SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 19. Kenapa dengan Kia 2


__ADS_3

Kenapa dengan Kia 2


Kio melaju kencang mengendarai mobilnya. Untungnya rumah Vea masih satu arah dengan rumahnya jadi dia tidak memutar terlalu jauh.


Sampai di rumah Kio segera memarkirkan mobilnya di garasinya lalu berlari ke rumah Kia, dia terlalu khawatir dengan Kia.


"Kiaa" panggil Kio sambil membuka pintu rumah Kia seperti biasanya.


Tidak ada jawaban Kio masuk kedalam mencari carinya.


"Bi Kia udah pulang belum?" Tanya Kio sama bibi barunya yang sedang memasak di dapur.


"Eh den Kio, udah pulang kok non Kianya mungkin di kamarnya"


"Oh gitu yaudah bi, Kio ke kamar Kia ya" ucap Kio lalu segera berjalan ke kamarnya.


"Kiaa" panggil Kio lagi


Tidak ada orang kamar Kia kosong, Kio mulai panik lalu mencari di setiap sudut rumah Kia. Hingga sampai di halaman belakang dia melihat Kia disana.


"Ki" panggilnya.


Kio mendekati Kian ternyata dia ketiduran di kursi itu.


"Ki gue udah kek orang gila nyarrin lo dari tadi, taunya lo tidur di sini" ucap Kio sambil menghela nafas.


Kio mendekati Kia yang masih tidur ikut duduk lalu pelan pelan menyandarkan kepala Kia ke bahunya.


Karena gerakan tiba tiba Kio, Kia terbangun dari tidurnya lalu menatap Kio.


Kia Menahan emosinya sejenak lalu berusaha cuek.


"Ngapain lo?" Tanya Kia setelah melek.


"Kia lo tu kenapa tadi pulang duluan? Gue tadi nyariin lo hp lo juga gue telfon gak lo angkat, lo gak kenapa kenapa kan?" Tanya Kio lembut.


"Hati gue sakit Kio" batin Kia tersenyum getir.


"Oh gue gapapa kok, tadi gue mau ke kantor ayah tapi gak jadi. Hp gue lupa tadi gue taruh mana" Ucap Kia setenang mungkin.


"Lo gapapa kan?" Tanya Kio lagi.

__ADS_1


"Gapapa udah ah gue ngantuk mau tidur lagi, sana lo pulang mandi lo bau" ucap Kia lalu beranjak pergi meninggalkan Kio.


"Kia tunggu" ucap Kio mengejar Kia.


"Kio gue beneran ngantuk mau tidur. Udah deh lo pulang aja ya" ucap Kia lagi.


Dia menahan emosinya agar tidak Kio tidak menyadari dirinya mulai berkaca-kaca.


Kio diam sejenak melihat Kia yang seperti itu tidak mungkin untuk bicara dengan dia jadi Kio mengiyakan permintaan Kia dirinya pamit pulang.


"Yaudah lo istirahat yang bener gih sana, gue pulang dulu mau mandi biar wangi" ucap Kio sambil bercanda.


Tapi Kia tidak merespon dirinya hanya mengangguk lalu berjalan menaiki tangga ke kamarnya.


Kia sudah tidak kuat menahan air matanya. Dia teringat kembali kejadian di sekolah tadi, hatinya masih sakit dan belum bisa nerima jadi dia harus berusaha menguatkan hatinya.


Kio berjalan gontai ke arah rumahnya, dia bingung kenapa dengan Kia yang tiba tiba saja menjadi seperti itu. Dia mengambil tasnya yang tadi dia tinggalkan di mobil lalu masuk ke dalam rumahnya.


"Hai ma" ucapnya saat melihat Bela tengah membaca majalah di ruang tengah.


"Hai sayang udah pulang?"


Bela hanya mengangguk sudah biasa Melihat Kio begituh.


Kio merebahkan badannya di kasurnya. Lelah memikirkan ada apa dengan Kia tidak seperti biasanya. Kio menahan perasaannya agar tidak terlalu emosi.


"Kia kenapa si?" Teriak Kio bingung.


Dirinya sakit melihat Kia seperti tadi.


Lelah memikirkan itu akhirnya dia memilih belajar menyibukkan dirinya agar tidak terlalu berfikir macam macam.


Paginya Kio bangun seperti biasanya, melupakan kejadian kemarin dirinya berharap Kia sudah seperti biasanya.


Kio segera mandi dan bersiap siap ke sekolah.


Tidak lama kini Kio sudah siap dengan seragam dan tasnya. Dirinya segera keluar pamitan dengan kedua orang tuanya dan segera berangkat.


"Pagii" ucap Kio semangat


"Ceria amat Yo, kenapa nih?" Tanah Aksa menggoda anaknya.

__ADS_1


"Haha gapap pa" ucap Kio sambil tertawa.


"Kio nitip ini buat Kia ya, mama kangen Kia udah beberapa hari ini gak keliatan" ucap Bela sambil menyerahkan kotak bekal.


"Siap ma" ucap Kio lalu pamitan berangkat.


"Yaudah Kio berangkat duluan ma pa" ucapnya berlari ke garasi untuk mengambil motornya.


"Ati ati Kio" teriak Aksa dan Bela barengan.


Kio segera mengeluarkan motornya lalu pergi kerumah Kia untuk menjemput bidadainya pikir Kio.


Tinnn


"Kiaa" ucao Kio lalu turun dari motornya untuk masuk dan memanggil Kia.


"Ayah,Kia" teriak Kio membuka pintu.


Seseorang mengahampirinya, bukan ayah maupun Kia melainkan bibi baru yang bekerja di rumah Kia.


"Den Kio non sam Bapak sudah berangkat tadi" ucap bibi itu.


"Kia bareng Ayah bi?"


"Iya minta anter bapak sekalian berangkat kerja katanya gitu"


"Oh yaudah bi, Kio berangkat sekolah juga" ucap Kio lalu keluar dari rumah Kia.


Kio menghela nafas memang ada yang tidak beres dengan Kia.


Kio diam sejenak sebelum melajukan motornya, saat ingin berangkat ponselnya berbunyi tanda ada panggilan masuk.


"Hallo"


"Halo Rio, lo bisa jemput gue gak? Mobil gue mogok nih" suara dari sebrang telfon.


"Oh lo dimana?"


"Gue di deket bunderan rumah gue" jawab dari sebrang telfon


"Yaudah tungguin gue kesana" ucao Kio lalu mematikan ponselnya. Menghampiri Vea orang tadi meminta tolong kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2