Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 35 Selina, Jadilah Wanitaku!


__ADS_3


Tepat tengah malam, Stefan yang diikuti anak buahnya akhirnya keluar dari area kasino dan langsung mengumumkan pada semua bahwa acara pesta sesungguhnya dimulai. pesta pun mulai menjadi semakin liar, semua orang minum-minum dan berpesta pora, hanya Selina-lah seorang diri yang sama sekali tidak terpengaruh untuk ikut berbaur bersama mereka.


Gadis itu hanya bisa duduk dan memperhatikan dipojokan sana, sedangkan semua orang tampak benar-benar gila dalam berpesta. berbeda sendirian rasanya sangatlah aneh, kalau dia bisa, ingin sekali rasanya dia melarikan diri saat itu juga. sungguh, dia tidak terbiasa dengan suasana yang ada disana.


Melihat Selina berada disitting hanya sendirian dengan empat botol yang sudah terlihat kosong di mejanya, membuat Stefan merasa sangat bersalah dan khawatir. gadis itu sudah menghabiskan air mineral sebanyak empat botol dalam satu jam terakhir. Stefan tahu betul kebiasaannya, Selina akan melakukannya saat dia merasa cemas, takut dan kebingungan. perasaan itu memang wajar dirasakannya, sebab datang ketempat hiburan malam adalah pengalaman pertamanya. gadis itu mungkin saja sedikit terguncang, karena dia terpaksa melihat apa yang tidak seharusnya dia lihat. wanita penari tiang melakukan tarian erotis dengan hanya memakai Cd ditubuhnya. sebagian orang yang mabuk parah menjadi sangat gila tak terkontrol, kadang mereka mengomel sendiri, berteriak tidak jelas, sampai menangis tanpa sebab. dan sebagiannya lagi menjadi begitu liar setelah mengonsumsi narkotika. yang lebih parahnya lagi, sebagian orang lainnya tanpa rasa malu melakukan sex Intercourse.


Stefan berjalan ke arah Selina. bak supermodel yang berjalan diatas catwalk, semua tatapan lapar para wanita nakal tertuju padanya. sebelum akhirnya menghampiri Selina, ditengah langkahnya pria itu mampir ke-bar dan meminta segelas minuman pada bartender.


Stefan datang-datang langsung duduk disebelahnya dan lalu dengan santainya melingkarkan tangannya dipundak Selina. sudah terlihat dengan sangat jelas dari raut wajah kesal Selina, kehadiran Stefan yang secara tiba-tiba malah semakin membuatnya merasa tak nyaman. gadis itu melepaskan diri dari rangkulannya, dan berpindah tempat duduk, walau masih disofa lingkar yang sama, tetapi setidaknya sekarang mereka berada disudut yang berbeda.


Stefan menertawakan tingkah lucu Selina yang secara terang-terangan menolak dirangkulnya. tak lama, dua orang wanita berpakaian seksi datang, mereka bersikap sangat genit, dan malah menawarkan dirinya pada Stefan. sekarang, dua wanita itu berada disisi kiri dan kanannya, mereka melakukan setiap gerakan sensual andalannya yang sudah biasa mereka lakukan untuk merangsang pria. Stefan melirik Selina dan mencoba menawarkan wine padanya, tetapi Selina menolak dan langsung buang muka.


Tiba-tiba saja Viyona datang, terlihat dengan jelas bahwa dia sangat tertarik pada Stefan. Viyona tidak ada bedanya seperti wanita nakal yang menyerahkan dirinya dengan pasrah, karena tanpa rasa sungkan sedikitpun dia berani duduk dipangkuan Stefan dan merangkulnya.


Baru saja Selina ingin mengomeli adiknya atas tindakan tak pantasnya tersebut, tetapi dia belum sempat membuka mulutnya dan Samuel sudah kembali.


...Samuel mengulurkan tangannya "Selina, ayo ikut denganku?" ajaknya...


..."Eh? kak Muel, akhirnya~ Apa kamu sudah selesai dengan urusanmu disini? apa sekarang kita akan pulang?"...


..."Tidak!"...


..."Ahh` tidak ya? lalu kamu mau membawaku kemana?"...


