Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 30 Dia Salah Paham


__ADS_3


Stefan mengeluarkan ponselnya hendak mengubungi nomor darurat untuk meminta pertolongan. entah akan sempat atau tidak, yang jelas Stefan berdoa, berharap Angel sadar dan mengurungkan niat gilanya itu.


Dan rupanya Selina berada dirumah sakit yang sama, dia datang bersama dengan Sofie.


..."Kehilangan beberapa lembar uang itu tidak berarti apa-apa, Selina. jika dibandingkan dengan kamu harus kehilangan satu tanganmu ini."...


..."Iya, iya kak Sofie."...


..."Selina, dengarkan aku. tanganmu ini sangatlah berharga." Sofie memegang tangan Selina yang terluka "Kamu tidak akan bisa menghasilkan uang tanpa tanganmu ini, dijaman sekarang siapa juga yang akan menerima pekerja yang cacat? apa kamu menyamakan tanganmu ini dengan rumput liar? yang bisa tumbuh kembali dengan mudah kalau terus-menerus tersiram air, huh? shh kamu ini keras kepala sekali." Sofie terus mengomel sepanjang jalan karena kesal Selina terus menolaknya untuk dibawa kerumah sakit...


..."Kak Sofie, kita sudah berada dirumah sakit sekarang, aku akan memeriksakan tanganku, kenapa kamu masih mengomel terus? ugh."...


'Selina?!' Stefan amat tekejut melihat Selina berada dirumah sakit yang sama dengannya. sedangkan Stefan melihat Angel sudah berada diambang jatuhnya. Stefan menjadi sangat panik dan langsung berlari. namun bukan untuk Angel, pria itu tidak berlari berusaha mencoba menangkapnya, tetapi pria itu justru berlari dengan panik dan dengan ekspresi cemasnya menuju kearah Selina.


Sofie yang kemudian tersadar ada seorang wanita yang terjatuh dari lantai atas mencoba memberitahu Selina. namun saat itu Selina tidak mengerti apa yang dikatakan Sofie, dia bicara dengan sangat tidak jelas. dan tepat saat wanita itu jatuh, seseorang dari belakang punggungnya tiba-tiba saja datang memeluknya dan menutup kedua matanya dengan tangan.


Tubuh Selina menegang, seperti kaku. dia sangat Syok, detak jantungnya berdebar sampai tak beraturan. 'apa yang telah terjadi barusan? mengapa dia mendengar suara riuh banyak orang? dan, siapa yang sekarang sedang memeluknya dan menutup matanya dari belakang punggungnya? sangat tidak sopan! dan ini sungguh tidak lucu. apa Sofie membuat lelucon untuk menghukumnya.'


..."Kak Sofie, apa ini kamu? apa yang kamu lakukan? apa yang terjadi? jangan bercanda, kamu membuatku takut. kenapa kamu pakai menutup mataku segala?" Selina terus bertanya karena kebingungan. Selina memegang tangan Stefan yang menutup matanya, dan Selina merasakan bahwa itu benar-benar bukan seperti tangan Sofie "Eh? tunggu... A-apa!" gadis itu dibuat tekejut sekaligus merasa takut "Ini bukan kamu kan kak?! kak Sofie dimana kamu sekarang? siapa yang melakukan ini padaku, tolong beritahu aku sebenarnya apa yang terjadi?" hati Selina mulai tidak tenang...


Sofie kebingungan plus syok. apa yang dilakukan Stefan terhadap Selina? mengapa tiba-tiba saja muncul dan langsung menutup matanya.


..."Ng itu Selina... anu..." Sofie sangat gugup...


..."Eh? Kak Sofie apa kamu masih disini? Huff syukurlah~ Apa yang telah terjadi?" Selina berusaha melepaskan tangan yang menutupi matanya "dan Sial! siapa orang ini?! situasi macam apa ini?! kenapa mataku ditutup?! tolong aku kak Sofie, kenapa kamu malah diam saja?"...



Stefan melarang Sofie memberitahu Selina. Stefan membawa Selina ketempat yang aman, agar Selina tidak melihat kondisi Angel yang mengenaskan. Stefan hanya tidak ingin Selina melihat kejadian yang mengerikan semacam itu. Selina takut melihat darah orang lain. dan mungkin saja dia akan terbayang-bayang kejadian ini seumur hidupnya, dan itu akan menjadi rasa traumatik tersendiri baginya. itu yang Stefan tidak inginkan terjadi pada Selina. Stefan akhirnya menyingkirkan tangan yang menutupi matanya.


