
...Stefan menarik lengan Selina. "Ikut denganku," Ajaknya...
..."Hei! Kamu mau membawaku kemana?" Tanya Selina, bingung...
..."Aku akan mengantarmu pulang." jawab Stefan...
...Selina berusaha keras menik lengannya darinya "Tidak! Tidak perlu! aku datang bersama Samuel."...
..."Dia mabuk. Dia tidak akan pulang." jelas Stefan...
..."Viyona ada disini, aku akan pulang bersamanya. lepaskan aku!" jawab Selina, keras kepala...
..."Dia sama saja..."...
..."Tidak! Aku tidak akan pulang denganmu! lepaskan aku!" tuntut Selina, terus berontak...
..."Berisik!"...
Stefan mengancam akan menciumnya kalau dia tidak mau diam. Tapi Selina malah tidak mau dengar dan nekat sengaja teriak-teriak, Stefan sontak menutup mulutnya dengan bibirnya. Panik, Selina langsung mendorongnya dan mencoba menamparnya tapi gagal.
__ADS_1
..."Mau mencobanya lagi?" goda Stefan...
Akhirnya Stefan berhasil menyeretnya sampai ketempat parkiran. Walau begitu, Selina tidak serta-merta nurut padanya. Dia masih berusaha keras untuk melarikan diri darinya.
Tapi semakin Selina berusaha, semakin Stefan mempererat genggamannya. Karena Stefan terus-menerus menolak melepaskannya, maka Selina langsung saja menggigit tangannya dengan ganas. Saat Stefan merasa kesakitan, Selina memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri darinya, dia asal saja mau menyeberang jalan tapi tidak tahu ada sebuah mobil yang akan lewat, untungnya Stefan sigap langsung menariknya sehingga membuat mereka terjatuh dalam posisi Stefan menindih Selina.
..."Kamu benar-benar ingin tertabrak mobil sampai mati? Hah?" Omel Stefan...
..."Lepasin!" tuntut Selina...
..."Tidak akan. Kalau kamu ingin mati, akan kubiarkan kamu mati di sini dan bukannya tertabrak mobil sampai mati. Melainkan akulah yang akan menghancurkanmu. Mau atau tidak?"...
Stefan tiba-tiba mendekat seperti mau menciumnya dan Selina bahkan tidak lagi melawannya, malah spontan dia menutup matanya seolah-olah menanti ciumannya. Tapi kenyataannya Stefan tidak melakukannya dan langsung menarik diri.
..."Kenapa kamu menutup matamu? Kamu tidak berpikiran aku akan menciummu, kan?" Tanya Stefan menggoda...
..."Ada sesuatu yang masuk ke mataku," Jawab Selina, dirundung rasa malu...
...Stefan kembali mendekat. "Benarkah? Aku tadi seperti melihat serangga kecil dirambutmu." ujarnya, bohong...
...Saat Selina memalingkan wajahnya, Stefan meraihnya dan langsung menciumnya. Ciuman mereka kali ini terjadi sangat singkat. di akhir ciumannya Stefan mengatakan. "Aku melakukannya karena aku tidak mau melihatmu kecewa."...
__ADS_1
...Selina semakin dirundung rasa malu, pipinya merona dan dia menghindari bertatapan dengan Stefan. "Si-siapa yang kecewa!"...
Stefan mendadak menggendong paksanya ke jok sebelah dan mengancam akan menelanjanginya sekarang juga disini jika Selina berani keluar dari mobilnya.
Selina kesal. Tapi pada akhirnya tidak ada yang bisa dilakukannya selain menuruti Stefan dan membiarkan Stefan mengantarnya pulang. Tapi ditengah jalan Selina mendadak protes minta diturunkan, setelah dia sadar Stefan mengemudi tanpa arah.
..."Kamu mau membawaku kemana? Putar balik. Kamu salah jalan."...
Stefan tidak menghiraukan perkataannya. Kemudian Selina sadar bahwa Stefan dengan sengaja melakukannya. Jelas-jelas dia sudah memberitahu tujuannya, tapi ini sih... sudah terbilang cukup jauh dari jalan yang seharusnya mereka lewati.
..."Berhenti! Sebenarnya kamu mau membawaku kemana?"...
Stefan tidak menjawab dan terus menyetir. rupanya dia kesal karena Selina memberikan alamat rumah pacarnya. Stefan marah saat tahu Selina berencana tinggal disana untuk malam ini. Sulit baginya untuk membayangkan hal tersebut, mengantarkan wanita yang seharusnya menjadi miliknya satu-satunya kepada pria lain.
..."Tuan, aku bilang hentikan mobilnya, apakah kamu tidak dengar?" protes Selina...
..."Aku dengar. Kenapa aku harus mendengarkan perintahmu? Ini mobilku." Jawab Stefan, ketus....
...Selina speechless mendengar jawabannya "A-apa! bukannya kamu bilang kamu akan mengantarku pulang?"...
__ADS_1