
Rencana Vea
Kia hanya diam memandangi Vea yang berjalan menjauh. Dirinya tidak mau berdebat karena memang itu kenyataannya Kio memang milik Vea sekarang, jadi Kia tidak bisa marah meski dirinya sangat kesal.
"Sabar Kia" ucapnya pada dirinya sendiri sambil mengelus dadanya.
Kia menggeleng kan kepala mengingat sikap Vea tadi.
"Gak nyangka Vea aslinya kaya gitu, didepan Kio aja sok baik sok manis aslinya kaya gitu, kayanya gue mesti kasih tau Kio deh kalau pacarnya itu ga sebaik dugaan dia"
Ucapnya lalu berjalan masuk ke dalam sekolah menuju kelasnya Untuk belajar.
Sampai dikelas Kia mengeluarkan ponselnya melihat apa ada pesan masuk dari Kio, aneh juga kalau tadi Vea mencari cari keberadaannya.
Dan ternyata benar ada pesan masuk dari Kio.
"Kia besok pagi ikut gue ya, ada yang mau gue omongin gue jemput dirumah besok, gak boleh nolak ;)"
Kia berfikir sejenak, dia harus menghindari Kio agar dirinya bisa melupakan perasaannya tapi setelah melihat sikap Vea tadi dirinya harus memberi tau Kio juga tentang Vea.
Kia segera membalas surat tersebut.
__ADS_1
"Oke Kio, besok gue tunggu ada hal yang mau gue omongin juga." Balasan Kia.
Lalu dia meletakkan ponselnya membuka buku siap siap belajar.
Kini Vea yang kesal setengah mati dirinya tidak bisa menemukan Kio, hpnya jug tidak bisa di hubungi, dan itu membuat Vea sangat kesal.
Vea mengepalkan tangannya erat berfikir kembali tadi dia sudah kelewatan dengan Kia, Vea kini takut Kia akan mengadu ke Kio itu bisa membuat posisinya sebagai calon pacar Kio terancam.
Vea diam berfikir serius harus melakukan apa.
Setelah lama berfikir akhirnya Vea mendapatkan ide untuk itu, dia segera mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang.
"Hallo.."
"iya kenapa" jawab seseorang dari sebrang
"gampang. Lo tau aturannya kan?" Jawab orang itu lagi
"Masalah uang lo ga usah khawatir, gue transfer langsung"
"Oke" jawab orang itu
Vea mematikan sambungan ponselnya. Dia menyiapkan sebuah rencana bagus untuk semua ini lalu tersenyum bahagia, sebelum kembali ke kelasnya untuk ikut belajar.
Setelah tertidur cukup lama Kio bangun dan mengecek ponselnya banyak sekali panggilan dan pesan dari Vea. Kio berfikiir pasti Vea bingung karena dirinya tidak masuk kelas sama sekali.
__ADS_1
Lalu Kio juga melihat pesan dari Kia dirinya tersenyum bahagia bahwa Kia menerima ajakannya.
Kio kembali memasukan ponselnya lalu memutuskan pulang lewat gerbang samping dirinya terlalu malas masuk kelas dan fikirannya juga tengah kacau.
Kia juga tengah belajar sekarang dan sebentar lagi sudah jam pulang sekolah. Dirinya tidak melihat keberadaan Kio dan Vea sedari tadi, sebenarnya Kia cemas karena Vea tadi pagi mencari keberadaan Kio.
Tapi Kia berfikiir kembali Kio masih mengirim pesan ke Kia itu tandanya Kio baik baik. Kia percaya bahwa Kio pasti ada di suatu tempat dan memiliki alasannya sendiri.
Tak lama bel pulang berbunyi Kia menutup bukunya pelajaran hari ini telah usai, Sekarang semua murid bersiap siap pulang begitu pun dengan Kia.
Setelah semua keluar kelas Kia juga ikut keluar ini pulang, dirinya memesan taksi lalu menunggu di depan sekolah tempa biasa dia menunggu.
Tak lama hanya sekitar 10 menit taksi pesanan Kia datang.
Kia menasuki taksi tersebut untuk bersiap pulang.
Dari kejauhan ada seseorang yang diam diam mengamati tingkah laku Kia, Vea melihat setiap gerak Kia karena dia curiga Kio yang akan menjemputnya ternyata Vea salah Kio tidak datang menjemputnya sama sekali.
Melihat Kia menaiki taksi Vea memiliki ide bagus.
Menelfon orang yang tadi dia hubungi, pasti sekarang dia sudah berada di kota ini pikir Vea.
"Hallo lo jalanin misi lo sekarang. Dekatin cewek yang ada di taksi dengan plat xxxxx. Entah lo gunain cara apapun gue mau lo dapetin dia"
Ucap Vea lalu menutup telfonnya tersenyum sebentar.
__ADS_1
"Sori Kia, kalau lo ga mau ninggalin Rio, gue mesti buat Rio yang ninggalin lo" ucap Vea sambil memandangi taksi yang sudah menjauh.
Lalu berjalan mengehampiri mobil yang sudah menunggunya sedari tadi.