Selina sudah sangat kesal. dia sampai mengepal tangannya bahkan setelah tahu Stefan yang melakukan hal konyol tersebut padanya. kenapa pria itu selalu muncul dimana-mana seperti lalat.


..."Steโ€”" Selina menahan mulutnya, gadis itu menghela nafas mencoba menekan rasa kesalnya "Ah Tuan Stefan, ternyata kamu ya?!!"...


Selina lantas melirik Sofie yang terlihat masih syok


Staff rumah sakit berlari ke arah mereka, dan dengan terengah-engah memberitahukan pada Stefan bahwa nyawa Angel sayangnya tidak dapat tertolong. Setelah tahu anehnya Stefan terlihat tenang saja, dan malah langsung menyuruh staff rumah sakit itu mengurusi jasadnya. perhatiannya jelas diprioritaskan untuk Selina. sedangkan Selina sangat syok mendengar Angel bunuh diri dan nyawanya tidak terselamatkan, tetapi masih ada yang membuat Selina lebih syok lagi. 'bagaimana bisa Stefan terlihat tenang-tenang saja setelah tahu wanitanya meninggal dengan mengenaskan? malahan, rasa khawatirnya itu terasa hanya tertuju padanya. tapi tidak. Selina bukan gadis berkepribadian narsistik, dia hanya terlalu banyak berpikir, itu mungkin hanya perasaannya saja.'


..."Kenapa kita bisa bertemu lagi disini? kali ini untuk apa kamu datang kerumah sakit? nenek kamu masuk rumah sakit lagi? atau apa kamu sakit?" tanya Stefan merasa khawatir...


..."Bukan urusanmu, tuan."...

__ADS_1


..."Kami ada disini untuk memeriksakan telapak tangannya yang terluka." sahut Sofie tiba-tiba...


..."Kak Sofie? kamu... aku rasa kita tidak perlu memberitahunya."...


..."Sel, dia menanyaimu secara baik-baik, kenapa jawabanmu ketus sekali?"...


..."Hmph."...


..."Telapak tanganmu terluka? mana tanganmu? biarkan aku melihatnya? kenapa tanganmu bisa terluka?" Stefan mencecar banyak pertanyaan sampai membuat Selina bingung...


...Selina menyembunyikan tangannya dibelakang punggungnya "Tidak apa-apa. aku baik-baik saja, ini hanya luka ringan." jawab Selina, jutek...


..."Tuan Stefan, tangan Selina terluka karena..." Sofie hendak memberi tahu kebenaran bagaimana Selina bisa mendapatkan luka ditangannya, namun langsung dipotong oleh Selina...


Selina menatap tajam Sofie, memberi isyarat untuk tidak berbicara banyak pada Stefan.


..."Akh!"...


Stefan dengan lancang, melihat paksa tangan Selina yang terluka. begitu melihat, pria itu jelas terlihat sangat khawatir padanya.


..."Ini...." Stefan menatap tangan Selina yang terluka dengan rasa khawatir "Kenapa tanganmu bisa sampai terluka seperti ini? huh?" tanya Stefan dibuat penasaran...


...Selina kontan langsung menarik tangannya dari Stefan "Aku mendapatkan luka ini dari hasil kecerobohan ku sendiri."...


..."Aku memang seperti ini, apa urusannya denganmu? kenapa kamu marah?"...


..."Sel, dia peduli padamu."...


..."Oh, iya kah? kalau begitu terima kasih banyak atas kepedulianmu, tuan. tapi sekedar saran saja, lebih baik kamu segera urus dulu wanitamu, dia sampai berani melakukan bunuh diri itu pasti karena dia menginginkan perhatian lebih darimu. kenapa juga malah sibuk disini memberi perhatian pada wanita lain? shh, dasar playboy." jawaban menohok Selina...


Selina langsung menarik tangan Sofie, dan pergi meninggalkan Stefan begitu saja.


..."Hei, tunggu sebentar. kamu... kamu sudah salah paham."...



Stefan telah kembali ke kantornya. pria itu sekarang berada diruang kerjanya bersama dengan temannya Dhefin, yang langsung pulang dari luar kota begitu tahu Angel bunuh diri.


..."Stefan aku tidak menyangka kau bisa setega ini padanya, kupikir kau adalah orang yang sangat bertanggung jawab."...


..."Tch, Omong kosong Apa yang kau bicarakan!"...


