
...☀ Keesokan paginya...
Selina perlahan membuka matanya, gadis itu akhirnya terbangun dari tidurnya yang lelap dan nyaman semalaman. dia beranjak berusaha menarik tubuhnya untuk duduk, gadis itu terlihat tertunduk lesu berusaha keras mengumpulkan kesadarannya. rasanya nyawa hanya terkumpul sebagian, membuatnya terlihat linglung dan merasa pusing luar biasa.
...Ughh...
Selina menarik kedua lengannya untuk direntangkan, namun gadis itu mengernyit heran karena lengan yang satunya seperti tertahan oleh sesuatu. dia sontak menoleh kebelakangnya, dan betapa terlihat terkejutnya dia, matanya sampai mendelik. sejak kapan Stefan terduduk dilantai, disamping tempat dia tidur? apakah pria itu sudah disana semalaman penuh, dan selalu menggenggam tangannya? Selina terpegun cukup lama dan tiba-tiba muncul sedikit ingatan tadi malam.
..."Eh?"...
Selina ingat tadi malam mereka menonton film bersama, tetapi dia tidak ingat kapan dirinya mulai tertidur dan karena terlalu pulas dia juga tidak merasa saat Stefan memindahkannya ke kamar. namun entah kenapa ada sedikit ingatan jelas dikepalanya, bahwa Selina lah yang telah menahan lengan Stefan dan menyuruhnya untuk tetap berada disisinya.
..."Hah!!!"...
Selina terlihat menelan ludah, pipinya seketika berubah menjadi merah padam, dia merasa sangat malu.
..."Astaga!!! Apa yang sudah kulakukan!!! Tidak!!!Ti-tidak mungkin!!! Aku tidak melakukannya!!! Arghhh, sial!!! aku melakukannya dan Sekarang aku sangat malu, sampai sampai aku berpikir aku ingin menggali lubang untuk diriku sendiri agar aku bisa bersembunyi darinya, aku tidak ingin mengobrol dengannya lagi, aku yakin setelah ini dia akan mengejekku habis-habisan arghhhh!!!!"...
..."Kenapa aku malah menahannya semalaman? Aku ingat semalam aku bermimpi tentang Rey yang ingin meninggalkan ku, aku marah dan aku berusaha keras menahannya untuk tidak pergi. tanpa sadar aku benar-benar menggerakkan tanganku untuk menahan seseorang disisiku dan itu pria ini? Huff` Aku sudah gila... Argghhh Seharusnya itu terjadi dalam mimpiku saja."...
..."Tapi, Pria ini.... dia semalaman tidur dilantai dengan posisi duduk? pasti sangat tidak nyaman untuknya. Kenapa dia tidak berusaha melepaskan genggamanku? Ng, apa karena aku menggengam tangannya terlalu erat? Huff... kenapa dia tidak terpikir untuk membangunkan-ku? Kenapa dia harus berkorban untukku seperti ini? tapi pria ini, dia tidak berbuat apa-apa padaku semalam kan."...
..."Huff... sudahlah... yang jelas sekarang, aku harus segera pergi dari sini."...
Agar Stefan tidak terbangun Selina dengan perlahan melepaskan lengannya dari genggaman tangan pria itu, lalu dengan tergesa-gesa gadis itu berjalan menuju pintu keluar dari kamarnya.
..."Maaf, dan Terima kasih."...
Ketika Selina membuka pintu, dia bertepatan dengan seorang wanita yang sedang berjalan melewati pintu yang sama. Selina tentu saja sangat tekejut, saking tekejutnya bahkan dia sampai hampir menjerit, namun untungnya gadis itu dengan cepat menutup mulutnya dengan tangan.
..."Aaah!"...
..."Eh? Selamat pagi... "...
..."Ng?"...
..."Bibi pengurus apartemen disini."...
..."O-oh."...
..."Ai! maaf sudah membuat nona kaget... pftt Tenang saja bibi ini bukan hantu kok, tuh lihat masih napak ke lantai."...
Selina hanya tersenyum canggung, tentu saja tidak bisa disangkal bahwa dia sangat tekejut, bahkan kalau boleh jujur karena saking tekejutnya sampai-sampai membuat jantungnya serasa mau copot.
..."Mn."...
..."Sebentar, bibi ambilkan air minum dulu ya?"...
..."Ah i-iya, Terima kasih."...
..."Huff! tidak sangka non akan bangun pagi sekali."...
..."I-itu, aku sudah terbiasa bangun pagi."...
..."Nah, ini minumnya, nona?"...
