SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 21. Butuh Penjelasan


__ADS_3

Butuh Penjelasan


Kio semakin bingung kenapa Kia terkesan menghindar darinya. Kio butuh penjelasan dari semua ini kenapa Kia menjadi seperti itu.


Pelajaran hari ini Kio tidak memperhatikan sama sekali dirinya mengabaikan semua itu, bertanya pada dirinya sendiri apa salahnya sama Kia hingga Kia menjadi seperti sekarang.


"Ahh" ucapnya sambil mengepal erat.


"Rio syut ntar kedengaran guru" ucap Vea mengingatkan dirinya.


Kio hanya mengangguk.


Pikirannya kembali memikirkan Kia.


Vea tersenyum melihat kejadian tadi pagi, tebakannya benar rencananya kemarin berhasil Kio dan Kia benar benar ada masalah dan mereka tidak saling bicara seperti sebelumnya.


Kia sendiri menjalani kelasnya hanya dengan lamunan. Dirinya disana tapi fikirannya tidak benar benar berada di sana, dirinya hanya melamun menatap kosong ke guru yang sedang menjelaskan materi.


"Kia" panggil guru tersebut.


"Zaskia" panggil guru itu lebih kencang lagi.


Kia yang terkejut segera menjawabnya.


"Iya buk saya" ucapnya setengah terkejut.


"Kalau kamu tidak mau ikut pelajaran saya silakan keluar" ucap guru itu marah.


"Em maaf bu saya hanya sedang tidak enak badan saja setelah minum obat saya sedikit menjadi mengantuk" ucap Kia.


"Yasudah kali ini tidak apa apa, tidak lain kali" ucap guru tersebut lalu mengabikan Kia melanjutkan materinya.


Kia juga memfokuskan dirinya untuk belajar.


Waktu istirahat akhirnya tiba kini Kia bernafas lega, dirinya benar benar pusing memikirkan semua ini dan merebahkan kepalanya diatas meja.

__ADS_1


Mendengar bel istirahat Kio segera mencari bekal dari mamamya untuk Kia dia ingin segera menyerahkan itu dan bicara dengannya.


Saat Kio hendak berdiri, Vea menahannya.


"Rio mau kemana buru buru amat" tanya Vea langsung.


"Gue ada urusan bentar lo ke kantin aja sendiri" ucao Kio lalu langsung pergi mengabaikan Vea.


Melihat Kio seperti itu Vea mengumpat di dalam hatinya, mengepalkan tangannya lalu memandangi Kio.


"Tunggu aja Rio gua bakal buat lo sama Kia seperti orang asing" ucap Vea kesal.


Kio berlari kencang ke kelas Kia sambil membawa bekal untuknya.


"Kiaa" panggilnya segera saat melihat Kia menyandarkan kepalanya di mejanya.


Kia mendongak melihat Kio.


"Iya Kio kenapa?" Tanya Kia acuh.


Melihat tidak ada Vea, Kia memetuskan untuk mengikutinya.


Kio membawa Kia ke taman belakang sekolah yang sepi, lalu mengajaknya duduk di sana.


"Kenapa? Vea mana?" Tanya Kia langsung.


"Nih dari mama" ucap Kio tak langsung menjawab pertanyaan Kia.


"Oh iya makasih" ucao Kia hendak pergi.


"Tunggu" ucap Kio mencekal tangan Kia.


"Kenapa lagi?"


"Gue butuh Penjelasan, lo kenapa si, lo gak kaya biasanya Kia. Apa ada masalah? Atau ada yang salah dari gue? Tanya Kio langsung

__ADS_1


Deg


Hati Kia sakit mendengar pertanyaan Kio.


Kio masih juga tidak mengerti tentang semua, Kia menahan emosinya menahan air matanya agar tidak jatuh.


"Gue gak papa, lo gausah khawatir sama gue" ucap Kia.


Kio masih memandanginya jawaban Kia tidak seperti yang dia inginkan.


"Kia lo jujur lo kenapa kaya gini? Kenapa lo cuekin gue? Kenapa lo ngejauh dari gue?"


Kia menghembuskan nafas kasar.


"Maaf Kio, dulu gue selalu ngandelin lo, dulu gue selalu bergantung sama lo, gue ingin bisa apa apa sendiri, gue pengen punya teman lain selain lo juga. Kalau gue selalu sama lo, gue gak bakal bisa menemukan teman lain selain lo" ucao Kia lalu beranjak pergi meninggalkan Kio.


Deg


Batin Kio juga sakit mendengar itu semua.


Kianya lebih berharga dari apapun sekarang bilang seperti itu dengannya. Emosi Kio sudah tidak bisa dia kontrol lagi, dirinya tidak menerima perkataan Kia begitu saja.


"Kia. Apa gue yang ngehalangi lo untuk berteman dengan orang lain? Apa gue yang ngebatesin lo buat gak bergaul dengan orang lain? Apa gue pernah? Lo Ki yang selalu nempel di samping gue, sekarang lo bilang gue ngalangin pertemanan lo? Gue kecewa Ki" ucap Kio dengan emosi lalu pergi lebih dulu dari Kia.


Sekarang Kio tau kalau dirinya hanya pengahlang pertemanan Kia, dirinya hanya membuat Kia sesak dengan fikira kacau Kio ikut marah dengan Kia juga.


Dia kembali ke kelas mengambil tasnya lalu izin pulang dirinya sudah terlalu emosi.


Orang yang paling dia sayang, orang yang berarti segalanya baginya mengucapkan kata seakan dia yang menghancurkan pertemanannya.


Kio yang memutuskan pulang dirinya tidak benar-benar pulang sekarang dia berada di sebuah lapangan basket samping villanya. Iya dirinya perlu meluapkan emosinya sendirian.


Sedangkan Kia duduk menangis di taman tersebut tidak jadi pergi. Hatinya sakit mendengar jawaban Kio tadi. Yang Kia ingin penjelasan kenapa dia pacaran sama Vea dan keterbukaannya kalau dia pacaran tapi ternyata dia juga ikut ikutan marah dan pegi.


Saat kedua orang tersebut saling menyelahkan dan saling membenci ada salah seorang yang diam diam tertawa melihat keadaan itu dirinya sangat senang, sekarang Kio hanya miliknya seorang bukan Kia lagi.

__ADS_1


Dia tersenyum lalu berjalan pergi dari persembunyiannya. Iya tadi Vea melihat pertengkaran Kia dan Kio. Dirinya hanya harus berpura pura baik lalu dia akan mendapatkan Kio.


__ADS_2