Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 39 Memborgolnya


__ADS_3


...Selina mengeluarkan Cutter yang ia sembunyikan dibalik gaunnya dan langsung menodongkannya pada Stefan "Apa kamu pikir aku akan takut melakukan sesuatu padamu?"...


...Stefan terkejut sekali. dibalik gaun malamnya yang indah, ia tidak menyangka Selina akan membawa benda semacam itu. "Kamu berani?"...


..."Tentu saja." Jawab Selina, menyepelekan....


...Stefan terkekeh. "Kamu berani, tapi kamu benci melakukan ini." tebaknya...


..."Tuan Stefan, tolong jangan mempersulit ku." tuntutnya...


..."Kelihatannya kamu sangat membenciku..."...


..."Aku memang membenci semua pria yang setipe denganmu."...


Perkataan Selina itu malah membuat Stefan jadi emosi. Dia merampas Cutter yang dipegangnya, lalu menyeretnya dan spontan mengambil satu borgol, kemudian mendorong Selina ke tempat tidur lalu memborgol tangannya.


..."Lepaskan aku!" tuntut Selina...


..."Berhenti berontak! Kamu sudah banyak melukai tubuhmu sendiri, jangan sampai kali ini lenganmu putus karena gesekan borgol."...

__ADS_1


..."Kamu tidak punya hak melakukan hal ini padaku!"...


..."Bagaimana denganmu sendiri? Apa hakmu membuatku tergila-gila padamu?"...


...Selina tampak terkejut mendengar jawaban spontan Stefan. "Apa?!"...


...Stefan sendiri tidak bermaksud mengutarakan isi hatinya padanya, karena itu ia langsung mengalihkan pembicaraan. "Apa kamu memberitahu pacarmu?"...


..."Dia tahu." jawab Selina, pasti....


..."Oh. dan dia mengijinkanmu?"...


..."Memangnya kenapa? aku hanya pergi dengan kakakku sendiri, aku tidak sedang selingkuh." tutur Selina...


..."Kamu tidak tahu apa pun!" kesal Selina....


Stefan langsung berjalan pergi yang jelas saja membuat Selina makin histeris dan mengancam akan memanggil polisi. Stefan santai saja. Dia justru ingin sekali Selina menelepon polisi... biar pacarnya tahu kalau wanitanya menghabiskan malam yang menyenangkan dengan pria lain.


Stefan memang meninggalkan kunci borgol itu, tapi dia meletakkannya di tempat yang cukup jauh dari jangkauan Selina. dan dia benar-benar pergi meninggalkannya begitu saja.


..."Dasar baj*ngan tidak berperasaan! lepaskan aku!"...

__ADS_1


Sejujurnya Stefan memiliki perasaan tak tega. tapi mau bagaimana? dia harus melakukan ini untuk kebaikannya sendiri. dia tidak ingin Selina terlibat lebih jauh lagi dengan Samuel.


...Dhefin menghampirinya, dan langsung bergurau "Kau sudah bersenang-senang dengan wanita cantik didalam sana?"...


...Stefan tidak menjawabnya dan malah balik bertanya "Dimana Samuel?" dan ia terlihat marah....


..."Dia masih diarea kasino." jawab Dhefin....


..."Mn. baiklah." Stefan bergegas pergi...


...Tapi kemudian Dhefin menahannya. "Sebentar, Stefan..."...


..."Ada apa?" tanya Stefan, terlihat malas....


..."Saat kau bilang kau mencintai wanita itu sejak lama... kau bohong kan? wanita itu masih ada kaitannya dengan Samuel. kau pasti punya rencana." tabak Dhefin...


...Tiba-tiba saja Samuel yang diikuti dua anak buahnya memasuki area Secret room. "Lil'bro... kau disini rupanya..." Samuel melirik ruangan yang berada tepat dibelakang Stefan "Aah.. kau sudah berenang-renang dengan wanita didalam sana? kau berencana mengejar adikku Viyona, tapi kau malah sibuk bersenang-senang dengan wanita lain?"...


..."Kau sedang memperingati ku?" tebak Stefan...


...Samuel terkekeh. "Aku tidak peduli kalau pun kau akan menyelingkuhinya!" bantahnya...

__ADS_1


Stefan mencegah Samuel masuk kedalam ruangan yang seharusnya ada Selina disana, dia mencegahnya dengan menantangnya adu kekuatan minum alkohol. Samuel yang terprovokasi akhirnya menyetujuinya. berjam-jam setelahnya, setelah meneguk beberapa botol minuman, akhirnya Samuel terkapar sangat mabuk. dua anak buahnya membantunya yang sempoyongan pergi ke Secret room sesuai intruksinya. disisi lainnya, tidak hanya Samuel, Viyona pun terkapar mabuk sama parahnya. dan dengan liciknya Stefan membawa Viyona masuk kedalam kamar yang sama dengan Samuel. sedangkan dirinya sendiri kembali menemui Selina diruangan lain.



__ADS_2