
Di sekolahan
Mereka sampai di sekolah dengan selamat dan juga tidak terlambat berkat aksi kebut Kio.
"Kio lo bikin rambut gue acak cakan" ucap Kia sambil cemberut saat melepas helm yang terpasang di kepalanya.
"Haha cantikan gitu kek singa" goda Kio sambil tertawa.
"Kio jahat masa Kia yang cantik bak bidadari gini disamain sama singa" ucap Kia sambil manyun.
"Haha becanda, udah ah ayo masuk aku ada kumpul osis bentar lagi" ucap Kio akhirnya.
"Ayo".
Mereka berjalan bersama sambil bercanda tawa mengabikan tatapan iri semua siswi yang memandangi mereka bagaimana tidak Kio adalah salah satu cowok terganteng di sekolah tersebut dan merupakan idaman bagi para siswi, terlebih lagi posisi sebagai ketua OSIS.
Tapi sayang Kio tidak terlalu menanggapi mereka yang mengejar ngejarnya dirinya justru tidak pernah menganggap mereka Kio hanya mau akrab dengan orang yang biasa biasa saja justru. Sedangkan Kia tidak mempunyai teman karena mereka tidak terima Kia dekat dengan Kio Alhasil dia hanya mempunyai Kio di sekolah.
"Sana belajar yang bener" ucap Kio saat sampai di depan kelas Kia.
Kelas mereka memang tidak sama karena Kia berada di kelas IPS sedangkan Kio berada di kelas IPA.
"Siap Komandan" ucap Kia sambil memberi hormat sambil tertawa lebar.
Bukannya menjawab Kio hanya mengacak ngacak rambut Kia lalu berlari meninggalkannya sebelum Kia ngamuk.
"Kiooo" terika Kia tidak terima.
__ADS_1
Dia hanya bisa mendengar suara tertawa Kio dari jauhan sambil masih melihat Kio.
Kia takut jika suatu saat Kio akan pergi jauh meninggalkan Kia, jika suatu saa Kia kehilangan kio perasaan yang kadang terbesit di benaknya. Baginya Kio sudah melebihi ayahnya sendiri, dia tidak tau dia menganggap Kio sebagai apa tapi yang jelas Kia tidak mau kehilangan Kio.
Melihat Kio sudah jauh, Kia memasuki kelasnya duduk diam di bangkunya sambil membaca Novel yang sering dia bawa ke mana mana.
"Enak banget ya diantrin sama Rio tiap hari, jangan jangan dia melet Rio deh".
"Gue heran deh apa si cantiknya dia".
"Padahal biasa aja gitu, Rio kok bisa bisanya baik ke dia".
Dan banyak lagi suara suara yang menghampiri pendengaran Kia setiap hari, dia sudah muak dan mengabaikan semua itu bahkan tidak pernah menanggapinya tapi mereka masih saja membicarakan dirinya.
Tidak mau ambil pusing dengan semua itu Kia mengabikan mereka memfokuskan dirinya membaca novel lagi sambil menunggu guru datang untuk mengajar.
Setelah lama akhirnya pelajaran usai berganti dengan pelajaran berikutnya dan kebetulan merupakan pelajaran olahraga.
Kia segera bersiap siap hendak berganti baju tapi tiba tiba dia kebelet dan berlari ke toilet meninggalkan seragam olahraganya di atas mejanya.
"Ah lega" ucao Kia saat selesai.
Dia berjalan kembali ke kelas untuk mengambil bajunya lalu berganti baju olahraga.
"Eh loh dimana baju gue, bukanya tadi di sini ya" gumam Kia bingung mencari cari bajunya.
"Ah elah pasti ulah mereka" ucao kia kesal.
__ADS_1
Kia sudah biasa di kerjain seperti ini bukan hanya sekali atau dua kali bahwa teman temannya tidak suka dengan kedekatannya dengan Kio dan suka menjahilinya. Kalau sudah begini Kia bakal manyun di depan kelas Kio sampai dikasih baju olahraga Kio.
Dia berjalan celat ke kelas Kio sambil cemberut. Dia sebal dengan kelakuan teman temannya tapi dia juga tidak memiliki bukti untuk melaporkan ke gurunya bahkan malas untuk berdebat dengan mereka. Baginya yang terpenting Kio mau bertanggung jawab atas ulah fans gilanya.
"Kioo" panggil Kia di depan kelas Kio.
Kebetulan kelas Kio juga sedang jam kosong jadi Kia bebas memanggil keluar.
Merasa ada yang memanggilnya Kio pun menoleh dan mendapati Kia tengah berdiri di depan pintu masuk kelasnya tengaj memanggilnya.
"Kenapa ki?" Tanya Kio menghmpiri Kia.
"Baju olahraga gue ilang" rengek Kia ke kio segera.
"Lagi? Yam ampuh Kia " Kio hanya geleng geleng kepala heran.
Dia segera berjalan masuk mengambil bajunya untuk kia. Meskipun baju Kio terlalu besar untuk Kia tapi setidaknya itu menyelamatkan dia dari hukuman.
"Makasih Kioo" ucap kia lalu meninggalkan Kio begitu saja.
Kia berlari menuju tempat ganti baju sebelum dirinya terlambat ikut pelajaran.
Sedangkan Kio hanya geleng-geleng melihat kelakuan Kia, dis sebenarnya kasin dengan Kia yang selalu di bully oleh teman temannya taoi Kia tidak pernah mau melaporkan kejadian itu hanya dengan alesan tidak punya bukti, padahal kalau dia mau dia bisa saja mencari itu.
"Kia Kia baik banget si kamu" gumamnya lalu beranjak ke dalam kelas lagi melanjutkan ngobrol dengan teman-temannya karena gurunya tidak hadir.
Kia tengah berlari dengan semangat ke arah lapangan sebelum terlambat ikut pelajaran olahraga setelah ganti baju. Tapi ternyata gurunya tidak ada dan banyak murid yang hanya bermain main sendiri sisannya hilang entah kemana.
__ADS_1
"Yah sia sia gue lari capek capek" gumam Kia sebal lalu memilih kembali ke kelasnya membuka hp nya untuk main game.