
Kecelakaan
Kia lelah fikirannya capek hatinya juga. Dia masih berfikir ada apa dengan dirinya dan Kio bahkan sampai kedatangan Vea.
Dirinya lelah sekarang fisik dan batin dengan semua ini. Kia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mencoba menikmati perjalanan pulangnya.
Kia menghembuskan nafas beberapa kali sebelum sesuatu terjadi.
Brakkk
Suara sesuatu tertabrak. Taksi yang Kia tumpangi berhenti dan menabrak seseorang.
"Pak kenapa pak" tanya Kia terkejut
"Aduh saya nyerempet orang neng" ucap sopir taksi tersebut.
Kia panik segera keluar melihat orang yang sedang jatuh di samping taksinya.
Kia terkejut melihat seorang cowok muda terduduk sambil memegangi kakinya yang berdarah dan motornya yang tidak jauh darinya.
"Eh ya ampun lo gapapa?" Tanya Kia menghampirinya.
Dia menoleh melihat Kia sejanak lalu berbicara.
"Gue, gapapa cuma kayaknya gue mesti ke rumah sakit dan gue butuh bantuan lo deh" ucap orang tersebut.
Melihat Kia mengahampiri orang tadi dia tabrak sopir itu ikut keluar melihat keadaan. Dia terlihat sedikit ketakutan kalau dia di tuntut.
"Mas gapapa?" Tanya sopir itu.
Orang itu tersenyum ke arah sopir taksi.
"Gapap pak cuma lecet dikit" ucapnya lalu memandangi Kia lagi.
Membuat gestur agar di tolong.
Kia tidak tega melihatnya akhirnya dia membopongnya membawanya masuk ke dalam taksi. Sedangkan sopir taksi tersebut memindahkan motornya ke tepi jalan menitipkannya di sebuah kedai yang tidak jauh.
"Lo beneran gapapa?" Tanya Kia lagi.
__ADS_1
"Lo bisa lihat sendiri kan gue masih bisa bicara sama lo tandanya gue gapapa" ucap orang itu.
Kia sedikit takut melihat orang yang tertabrak duduk di sebelahnya apalagi dengan tampilannya yang sedikit bar bar. Tapi Kia melihat sopir itu ketakutan saat masuk kedalam mobil jadi Kia hanya bisa pasrah, berharap orang itu baik baik saja.
"Pak ke rumah sakit cepet" ucap Kia.
"Neng tapi saya.." sopir tersebut tidak bisa mengatakan lebih jauh dirinya menunduk melihat Kia dan laki laki yang tadi dia tabrak.
"Udah pak gapapa nanti urusannya biar sama saya saja" ucap Kia menenangkan dirinya tidak tega melihat bapak tersebut.
"Bagus lo mesti tanggung jawab sampai gue sembuh" ucap orang yang duduk di samping Kia sambil tersenyum.
Kia sebenarnya heran orang ketabrak malah tidak merasa kesakitan justru dia terlihat senang. Kia mengacuhkannya selama perjalanan tapi batinnya tidak bisa bohong dia merasa bersalah dan juga merasa kasian.
Sampai di rumah sakit akhirnya dia segera di beri obat dan sopir taksi yang tadi dia naiki berulang kali minta maaf dan terimakasih sebelum pergi meninggalkan Kia dan orang itu.
Sekarang orang itu sudah selesai di obati dirinya duduk di samping Kia, tidak perlu rawat inap hanya diberi beberapa obat dan dia sudah boleh pulang.
"Lo udah gapapa kan? Jangan nuntut sopir tadi ya kasian. Gue yang tangguh biayanya buat dia" ucap Kia melihat orang itu.
"Kenan" ucap orang itu sambil mengajak berjabat tangan Kia.
Kia baru sadar kalau dia belum kenal siapa dia.
"Gue gapapa, gue juga ga bakal nuntut siapa pun tapi lo harus tanggung jawab sampai luka gue sembuh jadi lo yang harus ngerawat gue" ucap orang itu sambil tersenyum miring.
Kia berfikir sebentar tapi tidak ada pilihan lain akhirnya Kia hanya bisa pasrah mengaggguki.
"Yaudah alamat lo mana, gue antar pulang" ucap Kia akhirnya.
"Jl. Bumi indah" ucapnya.
"Ayo pulang" ucap Kia mengajak orang tersebut. Dirinya sudah memesan taksi lain karena kasian dengan bapak yang tadi.
Kenan menurut dirinya menggunakan tongkat lalu berjalan mengikuti Kia kakinya cedera cukup parah, tidak sampai patah tapi itu juga tidak baik jadi dia harus menggunakan alat bantu untuk berjalan.
"Mana taksi tadi?" Tanya Kenan saat sampai di luar rumah sakit.
"Udh gue suruh pergi"
__ADS_1
"Lo aneh banget deh dia yang nabrak gue tapi lo yang mau repot-repot tanggung jawab"
"Lo yang aneh sakit masih banyak bacot" ucap Kia kesal. Karena Kenan tidak terlihat seperti orang sakit dia justru tersenyum manis ke Kia.
"Galak banget jadi cewek, ntar cowok lo kabur" ucap Kenan asal
Tidak tahan dengan ucapan Kenan yang menyebalkan akhirnya Kia menariknya masuk ke taksi lain.
Kenam tidak menolak dirinya mengikuti saja duduk diam di sana, karena Kia sudah terlihat lelah.
Tidak lama mereka sampai di rumah kenan rumah minimalis modern yang simple tidak mewah dan juga tidak kurang. Pas walau di pandang dari manapun.
Kia membantu Kenan turun dari taksi lalu membukakan pintu rumah untuknya.
"Mana kunci lo?" Tanya Kia acuh
Kia agak sebal dengan Kenan walaupun dia juga sedikit kasian.
"Nih. Jangan marah marah mulu, disini gue yang korban loh" ucap Kenan mencoba membuat Kia tidak emosi.
Kia diam dirinya menerima kunci tersebut lalu membukanya, membantunya berjalan masuk.
Kia terkejut melihat rumah tersebut seperti baru belum di isi banyak barang dan banyak ruangan kosong.
"Lo baru pindah ya?" Tanya Kia penasaran.
Kenan memandangi Kia sebentar lalu menjawab.
"Iya, gue tinggal sendiri di sini baru aja pindah tadi pagi, dan sialnya gue udah kena musibah" ucao kenan tak kalah acuh.
Kia hanya mendengus orang ini benar benar menyebalkan.
"Nih nomor gue, catat gue masih butuh tanggung jawab lo. Karena gue juga masih sakit jadi lo yang harus ngasih makanan dan bersihin rumah gue sampe gue sembuh"
Kia hanya mengangguk tidak mencoba lari dari tanggung jawab.
"Iya, yaudah gue pulang dulu ntar bokap gue nyariin lo baik baik dan gue minta maaf" ucap Kia serius
Kenan hanya mengaggguk Melihat Kia dirinya tidak berniat bicara apapun.
__ADS_1
Kia segera keluar pulang kerumahnya sendiri, harinya begitu sial dipagi hari dia melihat Vea dengan cara pandang baru sekarang dia melihat orang menyebalkan lain.
Kia memasuki taksi yang tadi masih menunggunya untuk pulang.