
Selina berjalan pelan menuju apotek seraya sibuk menghitung uang kembalinya dari membeli air mineral. uang yang tersisa kini hanya 45 ribu rupiah, terdiri dari delapan pecahan uang 5 ribu rupiah dan sisanya kepingan uang koin
...Selina menghela nafas panjang, ekspresi wajahnya seketika berubah terlihat seperti orang yang sedang frustasi “Eh, ini... tunggu dulu deh... ini... obat lambung nenek kan harganya sekitar 30 ribuan, jadi... kalau- kalau aku belikan? Em, sebentar... itu artinya... sisa uangku... hah! sisa uangku hanya tinggal 15 ribu? Oh astaga... beneran hanya tersisa 15 ribu ya? kalau begini sih, yang ada aku gak punya ongkos buat pulang” keluhnya dalam hati...
...Selina mulai menyesali segala tindakannya “Kalau dipikir-pikir lagi... aku menyesal juga ya... Hufft... harusnya aku tadi bisa menahan laparku, lagian aku kan bisa makan dirumah nanti.”...
...Kemudian dia mulai berpikir keras “Gak bisa! Gak bisa! Gak bisa!” Selina menggeleng cepat segera menghalau pikiran egoisnya yang ingin menggunkan uang tersebut untuk keperluannya terlebih dulu “Ayolah Selina... nenekmu saat ini sedang membutuhkan obat itu, Ok? jadi jangan egois! jangan jadi egois! tapi kalau aku belikan bagaimana caranya aku bisa pulang hikss” ujarnya menegaskan pada diri sendiri...
Tak lama terdengar suara riuh anak kecil bercanda sambil berlarian tepat dibelakang punggung Selina, Terlihat dua anak kecil saling mengejar sampai pada akhirnya tidak sengaja menabrak Selina sehingga membuat semua uang yang berada ditangannya jatuh berserakan
..."Eh?!"...
Dua anak kecil itu lantas berlari masuk kedalam minimarket, disusul oleh seorang wanita yang tidak lain adalah ibunya. Wanita itu berjalan tepat dibelakang Anak-anaknya, tentu saja dia melihatnya dan sudah pasti mengerti bahwa anak-anaknya itu telah melakukan sebuah kesalahan, Walau begitu wanita itu hanya meminta maaf dengan menangkupkan tangannya; dia sama sekali tidak mengatakan sepatah katapun, setelahnya wanita itu pun langsung pergi begitu saja menyusul kedua anaknya masuk kedalam minimarket.
..."Ughhh! Eh! semua uangku! Astaga..."...
Selina mulai membungkukkan tubuhnya hendak jongkok untuk mengambil semua uangnya yang berserakan dibawah, Namun seketika pandangannya teralihkan pada satu uang koinnya yang dilihatnya menggelinding masuk kedalam mobil yang terparkir didepan minimarket
..."Yah! Astaga... uangku, yah... jangan sampai... jangan sampai... yahhh... ah! sial! beneran masuk kekolong mobil lagi, Hufft!"...
Selina lantas jongkok dan buru-buru mengambil semua uangnya yang telah jatuh berserakan, setelahnya dia langsung mendekati mobil itu untuk mengambil satu uang koinnya yang berharga
Selina memperhatikan body mobilnya dan lantas bingung bagaimana caranya dia bisa mengambil kembali uangnya?
..."Hikss hikss... sekarang bagaimana caranya aku mengambil kembali uangku?"...
Tentu saja Selina akan merasa kebingungan memikirkan cara agar dirinya dapat mengambil kembali satu uang koinnya itu, sebab mobil yang berada tepat didepannya kini adalah mobil Lamborghini yang hanya memiliki tinggi beberapa inci dan tentu saja yang menyulitkannya tidak lain karena mobil ini memiliki kolong yang rendah
..."Kalau begini caranya aku akan sangat kesulitan."...
...Selina melihat sekeliling "Eh, mobil ini milik siapa ya? pemiliknya ada dimana? mungkin aku bisa..." Setelah mendapat jawabannya spontan Selina mulai memukul-mukuli kepalanya sendiri "Tsk. Astaga, Selina! mobil ini kan sedang terparkir didepan minimarket. tentu saja pemiliknya ada didalam, bukan? kenapa kamu menjadi sangat bodoh!"...
..."Haha. kalau begitu aku akan...."...