..."Terima kasih."...
..."Kenapa tidak tidur lebih lama? memangnya setelah ‘beraktivitas semalaman suntuk nona tidak merasa capek?"...
..."Huh?" Selina mulai berpikir maksud dari pertanyaannya apa, dan setelah dia mengerti pipinya langsung memerah. "Ah! Semalam tidak terjadi apa-apa antara kita." Jawaban spontan Selina...
..."Pfft. sudah sudah bibi hanya bercanda saja... "...
..."Huff~"...
..."Tuan Stefan masih belum keluar kamar? beliau pasti masih tidur ya?"...
..."Mn."...
..."Beliau akan bangun sebentar lagi. Oh iya! Nona mau dibuatkan sarapan apa? bibi buatkan ya? mau roti panggang?"...
...Selina menggeleng....
..."Mau sereal?"...
...Selina kembali menggeleng....
..."Eh? Kalau begitu maunya apa? Bilang sama bibi biar bibi buatkan? Ng, Bibi buatkan roti panggang saja ya? bagaimana?"...
..."Ti-tidak perlu, bi."...
..."Hmph! tidak boleh menolak! Tuan sudah berpesan pada bibi, katanya bibi harus melayani nona dengan sangat baik. Jadi bibi buatkan ya? kalau begitu bibi pergi dulu kedapur, nona tinggal tunggu saja disini."...
..."Eh? sebentar bi."...
...Selina malah mengikuti langkah wanita itu...
..."Loh? Nona kenapa malah mengikuti bibi?"...
..."A-aku, aku mau mencuci pakaian."...
..."Ah? Astaga Itu biar bibi saja yang kerjakan."...
..."Tidak apa-apa bi, biarkan aku membantu meringankan perkerjaan bibi?"...
..."Sudah sudah tidak usah! sudah menjadi tugas bibi disini. mengenai itu juga tuan Stefan sudah bilang pada bibi ditelpon, nanti biar bibi saja yang kerjakan ya?"...
__ADS_1
..."Ng? Aku tidak terbiasa kalau cuma diam dan duduk-duduk saja."...
..."Kalau begitu kenapa nona tidak pergi cuci muka dulu? lalu merapihkan rambut dan juga pakaian nona?"...
..."Ah? benar ini terlihat sangat berantakan." ujar Selina setelah menyadari tampilannya sangat berantakan...
..."Nah, sehabis itu nona bisa menonton televisi."...
..."Tapi aku terbiasa berkegiatan dipagi hari, biarkan aku membantu bibi saja ya? tidak apa-apa, aku sudah biasa mengerjakan pekerjaan rumah."...
..."Huff~"...
..."Aku tidak ingin terlalu banyak merepotkan disini, setidaknya biarkan aku mencuci pakaian ku sendiri."...
..."Nona kenapa kamu bersikap sangat sungkan padanya? kamu ini kan temannya... yang bibi lihat, tuan Stefan saja berusaha sebaik mungkin Memperlakukanmu."...
..."Ta-tapi... tapi aku ini bukan..."...
..."Nona kamu adalah tamu spesialnya. beliau tidak pernah mengizinkan siapapun menginap di apartemennya, apalagi untuk tidur seranjang dengannya. Nona Allisya saja tidak memiliki kesempatan ini."...
..."A-aku dengannya tidak..."...
..."Shhh, apapun yang terjadi tadi malam antara nona dan tuan tidak perlu diceritakan pada bibi, itukan ranah pribadi."...
..."Hufft~"...
Seorang wanita berusia hampir 40 tahunan, bernama Endah ini sudah berkerja sebagai ART di apartement Stefan selama lebih 2 tahun. jadi kurang lebih dia sudah tahu betul kebiasaan sehari-hari Stefan, anehnya entah itu adalah kebiasaannya atau karena dia memang seorang hiperaktif Endah ini terus mengoceh menceritakan semua hal yang dia tahu tentang kebiasaan Stefan pada Selina, sampai-sampai membuat gadis itu kebingungan, haruskah dia mengetahui semua itu? sepertinya bukan suatu hal yang penting baginya
Endah melihat area dapur kotor yang berantakan dan cucian yang menumpuk, wanita itu tersenyum ke arah Selina namun telihat lebih seperti mengejek. tadi malam Stefan melarang Selina membereskan dapurnya, malah ngotot menyuruhnya untuk segera tidur alhasil sekarang dapurnya sangat kotor dan berantakan.
..."Ah? i-ini... aku pasti akan membantu membersihkannya."...
