
Tidak masuk
Pagi hari ini Kio tidak mampir untuk membangunkan Kia ke sekolah, dirinya berangkat sendiri karena insiden tangan Kia yang terkena minyak Kio memutuskan agar Kia tidak masuk hari ini.
"Ma Kio berangkat duluan ya" pamitnya ke mamanya sedangkan papanya sudah berangkat duluan.
"Iya, ga mampir rumah Kia duluan? " Tanya Bela karena Kio sudah lengkap dengan jaket dan helmnya, biasanya kalau ke rumah kia dia hanya akan menggunakan jaket atau hanya sragam saja.
"Enggak ma, biarin ijin dulu kasian" ucap Kia lalu melajukan motornya ke sekolah.
Dia sampai di sekolah masih terlalu pagi karena memang hanya dia tanpa Kia yang suka ngebo.
"Pagi Rio, tumben ga sama kia lo?" Tanya Laras wakil ketua OSIS.
"Pagi, lagi sakit dia jadi ga masuk" ucap Kio atau Rio cuek.
"Oh sakit apa?" Tanyanya
"Kepo deh lo, biasanya juga lo suka kalau gue lagi gak sama dia" jawab Kio malas.
Dia memang terlihat ketus dengan orang lain di sekolah, apalagi dengan murid cewek sekolahnya Kio enggan dengan mereka karena mereka suka membicarakan Kia di belakang Kio.
"Yaelah Yo cuma tanya doang, yaudah gue ke kelas dulu" jawab Laras lalu pergi meninggalkan Kio di parkiran.
Setelah Laras pergi jauh akhirnya Kio juga memutuskan untuk pergi ke kelas juga.
Hari ini pelajaran dimulai seperti biasanya, dan saat sudah istirahat kedua Kio merasa bosan karena tidak ada Kia saat istirahat. Dia melihat pelajaran setelah istirahat mencari guru tersebut, dan ketika melihat guru tersebut sedang absen Kio memutuskan untuk pulang duluan menemani Kia sendirian di rumah.
"Yess gurunya gak ada, Kiaa gue pulang untuk lo" pikirnya.
Lucu memang dia yang meninggalkan tapi dia yang mencarinya.
__ADS_1
Kio memutuskan untuk keluar dari gerbang samping karena dia memiliki kunci itu lalu segera pergi setelah melihat tidak ada orang.
Diperjalanan Kio memutuskan mampir ke toko Kue kesukaan Kia untuk menghiburnya pasti Kia tengah ngambek karena di tinggal.
Kio memarkirkan motornya lalu memasuki sebuah toko kue yang cukup besar di jalanan kota ini.
Toko itu cukup besar dan sudah mempunyai beberapa cabang di kota lainnya jadi rasa yang ada di sana juga sangat terjamin.
Brukk
Tidak sengaja Kio menabrak seseorang saat tengah berjalan tergesa-gesa.
"Eh sori sori" ucap Kio sambil melihat seseorang yang tadi dia tabrak hingga jatuh.
"Ah iya gapapa" ucapnya wanita itu.
Pandangannya masih melihat kotak kue yang terjatuh di dan rusak di bawah.
"Aduh rusak ya, gue ganti ya " ucap Kio merasa bersalah sambil melihat kue yang sudah setengah hancur
"Hei hei" ucap Kio mencoba membuyarkan lamunan wanita tersebut.
"Sini biar gue ganti kue lo, ayo" ucap Kio menarik lengan wanita tersebut.
Wanita itu hanya diam mengikuti Kio ke dalam lagi.
Setelah mereka membeli kue masing masing kini mereka tengah berada di parkiran dekat motor Kio.
"Sori ya" ucao Kio masih tidak enak
"Santai lagian udah lo ganti juga" ucap wanita Tersebut sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Eh iya gua Rio" ucap Kio sambil mengajak berkenalan
"Vea" jawab wanita itu.
"Lo pulang naik apa? Mau gue anterin?" Tanya kio karena masih tidak enak.
Sedangkan Vea menanggapi hal lain dari ucapan Kio kini dia mulai tersenyum malu malu terlihat seakan Kio menggodanya.
"Emm gausah ngerepotin, gue naik taksi aja makasih kuenya gue duluan ya" ucap Vea sambil tersenyum lalu berjalan meninggalkan Kio.
"Yaudah hati hati Vea" ucap Kio lantang lalu menaiki motornya untuk pulang.
Sampai di rumah Kio sudah siang gara gara inside dengan Vea tadi jadi dia langsung ke rumah Kia.
"Kiaa" panggilnya karena gerbangnya terkunci.
"Kii" panggilnya lagi.
Karena tidak ada sahutan lagi kini Kio memanjat gerbang Kia agar bisa masuk.
"Kioo lo ngapain?" Suara Kia tiba tiba mengagetkan Kio yang masih berada di atas pagar.
Bukannya menjawab Kio malah kembali turun menunggu Kia membuka gerbangnya.
"Baru bangun lo?" Tanya Kio sambil menatap Kia
"Ya habis Kio gak bangunin, ayah juga masih di luar kota, bibi udah gak kerja lagi katanya anaknya sakit parah terus pulang kampung" ucap Kia sambil membuka gerbangnya.
"Nih" Kio menyerahkan kue yang tadi dia beli ke Kia.
"Makasih" ucap Kia tulus.
__ADS_1
Dia tersenyum lebar melihat kue kesukaannya apalagi dibelikan oleh Kio.
"Sama sama" ucao Kio lalu mengusap rambut kia.