SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 35. Menjalankan misi


__ADS_3

Menjalankan misi


Vea segera menggandeng tangan Kio ke luar dari kelas Kia dirinya segera mengajak Kio ketaman belakang tempat Kio dulu marah sama Kia.


"Lo ada masalah sama Kia Yo?" Tanya Vea memperlihatkan sisi perhatiannya ke Kio.


"Emm, cuma salah faham aja tapi Kia ga mau dengerin penjelasan gue" jawab Rio masih terlihat sedih.


"Salah faham apa si emang kok sampai Kia kaya gitu, bukannya Kia berarti banget ya buat lo" diam diam Vea tersenyum bahagia.


"Kia ngira kita ada hubungan jadi ya gitu dia marah sama gue" ucap Kio langsung menjelaskan.


"Haha apa? Dari mana Kia bisa dapet pemikiran kek gitu si? Padahal gue juga tau lo selalu menomor satukan Kia" ucap Vea pura pura.


Kio menatap Vea, gadis itu terlihat biasa saja saat Kio bilang seperti itu jadi dia berfikiir apa yang dikatakan Kia kemarin adalah salah faham.


"Gue juga ga tau, gue kemarin ngebentak Kia dan gara gara itu juga Kia malah semakin marah"


"Sabar Rio, Kia pasti juga perlu waktu untuk semua. Lo jangan maksa Kia kaya tadi mending lo diem dulu nungguin emosi Kia baik" ucap vea memberi solusi.


Tapi di hatinya Vea berpendidikan lain.


"Lo memang harus ngejauh dari Kia dulu Rio, biar Kenan bisa deketin Kia" batin Vea tersenyum licik.


"Mungkin, kemarin Kia juga bilang kalau lo jahat, gue ga ngerti gimana Kia bisa mikir kaya gitu padahal gue ingin kalian sahabatan biar Kia juga punya teman lain" Ucap Kio memandangi Vea.


Vea sedikit terkejut bahwa Kia berani bilang seperti itu beneran ke Kio. Vea diam diam mengepalkan tangannya dirinya memang harus menyingkirkan Kia secepatnya.


"Kok Kia bilang gitu sih, padahal lo kan tau Yo, gue ga pernah kaya gitu" ucap vea pura pura sedih.


"Lo juga tau kan Rio, gue ga mungkin kaya gitu" Vea meyakinkan Kio.


"Iya, gue yakin Kia cuma salah faham saja"


"Kio gue yakin deh kayanya Kia ga suka gue deket sama lo"


"Lo ngomong apaan si orang kita juga baik baik aja, ya memang gosip yang beredar agak mengganggu tapi bukan berarti Kia juga tidak bisa temenan Ve" ucap Kio tulus.


Seberapa besarnya gosipnya yang beredar kalau mereka pacaran, Kio tetap tidak bisa marah ke Vea karena itu bukan salahnya.

__ADS_1


"Makasih Rio lo mau percaya sama gue" Vea tersenyum manis.


"Iyaa" ucap Kio sambil memandangi Vea, dirinya merasa tidak enak karena harus mengatakan hal hal tadi setelah melihat respon Vea.


Dengan bisa bercerita dengan Vea, Kio mulai merasa moodnya menjadi lebih baik dari pada tadi. Setidaknya Kio tau kalau Vea tidak seperti apa yang dikatakan Kia. Dirinya harus menjelaskan apapun yang terjadi kepada Kia nanti.


Sedangkan Kia dan Kenan sendiri tengah duduk di kantin menikmati makanannya. Kia masih merasa buruk tentang kejadian tadi tapi dengan kecerewetan Kenan Kia bisa menghilangkan pemikiran itu sekarang. Dirinya mulai lelah dan muak dengan ini semua.


"Hoi" Kenan mengejutkan Kia dengan menyuapkan baso ke mulut Kia.


"Ehmm" Suara Kia tertahan karena mulutnya terisi baso.


Kenan terbahak bahak melihat respon lucu Kia.


"Apaan?" Tanyanya setelah menelan.


"Nglamunin apaan si?"


"Kepo deh lo" ucap Kia mendengus.


Kenan tersenyum miring, Kini dirinya faham semua apa yang diinginkan Vea dan rencana pura pura Vea.


Kenan semakin senang karena misinya menjadi semakin mudah apalagi saat dirinya benar benar sakit.


"Ha?" Tanya Kenan tidak dengar.


"Ngapain senyum senyum?"


"Lo cantik" ucap Kenan yang kini menatap Kia.


"Ga lucu" ucap Kia malas.


"Emang ga lagi ngelawak" ucap Kenan semakin membuat Kia sebal.


Kia semakin merengut.


"Balik ke kelas yuk" ajak Kia akhirnya karena makanannya juga sudah habis dan Kenan tidak terlihat ingin memakannya lagi.


Kenan mengaggguki Kia dan segera berdiri dengan tangannya segera mencari tongkatnya.

__ADS_1


"Sini tangannya" ucap Kia melihat Kenan masih kesusahan.


Kenan melihat Kia sekilas lalu meletakkan tangannya ke tangan Kia juga.


"Masih belum ada perubahan?" Tanya Kia sambil berjalan.


"Udah lebih baik"


"Tadi ke sekolah naik apa?"


"Taksi"


"Motor lo?"


"Dirumah udah di anterin orang"


"Pulang lo?"


Saat Kia masih asyik bertanya sambil membantu Kenan berjalan.


Kini Kenan tiba tiba berhenti dan melihat ke arah Kia.


"Kenapa?"


"Lo cerewet juga ya ternyata" ucap Kenan sambil tersenyum kemudian kembali berjalan.


"Muji atau menghina?" Tanya Kia acuh.


"Dua duanya" jawab Kenan sambil tertawa.


"Emang ga bisa dibaikin lo" ucap Kia mendengus.


Lalu diam membiarkan Kenan tertawa sendiri.


Kenan dan Kia tak menyadari di sudut ada 2 orang yang terus terusan melihat keakraban mereka.


Kio dan Vea yang hendak kembali ke kelas tidak sengaja melihat Kenan dan Kia yang tengah kembali ke kelas juga.


Kio semakin tidak suka melihat keakraban itu tapi dirinya juga tidak bisa berbuat apa apa sekarang.

__ADS_1


Sedangkan Vea tersenyum bahagia, misinya mulai berjalan dengan kemauannya sekarang.


Dirinya hanya butuh waktu hingga Kenan bisa miliki Kia sepenuhnya dan dirinya juga bisa ngedapetin Kio.


__ADS_2