..."Pfft. tidak usah, tidak apa-apa biar bibi saja yang bereskan semuanya. ng, jadi tadi malam kalian masak bersama? Aih... kalian romantis sekali..."...
..."A-apa! Ro-romantis apanya."...
..."Pfft."...
..."Ng, itu... Semalam... di-dia yang masak, aku hanya membantunya sedikit."...
..."Ai! begitu rupanya... sudah bibi duga sih hehe"...
..."Huh?"...
Endah ingat, tuannya itu sebenarnya tidak pintar memasak. dialah yang mengajarinya cara memasak, itu atas permintaan Stefan sendiri. dan hanya satu menu yang pria itu pelajari, yaitu nasi goreng. Stefan meminta Endah mengajarinya cara membuat nasi goreng yang paling enak, Endah ingat betul Stefan mengungkapkan bahwa itu makanan favorit gadis yang dicintainya, dan mengatakan suatu saat nanti jika dia dipertemukan kembali dengan gadis yang dicintainya itu, dia akan secara khusus memasak nasi goreng yang menjadi makanan favoritnya itu dengan tangannya sendiri.
..."Bibi sudah menduga kalau tuan yang memasak. mhh, biar bibi tebak. beliau pasti tadi malam masak nasi goreng, kan? hihi... iya kan?"...
..."Ah? mn, i-iya."...
...Endah terlihat sumringah...
..."Kenapa?"...
..."Bibi yang kenapa? kenapa tiba-tiba saja bibi keliahatannya senang sekali? apa yang membuat bibi jadi terlihat sesenang ini?"...
..."Shhh, adalah... hihi."...
..."Huh?"...
..."Ai` Sudah sudah ah. sekarang silahkan Nona duduk dulu dimeja makan sana, bibi akan buatkan sarapannya?"...
..."Terima kasih. bibi buatkan sarapan untukku, aku akan mencuci pakaian."...
..."Astaga nona, tidak boleh tidak boleh itu juga bibi yang kerjakan."...
..."Bi, biar aku luruskan saja kesalahpahaman bibi? Tuan Stefan dan aku sebenarnya tidak saling mengenal satu sama lain. jadi, aku ini bukan temannya."...
..."Apa?!"...
..."Dihari yang sama, beliau sudah menolongku sebanyak 2x."...
..."Ah?"...
..."Pertama, beliau sudah berbaik hati membantu aku melunasi tagihan rumah sakit nenekku, karena memang pada saat itu aku sedang mengalami kesulitan dan untuk yang kedua kalinya... mhh... saat itu beliau yang mungkin sedang dalam perjalanan pulang tidak sengaja melihat aku berdiri sendirian ditepi jalan, mungkin karena kasihan melihatku, beliau menghentikan mobilnya dan menawari aku tumpangan, tapi entah apa yang terjadi aku malah pingsan, karena beliau tidak tahu alamat rumahku, jadi dia terpaksa membawaku ke apartemennya."...
..."Mmhh."...
..."Itu adalah cerita sebenarnya. jadi intinya kami tidak memiliki hubungan seperti yang bibi pikirkan."...
..."Huff` ternyata begitu ya."...
..."Eh? kenapa sekarang bibi terlihat sangat kecewa?"...
..."Nona, tahu tidak? tuan Stefan sebenarnya tidak pandai memasak."...
..."Ng, masa sih? tapi hasil masakannya tadi malam lumayan."...
..."Pfft. tuan hanya pandai memasak itu saja, dan itupun karena bibi yang mengejarnya satu tahun yang lalu."...
..."Ah?"...
..."Tuan bilang nasi goreng adalah makanan favorit kekasihnya, gadis yang dicintainya sejak lama. beliau bilang suatu saat nanti jika beliau memiliki sempatan bertemu dengannya lagi, beliau ingin sekali memasakkan makanan favorit dari gadisnya itu dengan tangannya sendiri, dan lalu meminta penilaian darinya~ huff` romantis sekali bukan?"...
..."Mn. iya sangat romantis, itu berarti... tuan Stefan begitu mencintai tunangannya ya..."...
..."Eh, tunangan apa? bibi tidak sedang membahas tunangannya, lagian tuan Stefan dan nona Allisya itu belum secara resmi bertunangan."...
..."Aku asal menembak."...
__ADS_1
..."Tapi nona jangan sampai salah sangaka, beliau tidak seperti apa yang mungkin nona pikirkan."...
..."Ah?"...
..."Walau tuan punya gadis lain yang tuan cintai selain tunangannya, tapi sebenar-benarnya tuan adalah pria yang sangat setia."...
