SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 4 Kepikiran Terus


__ADS_3

Kepikiran Terus


Hari ini seperti hari hari biasanya, Kio yang membangunkan Kia untuk sekolah. Dan sama seperti hari harinya dimana Kia dan Kio memulai drama paginya karena Kia yang terlalu kebo untuk bangun.


"Kia bangun woy" ucap Kio sambil menggoyangkan goyangkan tubuh Kia.


"Hmm" ucap Kia masih malas bangun.


"Bangun atau gue seret ke kamar mandi?" Ancam Kio kesal.


"Iya bangun nih bangun" ucap Kia sambil mencoba membuka matanya menatap Kio.


Kio yang masih Duduk di kasur kia terkejut karena kini wajahnya dan Kia hanya berjarak 1 centi an hampir berciuman kalau Kia maju sedikit lagi.


Deg deg


Jantung Kio tiba tiba berdedetak kencang melihat wajah imut Kia hari ini.


"Kenapa Kia makin imut ya, padahal juga tiap hari gue bangunin dia" batin Kio masih sambil memandangi wajah Kia yang masih malas membuka matanya.


Tanpa aba aba Kio membopong tubuh Kia membawanya ke kamar mandi dan menaruhnya di batup.


"Eh Kio kio" reflek Kia mengalunkan tanganya ke leher Kio karena takut jatuh.


"Ngapain sih lo?" Tanya Kia heran, karena biasanya Kio tidak selembut itu.


"Mau mandiin lo Ki" ucap Kio polos.


Blus


Pipi Kia memerah mendengar ucapan Kio, padahal dia juga sudah biasa mendengar ucapan seperti itu, tapi hari ini rasanya ada yang berbeda.


"Keluar lo" teriak Kia saat sadar melempar gayung ke arah Kio.


Kio langsung tertawa lalu berlari keluar kamar mandi meninggalkan Kia.


"Hahaha" tawa Kio masih terdengar dari dalam pertanda kalau Kio masih di dalam kamar Kia.


"Pergi lo" teriak Kia dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Kio tidak menyahuti dia berjalan keluar sendiri menuju ke arah Bram yang sudah ngopi tentunya.


"Seneng bangey Yo, biasanya sebal mulu kalau bangunin Kia" tanya Bram melihat senyum Kio


"Haha, sekarang aku udah tau cara tercepat buat bangunin Kia ayah" ucapnya sambil tertawa membayangkan muka merah Kia tadi.


"Kamu apaain emang?" Tanya Bram


"Aku ancam, mau aku mandikan yah dia langsung melek hahaha" ucap Kio sambil tertawa.


"Ada ada saja kamu Yo" ucap Bram geleng geleng kepala, lalu melanjutkan menyesap kopinya.


Kalau Kio jangan di tanya ngapain, dia sudah memakan seporsi roti yang sudah tersedia di atas meja makan dengan lahap.


"Pagi ayah" sapa Kia saat melihat Bram duduk di meja makan sambil minum kopi.


"Pagi cantik" ucapnya sambil tersenyum.


"Kio, ambilin roti dong" ucap Kia saat duduk di mejanya.


"Ambil aja sendiri orang di depan lo" protes Kio


"Gak nyampek Kio harus muter Kia malas, tangan Kio kan panjang jadi ambilin yaa" pinta Kia sambil memelas.


"Makasih"


Bram terkadang heran melihat kedekatan mereka tapi tidak ada perasaan kalau dintayai.


"Udah siang loh sana celet berangkat" ucap Bram mengingatkan keduanya.


Kio pun reflek langsung melihat jam tangannya dan benar sudah setengah 7 lebih.


"Yaudah yau kita berangkat ya, ayo Kia" ajaknya ke Kia yang masih asyik makan roti.


Kia mengangguki lalu mereka pamit ke Bram untuk berangkat bersama.


Hari ini pun mereka menjadi sorotan seperti biasanya karena memang Kio dan Kia menjalani harinnya seperti itu.


Mereka belajar seperti biasanya dengan perasaan bodamat yang Kia pasti gunain disetiap harinya dia sudah malas bahkan kebal dengan ulah maupun celoteh teman temannya.

__ADS_1


Lama belajar kini bel istirahat berbunyi nyaring kia memandang lemas ke arah papan tulis malas untuk pergi ke kantin sendiri.


"Kiaa" suara seseorang memanggilnya.


"Kioo.. kamu di mana?" Tanya Kia celingukan mencari keberadaan Kio.


Pluk


Sebuah coklat mendarat di pangkuan Kia.


"Aaa makasih Kio" teriak Kia mengetahui Kio tengah berada di bawah cendela kelasnya.


Kio terkekeh memang selain bunga Kia sangat menyukai coklat.


Dia berjalan masuk mengehampiri Kia di dalam kelas.


"Ngapain lo tiba tiba ngasih gue coklat?" Tanya Kia penasaran.


Sebenarnya Kio memang sering memberi Kia coklat, entahlah kini dia penasaran dengan motof Kio.


"Mau gak? Kalau ga balikin" ucap Kio hendak mengambil kembali coklat nya.


"Enak aja gak bisa, kalau udah di kasih ga boleh di minta lagi" ucap Kia cepat cepat menyembunyikannnya.


"Kantin yuk" ajak Kio


"Emang kamu gak ada rapat?" Tanya Kia heran karena biasanya Kio saat di sekolah sibuk dengan kegiatannya, maklum orang penting.


"Enggak, hari ini mau nemenin Kia aja" ucap Kio sambil tersenyum manis.


Deg


"Kok gua deg deg an kenapa sih" batin Kia.


"Ihh Kio romantis" jawab Kia tak mau kalah tersenyum.


"Haha yaudah yuk".


"Kamu yang bayar ya tapi Ki" ucap Kio akhirnya.

__ADS_1


"Yaelah Kio gue udah nyakin ngasih coklat pasti ada maunya" Kia pura pura merajuk


"Haha gue lupa bawa dompet" akhirnya Kio jujur.


__ADS_2