SEKUNTUM

SEKUNTUM
BAB. 13. Murid Baru


__ADS_3

Murid Baru


Kini Kia dan Kio sudah berada di mobilnya untuk segera pulang karena sudah malam juga.


"Kio cewek tadi kenal di mana? " Tanya Kia penasaran karena dia terlihat cantik.


"Kenapa? Cemburu?" Goda Kio.


"Apaan enggak" ucap Kia cepat.


Kio hanya menyeringai lalu menjalankan mobilnya untuk segera pulang.


Selama perjalanan Kia hanya diam lalu sekarang saat sudah sampai diriya malah tertidur pulas di kursinya.


"Lo gak usah cemburu Ki, gue cuma sayang sama lo" ucao Kio sambil mengecup kening Kia yang tengah tertidur pulas.


"Kia bangun udah sampek" ucap Kio mencoba membangunkan Kia.


"Hmm" ucao Kia tapi tidak mau membuka matanya hanya mengegram.


"Hah dasar kebo, untung gue sayang kalo gak gue tinggalin di pasar malam lo ki" ucap Kio sambil geleng geleng.


Kini dia keluar lalu membuka pintu samping Kia, menggendongnya sampai kamarnya karena Kia tidak mau bangun dari tadi.


"Ayah bukain pintunya" suara Kio tergahan sambil menggendong erat Kia.


Bram yang mendengar suara itu langsung cepat membukakan pintu.


Dia hanya tertawa melihat Kia yang ada tidur di gendongan Kio, tidak heran karena Kia memang kebo kalau sudah tidur.


Tidak menanggapi Bram Kio langsung mesuk membawanya ceoat ke kamar Kia. Merebahkan Kia dengan hati hati. Dia membuka sepatu Kia dan menyelimutinya dengan hati hati.


"Mimpi indah tuan putri" bisiknya lalu keluar meninggalkan Kia agar tidur.


"Habis dari mana sampe ketiduran gitu?" Tanya Bram penasaran.


"Pasar malam yah hehe" jawab Kio sambil meringis


"Kencan?" Tanya Bram langsung.


"Hah?" Kio terkejut dengan pertanyaan itu.


"Haha becanda" ucao Bram segera setelah melihat ekspresi terkejut Kio.


"Ayah senang kok kalau kalian bersama, ayah tau kalau Kia sayang banget sama kamu" ucao Bram sambil menepuk pundak Kio.


"Iya kan dia sahabat Kio yah"


Bram terdiam sesaat mendengarnya.


"Sahabat tidak selalu bersama selamanya" jawab Bram lirih.


"Pulang sana udah malam" ucapnya lagi, sambil melihat Kio yang terdiam.


"Hmn yasudah Kio pamit yah" ucap Kio lalu meninggalkan Bram. Berjalan keluar untuk segera pulang.


"Apa boleh aku sama Kia kencan?" Tanya Kio pada dirinya sendiri

__ADS_1


"Tapi gue juga ga mau kehilangan Kia" pikirnya lebih buruk.


"Ahhh" Kio pusing sendiri.


Dia segera menjalankan mobilnya ke rumahnya.


"Mama Kio pulang" teriak Kio saat sampai di rumahnya.


Dia melihat Mama dan papanya sedang bermesraan di sofa depan Tv.


Bela yang kaget pun segera berdiri menghampiri Kio dan Aksa juga segera duduk melihat Kio.


"Mana Kia?" Tanyanya mengalihkan perhatian.


"Kia udah tidur, ayah sudah pulang kok jadi dia tidak sendirian" ucapnya lalu hendak pergi ke kamarnya.


"Eh iya lanjutin aja ma Kio ga akan ganggu kok" ucapnya menggoda mama dan papanya.


"Dasar anak tidak sopan" terika Bela tidak terima, sedangkan Aksa geleng kepala terkekeh melihat kelakuan putranya..


Kini Kio duduk di kasurnya memikirkan perkataan Bram, benar dia tidak bisa kehilangan Kia, dia harus menjadi Kia miliknya lebih dari sahabat atau saudaranya.


Memikirkan itu semua membuat kepala Kio lelah setelah tadi dia juga habis kelaur.


Kini dia mulai memejamkan matanya memasuki alam mimpi.


Pagi hari ini Kio tidak membangunkan Kia melainkan Bram yang membangunkan dia, jadi Kio hanya menunggu Kia di bawah sambil meminun susunya.


"Pagi Kio" suara Kia cerah memanggil namanya.


"Pagi putri kebo" jawab Kio menggoda Kia.