..."Pfft."...
..."Buktinya tuan hanya mencintai gadis itu."...
..."Eh, Apa?!!"...
..."Pertunangannya adalah paksakan kedua orang tua mereka, bukan keinginannya sendiri."...
..."Ah! Kalau dia sangat mencintainya kenapa mereka bisa berpisah?"...
..."Entahlah... Tapi yang bibi takutkan kekasihnya itu sebenarnya sudah meninggal."...
..."Hah?!"...
..."Tuan terlihat depresi saat tuan mulai menceritakan masa-masa indah mereka dulu, tuan pasti sangat merindukannya."...
..."Sayang sekali mereka harus berpisah."...
..."Bibi sempat berpikir, nona adalah gadis yang tuan cintai."...
..."Haha... yang benar saja!"...
..."Bukan tanpa alasan. tapi ini karena bibi merasa, tuan Stefan sepertinya memperlakukan nona sangat spesial."...
..."Karena beliau sudah membantuku sebanyak 2x dalam seharian ini? itu berarti aku sudah mendapat perlakuan spesial darinya?"...
..."Huff~ nona ini..."...
..."Bibi terlalu banyak berpikir~"...
..."Shh, Nona saja yang kurang peka!"...
..."Apa?!!"...
..."Beliau sampai memasak untuk nona malam ini, beliau tidak akan mau melakukan Efforts sebesar itu untuk orang yang bahkan tidak dikenalnya."...
..."Itu karena tidak ada makanan lain disini, jadi hanya bisa memasak. semua restoran yang bisa delivery mungkin sudah tutup dijam itu, jadi mau tidak mau beliau memasak untukku karena perutku terus berbunyi, hehe."...
..."Sudahlah, nona juga sepertinya tidak akan mengerti. hatinya sudah keras sejak lama. dalam hidupnya, tuan hanya berpegangan pada ambisi."...
Endah memberikan sepiring roti panggang untuk Selina dan segelas jus alpukat
..."Ini sarapan nona, dihabiskan ya? bibi pergi mencuci pakaian dulu."...
..."Ng, kenapa bibi hanya membuat satu porsi?"...
..."Karena tuan Stefan kan masih belum bangun, lagipula belau selalu makan sereal."...
..."Maksudku itu, kenapa bibi tidak buat satu porsi lagi buat bibi sendiri? mari sarapan bersama?"...
..."Ah... Bibi sudah sarapan dirumah sebelum datang kesini... Oh ya! tanpa bertanya dulu bibi malah langsung membuatkan jus alpukat, huff~ minumannya mau apa, bibi buatkan lagi?"...
..."Tidak apa-apa, bi."...
..."Mau bibi buatkan susu?"...
..."Ah tidak perlu... aku tidak suka minum susu, aku akan mual. ini saja, sudah cukup."...
..."Mhh, baiklah. selamat menikmati sarapannya~"...
..."Terima kasih."...
..."Pakaian sudah bibi masukan ke mesin cuci, 10 menit juga selesai. tinggal dikeringkan dan disetrika."...
..."Terima kasih banyak bi, maaf merepotkan bibi."...
..."Mn. tidak apa-apa."...
..."Oh ya, aku sudah menyelesaikan sarapan ku. piringnya juga sudah aku cuci dan rapihkan, sekarang boleh ya aku bantu bibi beres-beres yang lainnya?"...
..."Tidak usah. itu kan tadi nona sudah bantu bibi merapihkan bekas sarapannya, yang lainnya biar bibi saja yang kerjakan."...
..."Bibi jangan terus menolakku, biar pekerjaan bibi selesai lebih cepat, aku bantu ya?"...
..."Ng— Oh Astaga!!!!"...
..."Eh? kenapa bi? ada apa?"...
..."Sebentar, bibi tinggal dulu ya!"...
..."Sebentar, Bibi kenapa?"...
..."Seli belum bibi beri makan. Kalau sampai tuan tahu tentang ini, tuan pasti akan langsung menegur bibi."...
..."Se-seli? seli itu siapa?"...
..."Peliharaannya tuan."...
..."Ah? peliharaan ternyata~"...
..."Tuan beri nama Seli, seekor kucing. bibi tinggal sebentar ya non?"...
..."I-iya."...
__ADS_1
Selina bengong, kenapa harus dinamai Seli? itu kan panggilan dia waktu kecil dan saat itu hanya Rey yang memanggilnya dengan sebutan itu, hanya saat bercanda.