SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 10. Keluarga Bahagia


__ADS_3

Keluarga Bahagia


Kia dan Kio kini tengah asik makan malam di rumah Kio bersama mama dan papa Kio. Mereka menikmati makan malam bersama dengan bahagia.


"Kia kapan ayah kamu pulang?" Tanya Bela


"Em mungkin besok ma, gak tau juga" jawab Kia apa adanya.


"Kia nginep di sini aja, kasian di rumah sendirian" ucap Aksa mangimbuhi.


"Em tapi pa, nanti rumah gak ada yang jagain" pikir Kia.


"Udahlah Ki disini aja ntar kaya kemarin, sakit tapi gak ada yang ngerawat untung Kio tau kalau enggak kan bisa bahaya." Kio mulai ikut ikutan.


"Mama gak mau ada alasan lagi Kia nanti harus nginep di sini yaa" akhirnya Bela sudah memutuskan.


"Iya papa Setuju, urusan rumah ntar gampang biarin aja gapapa."


"Hmm yaudah deh ntar Kia nginep" akhirnya Kia pasrah.


Setelah pembicaraan itu makan malam juga sudah selesai, kini mereka duduk di ruang keluarga tengah asik menonton film bersama.


"Ma jangan di ganti ih itu filmnya lagi bagus" suara Kio meminta mamanya agar tidak memindah chanel.


"Kio mama mau lihat sinetron dulu ntar ketinggalan episode nya." Ucap bela tidak terima.


"Ma mending nonton berita dari pada gituan" ucap papa Kio tidak mau kalah.


Kini Kia hanya diam melihat interaksi keluarga tersebut. Kia sudah puluhan bahkan ratusan kali melihat kelakuan keluarga itu tapi entah kenapa Kia tidak pernah bosan. Disini Kia justru merasakan gimana memiliki keluarga yang benar benar bahagia hidup bersama. Mereka yang bisa tertawa dan menangis bersama. Sungguh indah melihat itu, sebuah keluarga bahagia yang membuat iri kita yang melihat.


"Bunda andaikan Bunda masih hidup mungkin kini Kia bisa berdebat dengan Bunda, Bunda bahagiakan di surga? Sama Kia bahagia Bun di sini dengan Kio dan mama papa serta ayah" batin Kia sambil tersenyum melihat interaksi keluarga itu.

__ADS_1


"Napa lo senyum senyum" suara Kio tiba tiba.


"Gapapa, emang Kia gak boleh senyum?" Kia menyahuti sambil melirik Kio.


"Jangan senyum ntar semut salah ambil kamu bukan gula, karena Kia jauh lebih manis dari gula" bisik Kio ke Kia.


"Kio lebay" jawab acuh tak acuh Kia.


"Udah ah ma pa Kio ngantuk mau tidur duluan ya" Kio pamitan sama Bela dan Aksana.


"Yaudah sana, Kia kamu juga tidur ya" ucap Bela sedangkan Aksana hanya mengangguk.


"Iya mama" jawab Kia.


"Ayo" ucap Kio sambil menggandeng tangan Kia.


Kia Hanya menurut mengikuti Kio dari belakang.


"Lo Kio kok ke kamar lo?" Tanya Kia heran.


"Gapapa disini aja, kalau di kamar tamu ntar Kia sendiri, Kio tau tadi Kia lagi mikirin Bunda kan?" Tanya Kio tepat sasaran.


"Hehe" Kia hanya bisa nyengir dirinya memang tidak pernah bisa menyembunyikan sesuatu dari Kio.


"Udah sana tidur" ucap Kio ke Kia.


"Terus Kio tidur dimana?" Tanya Kia polos.


"Sebelah kamu" bisik Kio sengaja menggoda Kia.


Bluss

__ADS_1


Pipi Kia langsung memerah.


"Apaan si Kio, kita udah dewasa mana boleh tidur seranjang" Kia menanggapi sambil mencoba menyembunyikan pipinya.


"Haha becanda Kia ntar gue tidur di sofa, udah Kia tidur sekarang."


Kini Kia hanya menurut dirinya merebahkan tubuhnya di kasur milik Kio mencium wangi tubuh Kio yang melekat di selimuti miliknya.


Kia tersenyum bahagia, bersyukur dia masih memiliki sahabat seperti Kio.


Sedangakn Kio tengah duduk di sofa sambil memandangi Kia yang terlelap nyenyak di kasurnya. Di berdiri lalu menghampiri kasurnya.


Mencium kening Kia cukup lama sebelum berujar.


"Mimpi indah Kia" ucapnya lalu kembali merebahkan dirinya di sofa ijut terlelap menuju alam mimpi.


Pagi hari seperti pagi pagi biasanya Kio yang selalu harus membangunkan Kia.


"Kiaa ayo dong bangun ntar mama kepo kenapa tidur di sini" ucao Kio sambil menepuk nepuk pipi Kia.


"Hmm bentar lagi Kio"


"Ki kalau lo gak bangun gue cium" ucap Kio mengancam.


Kia langsung membuka matanya lebar lebar menatap Kio.


"Apaan si Kio gak lucu" ucap Kia sambil cemberut.


"Makanya bangun" jawab Kio cuek lalu masuk ke dalam kamar mandi bersiap siap untuk ke sekolah.


Sementara Kio mandi Kia pamit pulang untuk ganti baju dan juga siap siap.

__ADS_1


__ADS_2