Kio hanya tertawa mendengar Kia. Kini Kio diam memandangi wajah manis Kia yang tengah makan roti.


"Kaya bocah deh lo makan roti aja belepotan" ucap Kio tiba tiba sambil membersihkan pinggir bibir Kia dengan jarinya.


"Pelan pelan makannya gak ada yang minta"


Kia hanya diam sambil memandangi Kio tidak bereaksi apapun.


"Udah ayo berangkat keburu telat" ucap Kio lagi.


"Emm ayoo" suara Kia menyahuti lirih.


Kio berdiri menggandeng tangan Kia mengajaknya keluar agar segera berangkat.


"Apaan si lo gak kaya biasanya" tanya Kia saat sudah di perjalanan.


"Biasa aja gue mah" ucap Kio cuek.


Kio masih takut jika nanti dirinya mengungkapkan perasaannya Kia akan pergi darinya karena menodai persahabatan mereka.


"Huh gue belum siap untuk kemungkinan terburuknya Kia" ucap Kio dalam hati.


Perjalan sudah berlalu mereka sekarang berada di parkiran sekolah berusaha bersemangat memulai hari agar jauh lebih indah nantinya.


"Ki.."

__ADS_1


"Kioo" teriak Kia sambil memukul lengannya.


"Hm iya kenapa?" Tanya Kio sambil menatap Kia.


"Lo tu kenapa si aneh banget dari tadi?"


"Hah enggak, banyak kerjaan di OSIS" jawab Kio bohong, karena sebenarnya dia memikirkan kemungkinan yang terjadi antara dirinya dan Kia dia tidak mau kehilangan Kia.


"Oh yaudah masuk yuk"


"Ayo."


Mereka memasuki gerbang sekolah berjalan bersama. Seperti biasanya Kio selalu mengantar Kia ke kelasnya dulu sebelum masuk ke kelasnya sendiri.


"Eh katanya ada murid baru di sini"


"Iya katanya sih anak pemilik sekolah"


"Denger denger sih cantik gitu anaknya, semoga ga sekelas sama kita"


Ucap beberapa siswi sambil bergerombol, Kia dan Kio yang mendengar itu mengerutkan dahinya bertanya tanya.


"Emang ada murid baru ki?" Tanya Kia ke Kio.


"Entahlah, gak ada pemberitahuan sebelumnya" ucap Kio jujur.


"Oh yaudah aku kelas dulu ya dah" ucap Kia langsung masuk ke kelasnya tanpa menunggu Kio pergi.


Kip hanya tersenyum melihat kelakuan Kia lalu berjalan pergi ke kelasnya juga.


Kio masuk ke kelasnya seperti biasanya dirinya langsung duduk di bangkunya. Masih bingung memikirkan cara bagaimana agar bisa bersama Kia selamanya.


Tanpa Kio sadari bel tanda mulai pelajaran sudah berbunyi, seorang wanita cantik melangkah masuk ke dalam kelas Kio bersama wali kelasnya.


"Selamat pagi anak anak" suara wali kelas itu membuyarkan lamunan Kio dirinya menatap kedepan mendapati seorang yang dia kenal berdiri disana di samping wali kelas tersebut.


"Eh gila siapa cewek itu cantik buset" oceh siswa laki laki di kelas Kio langsung heboh.


"Kek bidadari sumpah" ucap mereka sepakat


"Anak anak hari ini kita bakal kedatangan murid baru, tolong nanti di bantu ya, Vea silakan" ucap wali kelas tersebut membuat mereka diam.


"Hai teman teman kenalin nama aku Vea, pindahan dari Singapura," ucap Vea sambil tersenyum.


"Hai Vea" ucap mereka serentak.


Bersemangat menerima teman baru, sedangkan Kio hanya melongo melihat murid itu adalah Vea orang yang dia kenali.


"Vea silakan memilih tempat duduk yang kosong" ucap wali kelas tersebut.


Kio sebenarnya acuh tak acuh menanggapi itu dia hanya senang karena dia sudah kenal dengan Vea mungkin dia bisa jadi teman Kia kalau Kio tengah sibuk dengan kegiatannya pikirannya.


"Vea duduk samping aku aja" ucap Kio sambil tersenyum.


Murid perempuan yang tidak terima hanya bisa melotot, didepan Kio mereka tidak bisa protes barang sekata pun.


"Oke Rio" Vea mengahampirinya lalu duduk di sebelahnya.

__ADS_1


Mengacuhkan tatapan horor siswi perempuan dan tatapan iri Siswi laki laki.


Setelah perkenalan itu mereka melanjutkan pelajarannya seperti biasanya.


__ADS_2