SEKUNTUM

SEKUNTUM
Bab. 18. Kenapa dengan Kia?


__ADS_3

Kenapa dengan Kia?


Melihat Vea yang kepanasan seperti itu Kio menjadi tidak tega dia akhirnya membawa Vea ke uks untuk di obati sekaligus memberinya baju ganti.


Petugas yang disana segera memeriksa keadaan Vea lalu menyuruh Kio keluar agar bisa membuka baju Vea.


Kio meninggalkan uks kembali ke kelasnya untuk mengambil jaket untuk Vea.


Saat kembali Vea sudah selesai diobati dan sedang duduk di ranjang.


"Lukanya giamana?" Tanya Kio sambil melihat keadaannya.


"Gapapa gak sampe melepuh kok cuma merah aja, tadi udah di kasi obat" ucap Vea.


"Ganti pakek ini" ucao Kio sambil menyerahkan jaketnya.


"Eh tapi.." vea hendak menolak.


"Udah ah sana" Kio memaksanya akhirnya Vea dengan senang hati mengambil jaket Kio dan berganti di kamar mandi.


"Lo beneran gapapa kan?" Tanya Kio saat Kia sudah selesai ganti baju.


"Gapapa kok Kio tapi makasih ya udah nolongin sama minjemin jaket"


"Iya santai, kita kan teman" ucao Kio sambil tersenyum.


Vea menatapnya sekilas sambil berkata lirih yang tidak terdengar Kio.


"Bukan teman Kio, calon pacar"


Kio yang tidak mendengar itu mengajak dia ke kelasnya untuk belajar karena sudah mulai jam pelajaran lagi.


Saat sampai dikelas teman temannya hanya menatap bingung kenapa Vea memakai jaket disaat panas begini apalagi jaket Kio.

__ADS_1


Akhirnya banyak murid laki laki yang mulai membuat kehebohan, sedangkan murid cewek mulai bergosip tidak suka.


"Ehemm ciee, masih siang lohh" ucap salah seorang siswa menggoda mereka.


"Apaan si" ucap Kio kesal.


Sedangkan Vea tersenyum bahagia.


"Bagus kalau bisa muncul gosip" batin Kia menjerit bahagia.


Saat Vea bahagia karena Kio, kini Kia yang meminta izin untuk pulang lebih dulu dirinya sudah terlalu lelah untuk melihat Kio dan Vea. Mungkin istirahat dirumah bisa membuat fikirannya tenang.


Kia segera mengemasi barang barangnya lalu meminta izin pulang karena tidak enak badan. Saat melihat kelas Kio, Kia hanya menatapnya lalu segera pergi berjalan keluar dan memesan taksi untuk pulang.


Disinilah Kia sekarang, duduk melamun dihalaman belakang rumahnya memikirkan semua ini. Mungkin memang Kio selama ini hanya menganggapnya sebagai sahabat tidak lebih, Kia harus bisa menerima kenyataan itu. Sakit hatinya melihat kedekatan Kio dan Vea tapi Kia tidak mau membuat masalah dengan Kio dirinya akan bahagia kalau Kio bahagia.


"Kia lo gak boleh egois" ucapnya pada dirinya sendiri.


Kia tidak ingin persahabatan yang dia jalani selama ini rusak jadi dia akan diam saja sambil mencoba menghindar menguatkan hatinya sendiri akan semua ini.


Disekolah kini sudah waktunya untuk pulang, Vea segera mengajak Kio untuk pulang.


"Rio ayo pulang, bengong aja lo" ucapnya.


"Eh iya ayo, ke kelas Kia dulu ya"


Vea sebenarnya males ketemu Kia tapi melihat dirinya mengenkan jaket Kio pasti Kia akan semakin salah faham pikir Vea dalam hati.


Mereka berjalan menghampiri kelas Kia tapi ternyata kosong semua murid di sana sudah pulang.


"Lah Kia kemana?" Tanya Kio bingung.


"Nuggu di parkiran paling"

__ADS_1


"Oh iya paling" jawab Kio lalu berjalan menuju parkiran bersama Vea.


Disana Kio melihat lihat semua tapi nyatanya tidak ada Kia kemanapun dirinya mencari.


"Kia kok ga ada si? Gak biasanya" ucap Kio mulai pasrah.


"Coba lo telfon deh Ri" ucap Vea menenangkan Kio.


Mendengar saran Vea Kio segera membuka ponselnya Untuk menelfon Kia lama tidak di angkat, Kio tetap menelfonya berkali kali terlalu khawatir terjadi apa apa dengan Kia.


"Gak di angkat, gimana dong?" Tanya Kio ke Vea.


"Tenang Rio, Kia paling udah pulang. Santai aja ya jangan panik tenang. Lagian Kia gak mungkin bakal kenapa napa kan" ucap Vea berusaha menenangkan Kio.


Kio diam sejenak lalu mengaggguki perkataan Vea. Tidak usah berburuk sangka terlebih dahulu.


Kio menghela nafas bingung dengan dirinya sendiri ada apa dengan Kia sebenarnya, lalu dia masuk ke mobilnya hendak pulang.


Tiba tiba Vea ikut masuk ke dalam mobilnya.


"Rio gue nebeng ya, sopir gue gak bisa jemput katanya. Gue gak berani naik taksi sendirian. Anterin ya please" ucap Vea sambil memelas.


Melihat keadaan Vea dan lukanya akhirnya dia mau tidak mau mengantar Vea dulu sebelum pulang ke rumahnya.


Kio mulai melajukan mobilnya untuk mengangkat Vea terlebih dahulu. Diperjalanan Vea banyak bercerita hal hala untuk membuat tersenyum tapi Kio tidak terlalu menanggapinya pikirannya terlalu memikirkan Kia.


Rumah Vea tidak terlalu jauh hanya butuh waktu 15 menit dari sekolah mereka sudah sampai.


"Makasih Ri, mau mampir dulu gak?" Ucap Vea hendak turun.


"Gak usah deh Ve, gue khawatir sama Kia. Langsung jalan aja ya. Lukanya jangan lupa di obatin" ucap Kio.


Vea hanya tersenyum lalu turun dari mobi, memasuki rumahnya.

__ADS_1


Kio segera melaju kencang untuk pulang melihat Kia .


__ADS_2