SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 24. Vea Kerumah


__ADS_3

Vea Kerumah


Setelah keluar dari mobil Kio, Kia segera berjalan cepat sampai masuk halaman sekolah. Kia tidak bisa di samping Kio terlalu lama hatinya masih sakit, tapi Kia juga tidak menyangkal dirinya senang Kio masih selalu ada untuknya.


"Ahh mikir apa si gue, Kia sadar Kio udah jadi pacarnya Vea hilangin perasaan lo" gumam Kia sambil memukul kepalanya sendiri.


Dia berjalan sendiri menuju kelasnya, menghembuskan nafas melupakan semua. Kia ingin sekolah yang bener agar bisa membanggakan ayahnya dirinya tidak boleh selalu apa apa tergantung Kio lagi sekarang Kia harus bisa mandiri.


Kia duduk di bangkunya saat sampai dikelas. Mengeluarkan ponselnya yang sudah beberapa hari tidak dia cek isinya.


Ternyata banyak sekali pesan masuk dan panggilan dari Kio. Dirinya teringat kembali dengan kejadian kemarin, Kia kembali memasukkan ponselnya mengeluarkan bukunya lalu belajar sendiri sambil menunggu guru datang.


Pelajaran berlangsung seperti biasanya tidak ada yang berbeda.


Saat jam istirahat Kia hanya diam di kelas tidak berniat ke kantin ataupun keluar dirinya tidak bisa melihat Vea dan Kio bersama.


Kia mengeluarkan coklat yang ada di sakunya, memakannya perlahan sambil main game yang ada di ponselnya tidak peduli dengan hal hal lain.


Saat tengah asyik bermain tiba tiba ada sebuah roti dan susu yang ditaruh di mejanya membuat Kia terkejut.


"Astaga.. Kio lo ngapain si ngagetin gua" teriak Kia spontan.


"Makan, tadi gue ga ngeliat lo di kantin" ucap Kio


Kia diam melihat Kio bernafas lega setidaknya Kia tidak melihat Vea juga.


"Em ga usah Kio, gue udah makan coklat kok lo ga usah khawatir gue ga lagi lapar juga" ucap Kia menolak makanan dari Kio.


Kio terdiam sesaat sebelum Vea tiba tiba masuk ke dalam kelas Kia juga.


"Hai Kiaa" ucap Vea ramah.


Kia hanya tersenyum tidak menjawab. Itu membuat Vea terdiam di belakang Kio.


"Gue ikhlas ngasihnya, terserah elo deh Ki mau lo makan atau lo buang yang jelas gue ga udah ngasi lo, gue cuma ga mau lo sakit"


"Tapi Ki.."


"Vea ayo ke kelas" ucap Kio memotong kata kata Kia.


Kio langsung berbalik meninggalkan kelas Kia dengan cepat, tidak mau mendengar penolakan Kia lagi.


Kia tersenyum memandangi roti dan susu yang ada di atas meja.


"Andai Kio ga jadian sama Vea, pati Kia ga akan kaya gini ke Kio. Kia takut dan kecewa Kio, tapi Kia ga bisa merubah perasaan ini. Mungkin jalan satu satunya kalau kita berjauhan perasaan ini juga akan hilang" ucap Kia dalam hati lalu memakan makanan itu.


Kio sebenarnya tidak pergi jauh, dirinya mengajak Vea keluar agar Kia mau memakannya. Kio tau kalau dirinya disana Kia pasti akan tetap menolak.

__ADS_1


Kio bersembunyi di samping jendela dan melihat Kia dirinya bahagia melihat Kia mau memakan itu lalu mengajak Vea ke kelas lagi karena jam istirahat telah selesai.


Vea semakin dongkol saat Kia sudah menjauh Kio tidak juga menjauh padahal kemarin Kio marah sekali dengan Kia.


"Gue mesti nyingkirin Kia" batin Vea sebal sambil masih berjalan mengikuti Kio dari bekalang.


Vea masuk kelas mengikuti Kio, dirinya duduk diam sama seperti Kio tidak bicara apa apa hanya diam sambil mulai membuka bukunya. Vea terlalu emosi hanya untuk mengobrol.


