SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 20. Mencari Cara


__ADS_3

Mencari Cara


Kio segera melajukan motornya menghampiri Vea. Sebenarnya Kio memikirkan Kia tapi dia juga tidak bisa mengabaikan Vea begitu saja apalagi Vea juga sudah menjadi sahabatnya.


Sampai di bunderan Kio melihat Vea bersandar di mobilnya, sedangkan sopirnya terlihat sedang memperbaiki mobil tersebut.


Kio segera menghentikan motornya tepat di samping mobil.


"Vea" panggilnya.


Vea menoleh baru menyadari kehadiran Kio.


Dirinya amat senang karena Kio tidak bersama Kia, tersenyum licik menyadari rencananya berhasi.


"Em pak saya berangkat dulu ya kalau masih tidak bisa panggil orang bengkel aja" ucap Vea ke sopirnya.


"Baik non"


Lalu Vea mengahampiri Kio naik kemotornya lalu berangkat sekolah.


"Kenapa bisa mogok?" Tanya Kio ke Vea.


"Gak tau juga"


"Gue juga ga tau kalau mau bantu"


"Alah lo mau jemput gue aja udah makasih kok" ucap Vea sambil tersenyum di belakang.


Sedangkan Kio diam tidak menyahuti lagi, mulai melajukan motornya ke sekolah.


Sampai di sekolah Kio segera mencari Kia, memastikan bahwa Kia berangkat sekolah hari ini.


"Ayo Ve, gue mau ke kelas Kia dulu" ajak Kio cepat cepat.


"Eh iya kenapa gue baru sadar biasanya kan lo sama Kia mulu kenapa tadi ga sama Kia?" Tanya Vea mencoba melihat reaksi Kio.


"Oh dia tadi berangkat sama ayah"

__ADS_1


"Kalian gak lagi berantem kan?" Tanya Vea langsung.


Kio memandangi Vea sejenak.


"Ya gue cuma tanya ga usah serius serius ih" Vea mencoba mencairkan suasana.


"Haha enggak lah lagian ga ada masalah tuh gue sama Kia" ucap Kio tidak mengambil hati.


"Bagi lo mungkin baik baik saja, tapi bagi Kia lo ga tau" batin Vea tersenyum jahat.


Vea hanya tersenyum lalu mulai berjalan mengikuti Kio lagi.


Kia saat ini tengah berada di taman samping kelasnya duduk sambil membaca novel kesukaanya disana karena dia datang terlalu pagi hari ini.


Saat siswi lain mulai berdatangan dia mendengar pembicaraan mereka menyebut nyebut tentang Rio atau Kio, Kia langsung diam ikut mendengarkan.


"Heh lo tau ga, kata anak IPA, Rio jadian sama anak baru itu"


"Seirus lo?" Tanya salah satu dari mereka terkejut.


"Iye kemarin katanya Vea siang siang pakai jaket Kio, pulangnya juga di antein, dannn yang terbaru tadi gue ngeliat mereka berangkat bersama" ucap salah satu sisiwi tersebut heboh.


"Gue baru datang sebelum mereka persis"


"Eh bukannya Rio pacaran sama Kia ya? Katanya dia bahkan tidak mau deket sama cewek lain selain dia?"


"Mungkin Rio sudah sadar dari pengaruh cewek itu kali"


Dan masih banyak lagi pembicaraan mereka, saat mereka mulai menjelek jelekkan dirinya Kia susah malas untuk mendengarkan lagi.


"Jadi gosipnya udah nyebar" pikir Kia.


Kini pikiran Kia sudah tidak sekacau kemarin dirinya berusaha menerima jika memang Kio bahagia dia tidak bisa marah ke Kio dan juga dia tidak punya hak untuk melarang Kio berpacaran sama siapa, dengan berat hati Kia harus menerimanya walau itu sangat menyakitkan.


"Dorr"


Teriakan seseorang mengejutkan Kia yang tengah melamun memikirkan Kio.

__ADS_1


Dan ternyata orang yang datang adalah Kio.


"Ayam ayam" teriak Kia latah.


"Hahaha ngapain si lo, bengong sendirian di sini?" Tanta Kio langsung


"Mau baca novel, di kelas berisik" ucap Kia acuh sambil membalik halaman novelnya.


"Hai Kia" ucao seseorang dibelakang Kio akhirnya.


Kia hanya tersenyum lalu mengangguki Vea.


Dirinya menutup novelnya lalu meraih tasnya ingin kembali ke kelas.


"Mau kemana?" Tanya Kio langsung saat melihat dia hendak pergi.


"Ke kelas lah Kio"


"Masih belum bel" ucao Kio menahan mereka.


"Rio udah mau masuk ini kita juga harus ke kelas" ucap Vea.


Kio diam memandangi Kia yang terdiam di bangku juga.


Kia masih enggan untuk melihat Vea sebenarnya, bagaimanapun dirinya juga masih tidak rela melihat mereka pacaran.


"Iya bener kata Vea, sana kembali ke kelas gih" ucap Kia akhirnya.


"Ki.. gue mau ngomong" ucap Kio menahan.


Bel berbunyi Memecah keheningan mereka.


"Rio Udah, jam pertama pelajaran matematika loh nanti kalau telat kena hukum" ucap Vea mengingatkan lagi.


"Gue duluan ya, mau ke kelas" ucao Kia berdiri lalu pergi.


"Rio ayo" ucao Vea mengajaknya.

__ADS_1


Kio masih bingung kenapa Kia terkesan menghindari dirinya.


Kia berlari ke kelasnya, menghembuskan nafas untukmenenangkan diri, dirinya menguatkan hatinya sendiri agar tidak sedih.


__ADS_2