Selina hampir saja masuk kedalam minimarket untuk meminta pemilik mobil itu memindahkan mobilnya sebentar; sehingga dia dapat mengambil kembali uangnya, namun Selina mengurungkan niatnya kembali
..."Ah Tunggu... tidak bisa!"...
...“Arghhh! Benar! Tidak tidak tidak! tidak bisa! Ayolah itu akan sangat konyol... sangat konyol dan memalukan! Arghhh gila! bagaimana bisa aku bepikir demikian? aku akan mempermalukan diriku sendiri hanya demi satu uang koin? pemilik mobil ini jelas sangat kaya, dia pasti akan menertawakanku."...
Selina berpikir dia akan menunggu sampai pemilik mobil itu selesai berbelanja, namun kemudian dia mulai berpikir kembali; bagaimana jika pemiliknya berbelanja sampai menghabiskan waktu berjam-jam lamanya
...“Bagaimana ini, apa orang itu akan lama didalam sana? ugh! nenek pasti saat ini sedang menungguku dirumah, aku barusan bilang padanya kalau aku sudah dalam perjalanan pulang.”...
Selina melihat jam di ponselnya, hari sudah mulai gelap dan Selina mulai berpikir dirinya harus segera bertindak. walau hanya demi uang koin senilai 500 perak saja; namun baginya itu sangat berharga
...“Arghh sial! uangku yang malang... bagi kebanyakan orang sekarang, hanya uang koin pecahan seribu tidak lagi berarti apa-apa bagi mereka... tapi itu berbeda denganku, berapa pun nominalnya, uang itu tetap sangat berharga. 100 ribu kalau kurang 500 perak bukankah tidak akan jadi 100 ribu? hihi.”...
...Selina mulai jongkok dan membungkuk seraya memiringkan tubuhnya sedikit; tidak lupa dia menyalakan flash ponselnya agar dapat melihat posisi uangnya “Arghhh! sulit sekali! ini bagaimana caraku bisa ngambilnya? itu- itu- itu uangku? astaga... mengapa ada ditengah-tengah sana... Ughh! sulit sekali... tanganku tidak akan sampai meraihnya.”...
__ADS_1
Pemilik mobil Lamborghini yang terparkir didepan minimarket tersebut tidak lain ternyata adalah Stefan Abern, tidak lama setelah Selina terlanjur bertindak Stefan keluar dari dalam minimarket dengan sebotol soda ditangan kanannya dan tangan kirinya terlihat menenteng belanjaannya
Stefan benar-benar terkejut mendapati seorang gadis yang mencurigakan tengah jongkok didepan mobilnya seperti sedang mencari sesuatu
Stefan mulai berjalan mendekatinya, sedangkan Selina terlihat begitu sibuk berusaha menggapai uangnya itu sampai-sampai dia tidak menyadari seseorang tengah berjalan mendekat kearahnya
Stefan kini tepat berada disamping mobilnya, dia menyandarkan tubuhnya dan menopangkan satu tangan pada mobilnya itu. Stefan terlihat santai memperhatikannya seraya meneguk sebotol soda, Namun tidak lama dia mulai bertanya
...Dia berdeham "Hei? aku perhatikan kamu serius sekali, aku jadi penasaran, sebenarnya... apa yang sedang kamu cari-cari dikolong sana?" tanya Stefan...
...Selina tidak berpikir orang yang bertanya padanya adalah si pemilik mobil "Uangku yang jatuh, tidak sengaja masuk kekolong mobil ini. aku hanya ingin mengambilnya kembali, tapi aku kesulitan. pemilik mobil ini sepertinya adalah orang yang benar-benar gila dalam berbelanja, masa dia masih belum kembali juya setelah 15 menit lebih berada didalam sana, ugh menyebalkan!" keluh nya...
..."Tsk. begitu rupanya? memangnya, berapa uangmu? biarkan aku menggantinya saja, bagaimana?"...
...Selina mulai menengadah "Sebenarnya... Eh?! tunggu dulu... kamu... kamu barusan bilang apa? ingin mengga... uh?!" Selina sontak terbelalak; dia rupanya sangat terkejut mendapati kantong belanjaan pria yang kini berada tepat didekatnya itu....
...“Astaga... Jangan-jangan, pria ini... dia... dia si pemilik mobil! barusan itu... aku... apa yang sempat aku bilang, bukan ucapan yang termasuk menghinanya kan?” pikir Selina...
