SEKUNTUM

SEKUNTUM
Bab. 15. Kesabaran Kia


__ADS_3

Kesabaran Kia


Sekarang Kia dan Kio tengah duduk bersama di rumah Kia, mereka tengah makan banyak jajanan yang dibawakan ayah waktu pulang kemarin.


"Kio aku mau dong" ucapnya sama Kio yang tengah memegang snak rasa coklat.


"Nih aa" ucap Kio menyuapi.


"Aa" Kia menerima dengan senang hati.


"Kia lo beneran ga marah tadi? Gue lama banget loh" tanya Kio karena masih tidak enak.


"Gapapa Kia ngerti kok" jawab Kia sambil tersenyum.


"Makasih" ucap Kio sambil mengusap kepala Kia.


"Ih rambut aku jadi kotor Kio" protes Kia sambil cemberut.


"Haha lupa sory" Kio hanya nyengir.


"Kio kita main yuk" ucap Kia tiba tiba.


"Main kemana? Ogah ah capek akhir Minggu aja ya" ucap Kio.


"Emm gitu ya? Yaudah deh"


"Akhir Minggu kita ke villa deh" ucap Kio karena melihat Kia cemberut.


"Bener ya"


"Iyaa.. kapan si gue bohong" ucap Kio sambil ngedipin matanya.


"Ih Kio genit"


"Haha"

__ADS_1


"Yaudah gue pulang dulu ya, mau mandi" ucap Kio setelah kenyang.


"Iya sana lo bau" ucap Kia sambil menutupi hidungnya.


"Bau gini lo maunya nempel terus juga" ucap Kio menanggapi.


"Ih enggak, kalo Kio bau Kia gak mau deket deket"


"Oh gitu ya"


"Nih nih bau nih" ucap Kio sambil memeluk Kia erat.


"Ihh Kio lepasin lo bau" teriak Kia berusaha melepaskan diri.


"Wlekk Kio bau" teriak Kia setelah berhasil lepas.


Kini mereka malah asyik kejar kejaran di dalam rumah Sambil tertawa.


"Eh sini loo jangan lari" teriak Kio sambil mengejar Kia.


"Ahaha tangkap kalo bisa" ucap Kia sambil masih berlari.


Kia menarak Bram yang masuk tiba tiba dari pintu tengah.


"Auu"


"Ahaha sukurin kena karma kan lo ngatain gue" ucap Kio sambil tertawa melihat Kia jatuh di lantai.


"Kiaa" ucap Bram sambil melihatnya.


"Heheh maaf yah" ucap Kia meringis sambil mengusap jidatnya yang menabrak dada Bram tadi.


"Kia mandi sana, Kio juga"


Ucap Bram persis seperti mengomeli anak kecil yang tidak mau mandi.

__ADS_1


Keduanya menurut, Kia yang berlari ke kamarnya dan Kio yang juga pulang, mereka hanya bisa diam saat Bram sudah berkata seperti itu atau akan terjadi pemaksaan.


Kini Kia merebahkan badanya di kasur hendak tidur dirinya terlalu lelah untuk memikirkan apapun.


Paginya Kia tidak dibangunkan Bram ataupun Kio, Kia bangun sendiri dia berusaha bangun pagi sekarang gara gara terus dijailin sama Kio waktu membangunkannya.


"Kiaa" suara Kio membuka kamar Kia.


"Kia lo dimana?" Tanya Kio saat melihat kasur Kia susah rapi tidak ada orang yang menempati.


Kia tidak terlalu mendengar suara Kio karena dia tengah mandi, setelah selesai dia hanya menggunakan handuk untuk keluar karena tidak membawa baju ganti.


Clek


Pintu terbuka Kia segera keluar dari kamar mandi untuk ganti baju.


"Kiaa" suara itu mengejutkan Kia.


"Kyaa Kioo" teriak Kia langsung masuk ke kamar mandi lagi.


Sedangkan Kio melongo melihat betapa menariknya Kia. Dia bahkan sempat menelan ludah beberapa kali.


"Kio keluar" teriak Kia kencang.


Kio yang sadar segera menjawabnya dan keluar.


"Iye bawel, bukanya seksi juga" ucap Kio lalu keluar.


Kini muka Kia memerah karena malu dirinya segera berganti baju dan cepat cepat turun.


"Pagi sayang, tumben cepet" tanya Ayah menyapa Kia.


"Pagi" suara Kia cerah seperti biasanya.


"Tumben lo bisa bangun pagi?" Tanya Kio heran.

__ADS_1


Muka Kia masih memerah malu karena kejadian tadi.


"Ya gue mah bisa bisa aja cuma kadang males" suara Kia acuh.


__ADS_2