..."Omong kosong katamu? sekarang ku tanya, bagaimana bisa kau akhirnya lepas tanggung jawab seperti ini?" Dhefin menggebrak meja kerja Stefan karena merasa kesal melihat Stefan dengan tenangnya kembali mengerjakan pekerjaannya seolah-olah hari ini tidak terjadi apa-apa....

__ADS_1


..."Heh apa maksudmu."...


..."Dengan mudahnya kau hanya memberi perintah pada petugas rumah sakit untuk mengurusi jenazahnya, lalu setelah itu kau kembali ke kantor untuk bekerja?" Dhefin mempertanyakan perlakuan Stefan terhadap Angel...


Stefan memilih mengabaikan Dhefin, dan dia hanya terlihat fokus pada dokumen yang ada ditangannya. Stefan tahu Dhefin kesal terhadapnya karena langsung pergi begitu saja setelah memberi perintah sepenuhnya pada pihak rumah sakit untuk mengurusi jasad Angel tanpa kehadiran dirinya berada disana. sekarang wajar bagi Dhefin untuk berpikir Stefan lepas tanggung jawab, dan tidak bersikap benar-benar tulus dan peduli pada Angel.


...Dhefin berdecak kesal "Cih! Stefan, ayo ikut denganku."...


..."Kemana? aku sedang sibuk."...


..."Masih bertanya kemana? tentu saja pergi menghadiri pemakaman Angel, setidaknya kita harus ada disana, karena bagaimana pun dia masih teman kita juga."...


...Stefan menghela nafas dan mulai beranjak dari kursinya "Proses pemakaman Angel akan dilakukan sore hari. jenazahnya saat ini masih ditangani ahli forensik untuk melakukan proses autopsi, Dokter Dhefin Kafeel sampai sini sudah paham?" jelas Stefan...


...Dhefin terkejut, matanya menyipit dan jelas diwajahnya mengekspresikan ketidaksetujuan "Apa! apa aku tidak salah dengar? Autopsi katamu? apa maksudnya itu, Stefan?"...


..."Mm."...


..."Stefan, jawab! tolong bertahu aku alasan yang paling masuk diakal kenapa kau sampai melakukan autopsi pada tubuhnya? dia sudah sangat menderita dan kau masih mempersulitnya?" kesal Dhefin...


..."Dhefin, aku merasa ada yang janggal dengan kematian Angel." ungkap Stefan...


..."Apa maksudmu? bukankah semuanya sudah sangat jelas?! dan masuk ke dalam logika kita. Angel mengalami depresi berat pasca kehilangan bayinya dan dia bunuh diri. ingat Psikolog-nya sudah mengatakan kemungkinan Angel melukai diri sendiri itu besar dan itu sekarang nyata terjadi."...


..."Aku melihat Sarita Luis dirumah sakit, sesaat sebelum Angel mengakhiri hidupnya." ungkap Stefan...


...Dhefin tekejut mendengarnya "kau mencurigainya?" tanyanya...


..."Tsk. Dia memang mencurigakan!" Jawab tegas Stefan...


..."Jadi sekarang apa yang mau kau lakukan? mengusut tuntas kasusnya? shh itu jelas akan melibatkan teman kita." ujar Dhefin...


..."Terus kenapa? Sudah sampai seperti ini, kau masih memperdulikannya? kau mau melindunginya kah? lebih baik pikirkan bagaimana caranya kita harus mendapat keadilan untuk Angel." jelas Stefan...


..."Tidak ada bukti yang jelas yang menunjukkan bahwa Sarita Luis terlibat dalam kematian Angel. sudahlah Stefan, jangan mempersulit dirimu sendiri." ujar Dhefin...


..."Seluruh CCTV dirumah sakit mati dijam Sarita Luis berada disana. tidakkah kau berpikir bahwa itu sangatlah aneh?"...


..."Bro, jangan membuang-buang waktumu untuk mengusut kasus ini, tidak ada gunanya. tidak akan membuat Angel merasa senang juga. Angel pernah bilang padaku, dia tidak ingin Justin mendapat masalah karenanya."...


..."Dhefin, kita sama-sama tahu masalahnya. aku tidak ingin melindungi orang yang salah. aku hanya ingin memberikan keadilan bagi korban. Angel disini adalah korban, Dhefin."...


..."Tujuanmu sesungguhnya bukan untuk Angel? apa tebakan ku benar? Stefan, sebenarnya kau hanya ingin menggunkan kesempatan ini untuk menjatuhkan keluarga Luis, bukan?" tuduh Dhefin...

__ADS_1


...Stefan mengernyit "Heh? Apa maksudmu?"...


__ADS_2