SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 32. Jadi Asisten Kenan 2


__ADS_3

 


Jadi Asisten Kenan 2


 


Kia ikut duduk terdiam di samping Kenan melihat tidak bicara lagi dirinya mengistirahatkan badannya ikut duduk sambil melihat Keadaan Kenan.


"Gimana kaki lo?" Tanya Kia akhirnya.


"Masih sakit" ucap Kenan acuh.


"Lo mau makan apa lagi?"


"Lo mau masakin?" Kenan terheran


"Beli, gue ga bisa masak"


"Ck, cewek apaan ga bisa masak" ucap Kenan sambil berdecak kesal.


"Ribet amat si hidup lo, orang gue ga bisa masak ya mau gimana" ucap Kia acuh juga menanggapi Kenan dirinya tidak membawa perasaan lagi.


"Ayo belanja" ajak kenan akhirnya.


"Katanya sakit?" Kia bertanya tidak percaya.


"Kan ada lo, lo yang bawa gue yang pilih adil kan?" Ucap Kenan sambil tersenyum.


Kia Hanya menghela nafas pasrah dirinya tidak bisa menolak keinginan keras Kenan.


"Yaudah ayo"


"Pesen taksi, gue ganti baju dulu"


Kia hanya mengaggguk lalu memesan taksi untuk mereka. Kenan sendiri berdiri hendak berjalan ke kamarnya dengan kesusahan.


"Minta tolong bisa kali, ga usah sok kuat" Ucap Kia mencibirnya.


"Gue bisa sendiri ga usah sok baik" ucap Kenan sambil berjalan ke kamarnya.


Lama menunggu Kenan Kia baru sadar kalau tidak ada satupun foto keluarga di rumah ini, lagi Kenan juga kesusahan sendiri tidak ada yang datang menjenguknya.


Kia berfikir untuk bertanya dengan dia nanti.


Tidak terasa lama di sini suasan hati Kia menjadi lebih baik dari sebelumnya, Kia berfikir akan di sini terus sampai sore.


"Hoi taksi udah datang noh ngapain ngelamun aja?" Suara Kenan mengejutkan.

__ADS_1


"Hmm.. iya"


Kia lalu berdiri menggandeng tangan Kenan membantunya berjalan keluar.


Kenan sempat menolak tapi karena Kia tidak mau mengalah akhirnya Kenan pasrah.


"Ni cewek kenana peduli banget si sama gue" batin Kena heran. Dirinya tidak mau melibatkan perasaanya karena semua ini hanya permintaan Vea, lagi dia juga dibayar olehnya.


Kia membukakan pintu untuk kenan lalu berputar untuk membuka pintu dirinya sendiri, tidak meminta Kenan bergeser.


Diperjalanan Kia juga hanya diam tidak banya bicara dirinya masih lelah.


Perjalanan tersebut tidak lama karena mereka menuju supermarket kota jadi tidak terlalu jauh.


Sampai disana Kia tidak lagi membantu Kenan berjalan dirinya segera mengambil troly, lalu melihat lihat sayur apa yang mau di beli.


Kia berdecak kesal karena Kenan terus rewel dengan semua yang Kia pilih.


"Pilih bayam jangan sawi" ucap Kenan saat Kia hendak mengambil sawi di rak sayuran.


Kia hanya diam mendengarkan tidak berniat menanggapi.


"Wortelnya yang kecil jangan yang besar"


"Ambilin jeruk yang manis disana"


"Pilih cabe yang paling pedas"


"Ambil bumbu yang banyak"


Dan masih banyak lagi ocehan Kenan Kia ingin rasanya menyumbat telinganya supaya tidak mendengar suara itu dirinya jengkel sendiri.


Kia heran Kenan itu sebenarnya cewek atau cowok karena sikapnya lebih mirip mak mak yang lagi ngomel.


Selesai membeli itu semua kini akhirnya mereka bisa pulang.


Kia bahagia akhirnya setelah berlari kesan kemari dirinya bisa duduk manis di kursi penumpang.


Karena terlalu lelah Kia menyandarkan kepalanya tidak menghiraukan keberadaan Kenan lagi.


"Nih minum" ucap Kenan tiba tiba sambil menempelkan minuman dingin di pipi Kia.


"Eh" Kia terkejut.


"Minum"


Kia menerima dan langsung meminumnya. Dirinya tidka bicara lagi hingga sampai di rumah.

__ADS_1


Sampai dirumah Kia segera membawa semua bahan belanja tadi lalu menatanya di dapur.. sedangkan Kenan sudah duduk nyaman di kursinya.


Saat sampai dirumah waktu sudah hampir sore, tidak terasa Kia menghabiskan harinya menjadi asisten Kenan.


"Gue mu pulang" ucap Kia mengahampiri Kenan yanv sedang duduk.


"Tunggu bentar" ucap Kenan lalu berdiri berjalan tertatih ke arah dapur.


Kia yang penasaran mengikutinya untuk melihat.


"Lo mau ngapain?"


"Masak" ucap Kenan tidak menoleh.


"Emang lo bisa?" Tanya Kia sedikit menyindir.


"Emang gue lo, gue bisa ngelakuin apapun"


Kia memutar matanya malas lalu duduk diam melihat Kenan memasak, tidak terlihat indah memang karena kaki Kenan tapi Kia cukup kagum dengan kepiawaiannya. Hingga tanpa sadar masakan Kenan sudah siap, memang hanya masakan rumahan tapi Kia kagum karena dirinya tidak bisa memasak itu semua.


"Nih makan" ucap Kenan sambil menyerahkan masakannya.


Mata Kia berbinar karena dirinya belum makan apapun sejak tadi, dirinya tidak sadar itu semua.


Tidak malu malu Kia segera memakan semua, ternyata masakan Kenan memang enak, Kia mengakui itu.


Kenan ikut duduk di samping Kia, Melihat Kia makan.


"Lo laper apa doyan?"


"Laper, capek ngurusin lo" ucap Kia sambil terus makan.


Kenan mendengus tapi tidak melarang Kia makan.


"Keluarga lo dimana Ken?" Tanya Kia penasaran.


"Kepo, makan aja kalau udah beresin" ucap Kenan lalu beranjak pergi.


Kia sempat melihat ekspresi Kenan tadi dirinya terlihat tidak enak setelah tau itu.


Selesai makan Kia membereskan piring piring itu mencucinya lalu kebelakang mengangkat jemuran tadi.


Waktu sudah pukul 5, tidak terasa Kia harus segera pulang agar Bram tidak khawatir.


"Ken gue pulang dulu, takut bokap gue nyariin, baju lo udah gue angkat di belakang" ucap Kia lalu segera bergegas pulang.


Kenan hanya mengangguk tidak menghentikannya lagi.

__ADS_1


__ADS_2