
Ada Apa ini?
Bela masih bingung, pasalnya Kio tidak pernah mengajak temannya kerumah tapi tiba tiba Kio mengajak teman ceweknya ke rumah dan lagi dia tidak mengajak Kia juga.
"Apa mereka ada masalah?" Bela penasaran ada apa ini.
Kemarin Kio pulang dengan pakaian acak cakan, tangannya juga terluka dan Kio tidak pernah seperti itu, lagi sekarang Kio mengajak teman selain Kia ke rumah.
Bela terdiam beberapa saat memikirkan itu semua sebelum tersadar dan membawakan minuman untuk Vea.
Bela segera kembali ke dapur untuk membawa minuman.
"Nih diminum ya" ucap Bela sambil menaruh minuman itu di meja saat Kio dan Vea asik belajar.
Bela tidak menggangu mereka lagi dirinya merebahkan diri di sofa depan tv. Menonton acara tv kesukaanya. Dirinya berfikir akan bertanya langsung ke Kio setelah mereka selesai belajar.
Kio sendiri terlihat serius mengajari Vea jadi Bela tidak mau mengganggu.
Bela sudah lelah menonton tv akhirnya Kio dan Vea selesai juga saat sudah hampir 2 jam mereka belajar bersama.
"Tante Vea pamit pulang dulu udah sore" ucap Vea menghampirinya sambil pamitan.
"Ah iya hati hati, kamu di jemput sopir kan?"
"Rio.." Vea hendak berkata ingin diantar Kio sebelum Bela dengan cepat memotongnya.
"Ah itu tante mau keluar ngajakin Kio ke Butik" ucap Bela sambil melihat Kio.
Kio yang tadi diam saja di samping Vea bingung sendiri melihat reaksi mamanya. Tapi dia hanya mengaggguki.
"Iya mama mau di anter ke butik, kamu minta jemput aja ya Ve" ucap Kio akhirnya.
"Oh yaudah Vea pamit dulu tante, Rio" ucap Vea lalu keluar rumah diantara Kio dan Bela.
Dirinya menunggu sebentar sebelum sopirnya datang menjemput.
__ADS_1
Vea terlihat kesal karena tidak bisa di antar oleh Kio.
Setelah Vea pergi dengan jemputannya Bela mengajak Kio masuk ke dalam.
"Kio.. mama mau bicara sebentar" ucapnya sambil berjalan ke arah taman belakang rumah.
Kio menatap mamanya lalu mengikuti mamanya.
"Kenapa ma?" Tanya Kio sambil menghembuskan nafas gusar.
"Siapa cewek tadi?"
"Teman Kio"
"Kianya mama mana? Kok ga diajak ke sini?"
"Kia tadi pulang naik taksi, diajak ga mau ma" jawab Kio kesal dirinya masih kesal karena sikap Kia tadi.
"Kamu ada masalah sama Kia?" Tanya Bela semakin penasaran.
"Enggak ma Kio gak." Kio terdiam tidak jadi berbicara
"Kio ga tau ma, Kia tiba tiba aja marah sama Kio dia bilang dia ga mau temenan sama Kio lagi katanya Kio mengahalangi pertemanan Kia" ucap Kio lirih.
Bela terdiam sebentar.
"Kapan Kia marahnya, saat kamu dekat dengan Vea?" Tanya Bela
"Baru baru ini, setelah dia sudah kenal Vea. Kio ga ada apa apa lagi ma sama Vea cuma teman aja"
Kini Bela faham dengan semua ini, dirinya tidak bisa marah ke Kio karena ketidaktahuannya dan juga tidak bisa ikut campur masalah ini.
"Ah yasudah" ucap Bela meninggalkan Kio begitu saja.
Kio menatap heran ke mamanya ada apa dengan dia sebenarnya.
"Ma maksud mama apasi?" Tanya Kio mengikut Bela akhirnya.
"Nanti juga kamu faham, udah ah mama mau mandi keburu papa kamu pulang nanti, sana kamu mandi juga" ucap Bela lalu masuk ke kamarnya.
__ADS_1
Dia menggelengkan kepalanya, kalau dia memberi tau ke Kio, anaknya tidak akan bisa dewasa sendiri jadi dia membiarkan saja.
Kio sendiri juga kebingungan melihat Bela enggan memberitahukan akhirnya Kio masuk ke kamarnya sendiri untuk mandi dan ganti baju juga.
Sedangkan Kia juga kini tengah berbaring nyaman di kasurnya, setelah kejadian pulang sekolah tadi Kia sudah bosan Untuk nangis atau apa hatinya memang belum bisa terima tapi Kia juga tidak bisa jadi lemah yang hanya bisa menangis jadi dia sekarang menonton film Korea di kamarnya dengan nyaman.
Menghilangkan pemikiran negatif dan meredakan sakit hatinya.
Dia begitu asyik menonton sampai ketiduran sendiri di kamarnya dengan keadaan laptopnya masih terus memutar film koreanya.
Hingga seseorang datang, menutup laptop tersebut menyimpannya dan menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Kia.
Iya Bram baru pulang ketika sore menjelang saat bibinya sudah pulang juga. Dirinya mencari Kia saat melihat Kia tertidur dia tidak mau mengganggu membiarkan saja menyelimutinya supaya nyenyak.
Bram merasa kasian melihat keadaan Kia dirinya tidak punya apa apa lagi yang berharga selain Kia jadi dia harus menjaganya seutuhnya.
Setelah melakukan itu dia keluar kamar Kia dia pegi ke kamarnya sendiri juga untuk istirahat.
Paginya Kia bangun dibangunkan Bram karena tidak bangun sendiri.
"Kia bangun sayang" ucap bram sambil menggoyangkan badan Kia.
"Emm iya Kio 5 menit lagi ya" jawab Kia di tengah tidurnya.
Bram memandangi Kia heran, kenapa dirinya dikira Kio. Bram hanya mencoba membangunkan Kia lagi.
"Kiaa bangun udah siang loh ntar telat loh"
"Hmm "
Kia tidak mau bangun alhasil Bram ke kamar mandi Kia mengambil gayung berisi air menyiram sedikit ke Kia.
"Banjir banjir, Kio banjir" teriak Kia setengah sadar.
"Nah bangun udah siang. Dari tadi yang bangunin ayah bukan Kio, sana mandi" ucap Bram lalu meninggalkan Kia.
Kia hanya meringis saat tau yang membangunkannya ayahnya bukan Kio.
Dirinya tiba tiba teringat kenangan saat Kio yang selalu membangunkan dirinya setiap hari.
__ADS_1
Saat mengingat itu, kia menggelengkan kepalanya tidak boleh terpaku pada masa lalu Kia harus semangat. Kia segera berajaka ke kamar mandi segera siap siap ke sekolah.