Selina langsung buru-buru berdiri, namun kakinya kesemutan; sehingga membuatnya nyaris terjatuh kalau saja Stefan tidak sigap menahan tubuhnya
...Opss!!!...
..."Hei, Hati-hati... kamu tidak apa-apa kan?"...
Mereka tidak sengaja saling memandang satu sama lain, entah mengapa Stefan merasa dirinya telah mengenal gadis ini sejak lama. begitu pun juga dengan yang dirasakan Selina saat ini, entah mengapa Selina tidak merasa asing terhadap pria yang dihadapannya ini
..."Ah! Ma-maaf!"...
..."Tidak masalah! tapi kamu baik-baik saja kan?"...
..."Ugh! terima kasih... tidak apa-apa, sepertinya tadi karena kelamaan jongkok, kaki saya jadi mati rasa, haha... ng... tuan, sekali lagi saya minta maaf dan terima kasih karena sudah menahan saya..." Selina sangat gugup karena malu...
..."Mn, baiklah. tidak masalah. tapi hei?"...
..."Ah? Ya kenapa?"...
..."Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Stefan tiba-tiba...
Selina seketika tertegun setelah mendengar pertanyaan darinya, Apakah pria ini merasakan kedekatan tertentu seperti yang dirasakannya?
..."Hah??? A-apa?"...
..."Aku tanya, apa kita pernah bertemu sebelumnya?"...
..."Oh iya! tuan, kamu pemilik mobil ini kan?"...
..."Haaih~ mn."...
..."Mn? berarti iya?"...
__ADS_1
..."Astaga... iya iya!"...
..."Bagus! berbelanja kan sudah, kalau begitu, tuan sekarang sudah bisa melajukan mobil tuan? jadi silahkan?"...
..."Kamu mengusirku?"...
..."Bu-bukan begitu... tapi seperti yang saya bilang, saya ingin mengambil kembali uang saya? pleaseee..."...
..."Hei, sepertinya kamu tadi belum menjawab pertanyaanku?"...
..."Yang mana? ....Oh, soal apa kita pernah bertemu sebelumnya atau tidak?"...
..."Mn. iya."...
..."Seingatku, ini pertama kalinya aku bertemu dengan tuan..."...
..."Benarkah? apa kamu yakin?"...
..."Ya! aku sangat yakin! ini pertama kalinya aku melihatmu! jadi kita sepertinya tidak pernah bertemu sebelumnya tuh, hihi."...
..."Mn. begitu ya~"...
..."Nah sekarang, kalau tuan tidak lagi ada urusan ditempat ini, sebaiknya silahkan... segera lajukan mobilmu? dengan begitu, aku bisa mengambil kembali uangku hehe... masalahnya saat ini aku juga sedang terburu-buru, jadi mohon silahkan tuan?"...
..."Kamu tahu tidak? Kamu ini terlihat sangat mencurigakan."...
..."Maaf? Apa katamu?"...
..."Pfftt. Bagaimana caranya, uang kertas bisa terbang sampai masuk kedalam kolong mobilku? bukankah itu aneh sekali? sangat tidak masuk akal."...
..."Hei, kapan aku bilang uang kertas?"...
..."Hmph, kamu pasti memiliki tujuan lain yang tidak sesederhana itu?"...
...Selina terlihat menghala nafas sebelum dia menjawab "Tsk. aku berani bersumpah! aku hanya ingin mengambil kembali uangku, aku tidak memiliki maksud lain."...
Stefan tiba-tiba saja mencondongkan tubuhnya; membuat wajah mereka kini cukup berdekatan, tindakan impulsif nya tersebut membuat Selina tekejut sehingga sontak menarik diri
..."Hei, tuan? kamu ini... mendadak mendekat padaku... sebenarnya mau apa? um... tidakkah kamu pikir, jarak kita terlalu dekat? maka sedikit menjauhlah dariku!" ujar Selina mulai panik...
..."Benarkah? Aku pikir kita biasa saja."...
..."Hmpph! Mari mengobrol dengan dengan cara yang wajar, sedikit menjauhlah."...
..."Baiklah. kenapa aku merasa tidak asing denganmu?"...
..."Entahlah."...
..."Aku merasa kamu begitu familiar, apa kamu yakin? kita tidak pernah bertemu sebelumnya?" tanyanya memastikan...
__ADS_1