
Gosip
Hari ini Kio berangkat pagi pagi sekali, sengaja dirinya malas mengikuti pelajaran hari ini, dirinya memilih sembunyi di ruang OSIS.
Karena Kio tidak memegang kuncinya akhirnya dia menunggu laras datang lebih dulu.
Tidak lama hanya sekitar 5 menit laras tiba di antar sopirnya. Kio tidak heran karena memang laras itu salah satu siswi yang paling rajin yang dia kenal.
Tapi Kio memang tidak terlalu suka dekat dengan anak itu karena memang mereka sering membicarakan Kia, hal itu membuat Kio geram sendiri akhirnya mengacuhkan mereka.
"Laras" panggil Kio langsung mengahampirinya.
"Eh Rio kenapa?" Tanya Laras tampak kebingungan. Walaupun laras wakil ketua osisnya. Laras dan Kio tidak pernah benar benar mengbrol kalau tidak ada urusan dengan kegiatan OSIS.
"Pinjam kunci ruang OSIS dong" pinta Kio langsung.
"Mau ngapain lo? Vea mana?"
"Ada lah kepo si lo, Vea ya masih di rumahnya, tumben lo ga nanyain Kia malah Vea" ucap Kio acuh.
"Ya ngapain nanyain Kia, kan pacarnya situ Vea" ucap Laras langsung.
"Pacar? Vea?" Kio terlihat kebingungan.
"Udah ah, ayo kuncinya gue taruh di loker" ucap Laras sambil berjalan meninggalkan Kio.
"Eh tunggu, maksud lo apaan sejak kapan gue pacaran sama Vea" Kio berusaha mengejar Laras sambil meminta penjelasan.
Kio tidak pernah suka sama Vea jadi bagaimana dia bisa pacaran sama Vea, dia jauh lebih suka dan sayang sama Kia.
__ADS_1
Laras tidak menjawab melainkan berjalan lebih cepat ke lokernya lalu menyerahkan kuncinya ke Kio, lalu meninggalkannya.
"Nih udah"
"Heh tunggu" Kio menghentikan langkah Laras.
"Lo tu beneran ga tau apa pura pura si Yo? Satu sekolahan juga udah tau kali gosip lo pacaran sama Vea" ucap Laras sambil mandang muka Kio.
"Dan lagi waktu itu lo marahan kan sama Kia di taman belakang? Gue ngeliat dia nangis sendiri di sana. Saat sore semua murid udah pulang Kia baru pulang juga sampai matanya bengak saat gue ngeliat dia. Lagian lo mentang udah dapet baru yang lama lo tinggalin gitu aja, anak anak juga pada ga suka tapi mereka diam aja karena Vea anak pemilik sekolah. Udah ah gue mau ke kelas duluan" ucap laras lalu meninggalkan Kio begitu aja.
Kio terbengong sesaat mendengar ucapan Laras itu. Sebelum dirinya kembali mengejar laras untuk menjelaskan.
"Heh gue sama Vea ga ada hubungan apa apa" ucap Kio.
"Ya itu bukan urusan gue deh kayaknya" ucap Laras sekarang yang menjadi acuh.
"Ya lo bilangin ke anak anak lah kalau itu gosip ga bener" Ucap ambigu Kio.
"Rio gue emang suka sama sikap dan cara kepemimpinan elo, dulu elo tu cuma mau sama Kia apa apa Kia. Gue sebagai cewek pasti jua suka sama cowok yang kaya gitu. Sekarang tiba tiba Vea datang gitu aja dan lo selalu kemana mana sama Vea jarang ada Kia gue lihat, saat orang yang selalu menomor satukan Kia tiba tiba deket sama Vea yang notabennya anak baru, gimana fikiran anak anak lo harus ya lebih tau tentang itu. Dan lagi, gue sering mergokin Kia nangis di toilet. Gue rasa lo harusnya faham tentang semua. Udah ya, gue ada urusan" ucao Laras lalu berjalan menjauh.
Kio faham tentang segala hal sekarang, tentang yang dibilang mamanya kemarin dan sekarang dari Laras juga.
Itu semua adalah alsan mengapa sikap Kia berubah ke dirinya. Bagaimana Kio bisa baru sadar sekarang.
"Gue bodoh banget si bikin Kia nangis" ucap Kio pada dirinya sendiri.
Lalu segera berjalan ke ruangan OSIS merebahkan diri diatas kasur yang ada di sana, yang biasa digunakan oleh ana anak OSIS saat kecapekan habis kegiatan.
Kio masih memikirkan semua dirinya tiba tiba ingat tentang janjinya dengan Kia yang mengajaknya ke Villa akhir Minggu ini. Kio berfikiir bakal menjelaskan semua saat itu dan sekalin meminta maaf atas perlakuan bodohnya.
Kio mengeluarkan ponselnya mengirim pesan ke Kia lalu memejamkan matanya sebentar Istirahat disana.
Kia hari ini berangkat diantar oleh Bram, setelah draman tadi pagi dirinya kini sudah siap berangkat sekolah.
__ADS_1
"Ayah anterin Kia ya" pintanya
"Ga bareng Kio?" Tanya Bram heran karena sudah beberapa hari ini Kia selalu berangkat sendiri atau minta antar.
"Enggak, Kio ada kegiatan katanya ga bisa bareng" ucap Kia bohong, dirinya tidak bisa memberi tahukan yang sebenarnya ke ayahnya.
"Ohh" Bram menganggukan kepalanya lalu berdiri berangkat ke kantor sekalian mengantar Kia ke sekolah.
"Ayo berangkat"
"Ayoo yah" ucap Kia semangat.
Kia menaiki mobil ayahnya dirinya berpura pura membaca buku agar ayahnya tidak bertanya macam macam tentang Kio karena ayahnya akan marah kalau tau masalahnya dengan Kio.
Kia sampai di sekolahan saat waktu sudah siang, keadaan sekolah juga sudah ramai seperti biasanya.
Saat Kia turun dari mobil tiba tiba Vea menghampirinya dengan semangat.
"Kia lo liat Rio ga?" Tanya Vea langsung tanpa basa basi.
"Kio? Enggak tuh"
"Kok belum berangkat juga si, rumah lo sebelahan kan sama rumah Rio, lo ga bareng sama Rio kan tadi?" Tanya Vea
Kia mengernyitkan alisnya heran dengan sikap Vea tidak biasanya dia bersikap kaya begini.
"Lo aneh banget deh Ve, gue gak tau dimana Kio, lagian biasanyakan sama lo" ucao Kia sedikit kesal.
Vea memandangi Kia sejenak sebelum kembali bicara.
"Oh iya gue lupa, Rio kan milik gue mana mungkin lo tau keberadaan Rio dimana haha" ucap Vea dengan penegasa kata milik.
Kia hanya diam memandangi Vea, ada apa dengan Vea sebelumnya Vea tidak pernah bersikap seperti itu kepadanya.
__ADS_1
"Kenapa, aneh ya liat gue kaya gini? Itu karena lo selalu membuat Rio jauh sama gue, makannya gue muak sama lo. Sekarang lo tau kan Rio hanya milik gue jadi tolong menjauh dari dia." ucap Vea lalu beranjak pergi meninggalkan Kia.