Pelajaran di mulai Kio fokus belajar tidak memperhatikan Vea sama sekali dirinya masih senang karena ternyata Kia tidak membuang pemberiannya. Itu berarti Kia juga masih peduli dengan dirinya tidak menjauh beneran seperti apa yang diucapkannya.


Kini pelajaran telah usai, semua orang bergegas pulang, begitupun Kio dan Vea.


"Rio, jadikan ngajarinnya. Tadi gue udah bilang sopir gue supaya ga jemput" ucao Vea ke Kio.


"Iya jadi ayo" ucap Kio mengajak pulang.


Mereka berjalan bersama, saat sampai di depan kelas Kia sudah kosong tidak ada orang tanda kalau Kia juga sudah pulang.


Kio hanya menatap sedih lalu berjalan kembali dengan Vea.


Sampai di parkiran Kio segera mengajak Vea untuk pulang, segera mengeluarkan mobilnya lalu melaju.


Vea duduk di samping Kio dengan bahagia lebih bahagia dari kemarin kemarin.


Saat sampai di depan sekolah Vea melihat Kia duduk disana sendirian dan Kio tidak melihat itu. Vea mempunyai ide untuk itu lalu diam diam tersenyum gembira.


"Mana"


"Itu tuh" ucao Vea sambil menunjuk.


Kio segera menepikan mobilnya di samping Kia duduk lalu membuka kacanya menyuruh Kia masuk.


"Kiaa" panggil Vea semangat.


Kia yang melihat mobil kio menepi sudah berfikir kalau Kio bakal ngajak Kia pulang jadi Kia diam saja di sana.


Tapi fikiran itu salah ketika melihat Vea di sana juga.


"Iya kenapa Vea" jawab Kia acuh.


"Kia ayo pulang, lo masuk" ucap Kio memotong pembicaraannya dengan Vea.


"Gausaah gue udah pesen taksi tadi paling bentar lagi nyampek. Duluan aja" ucap Kia.


"Udah deh Ki ayo masuk, sekalian aja kan gue juga mau kerumah Kio mau belajar bareng. Ayo Kia" ucap Vea turun dari mobil


Deg

__ADS_1


Hati Kia sakit mendengar itu.


"Bahkan sekarang lo ngajakin pacar lo ke rumah lo Kio" batin Kia menjerit sedih.


"Em gausah, gue duluan mau ke kantor ayah dulu. Itu taksi gue udah sampe duluan ya dah" ucap Kia segera berlari menaiki taksinya.


Vea tersenyum bahagia pasti sekarang Kia bakal semakin sedih. Pemikiran licik Vea.


Kio hanya menghela nafas melihat seperti Kia berlari menjauh.


"Rio kata Kia kianya ga mau" ucap Vea mengompori sambil masuk kembali ke dalam mobil.


"Udah gapapa" ucap Kio lalu melajukan mobilnya untuk pulang.


Tidak lama sampai Kio dan Vea di rumah Kio.


Kio segera memarkirkan mobilnya di garasi mengajak Kio masuk ke rumahnya.


"Ayo masuk Ve" ucap Kio.


mengaggguki lalu mengikuti Kio masuk ke dalam rumah.


"Mama" teriak Kio mencari Bela


"Iya Kioo" jawab Bela dari arah dapur.


"Ma ada teman Kio nih" ucap Kio memanggil Bela lagi.


"Iyaa" jawab bela lalu menghampiri Kio, Bela berfikir Kia datang.


"Kiaa.." ucap bela terpotong melihat Vea yang datang bukam Kia seperti yang dia harapkan.


"Eh siapa Kio, mama kira Kia" ucap Bela sambil memandangi Vea.


"Kenalin Tante saya Vea, teman satu kelasnya Rio" ucap Vea sambil tersenyum.


"Oh ya, Kia ga ikut ke sini Kio?" Tanya Bela menatap Kio.


"Enggak ma, kalau mama kangen ke rumahnya ajalah Kia lagi sibuk ga mau main sama Kio" ucap Kio cuek.


Bela melihat itu mengernyitkan alisnya merasa ada yang salah di sini.


"Yaudah ma, Kio mau ngajarin Vea dulu ya di belakang"


"Iya Tante Vea mau diajarin Kio" ucap Vea ikut bicara.


Bela hanya mengangguki melihat mereka berjalan ke belakang.

__ADS_1


__ADS_2