.


Vea diam diam tertawa rencananya sekarang berjalan sesuai harapannya.


"Tapi ki.." Kio berharap dia bisa segera menyelesaikan salah faham ini.


Tapi Kia tidak merespon dirinya membantu Kenan berjalan lalu meninggalkan kelasnya menuju kantin.


Kio kesal melihat itu tapi dirinya tidak bisa berbuat apa apa sekarang.


"Rio, ke taman aja yuk" ucap Vea mau menghibur Kio.


Kio menghela nafas sebentar lalu mengaggguki perkataan Vea.

__ADS_1


__ADS_2