..."Ikut saja."...


Walau ragu karena itu artinya Selina harus meninggalkan adiknya sendirian bersama pria busuk, tetapi untuk sekian kalinya, disini posisinya dia tidak punya pilihan lain selain mengikuti Samuel.


..."Ba-baiklah."...


..."Enjoy the party, Selina Shafinaz." sahut Stefan...


..."Kalian saling mengenal?" tanya Samuel...


...Dengan cepat Selina menggelengkan kepalanya dan langsung menjawab "Tidak!"...


...Stefan membuat drama kecil dimana dia berakting belagak kecewa "Tsk. Bagaimana mungkin kita tidak saling mengenal, Selina? aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi secepat ini."...

__ADS_1


..."Bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanya Viyona penasaran...


..."Sebenarnya aku sudah mengenalimu sejak awal, aku hanya membiarkanmu untuk menyapaku duluan. tapi tak disangka, daripada menyapaku, rupanya kamu memilih pura-pura tidak mengenalku ya?"...


..."Kamu! Apa kamu tidak sadar? cara bicaramu bisa membuat orang lain salah paham."...


..."Aku rasa tidak. memangnya hubungan apa yang bisa kita miliki? sampai membuatmu berpikir hubungan kita akan mudah disalahpahami?"...


..."Bukan... bukna begitu maksudku."...


..."Shh Selina, selamat datang di pestaku... tapi kenapa sepertinya kamu kurang menikmati pestanya? bersenang-senanglah dengan minum-minum, dan biarkanlah berakhir dengan kejadian yang seharusnya terjadi antara pria dan wanita." ujar Stefan...


..."Tch! Viyona orang ini adalah..." Selina ingin menjelaskan padanya bahwa Stefan-lah yang sudah membantu membayar biaya rumah sakit neneknya. tetapi saat dia belum menyelesaikan bicaranya, Samuel malah tiba-tiba saja menariknya pergi....


..."Ayo!"...


..."Ng? kak sebentar, aku perlu menjelaskannya."...


..."Tidak perlu, kamu ikut denganku sekarang!"...



..."Kamu sudah boleh menjelaskan!" ujar Samuel...


..."A-apa?"...


..."Bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanyanya...


...Merasa tidak nyaman dengan posisi Samuel yang bertanya terlalu dekat padanya, membuat Selina bertindak sedikit mendorongnya menjauh. "Ng... kak Muel, jangan salah paham. sebenarnya dia adalah orang yang membantu membayar biaya rumah sakit nenek kemarin." jelas Selina...


..."Tch, kamu selalu menolakku saat aku ingin membantumu, sekarang bagaimana bisa kamu dengan mudahnya menerima bantuan dari sembarang orang? kamu benar-benar mengangap aku ini tidak berguna dalam hidupmu? Selina, saat kamu memerlukan bantuan, tidak bisakah aku menjadi orang yang pertama kali kamu hubungi?"...


..."Kalau aku tahu dia akan membantuku, aku pasti akan menolaknya. tapi pria itu membantu aku dan nenek secara diam-diam."...


..."Dilihat dari sikap si berengs*k itu padamu, dia menyukaimu."...


..."Apa!"...


..."Aku yang akan membayar hutangmu padanya. kamu sebaiknya jaga jarak dengannya, aku tidak mengijinkanmu berhubungan dengannya."...

__ADS_1


..."Ya."...


Samuel lalu memainkan rambut Selina yang tergerai sangat indah, dia seperti terobsesi dengan itu. dia memutarnya, menggengamnya dan kemudian menciumi aromanya. pria itu melakukan tindakan-tindakan dimana layaknya seorang pria yang sedang mencoba menggoda wanitanya


..."Mata, hidung, dan bibirmu sangat sempurna. Selina, aku sangat menyukaimu... jadilah wanitaku sampai aku merasa bosan?"...


...Sontak saja Selina mendorong Samuel menjauh darinya "Kak Muel, bicara apa kamu? kamu pasti sudah mabuk, sebaiknya sekarang kita pulang."...


...Samuel mencengkram pipi Selina "Tch, Selina. aku sedang dalam keadaan sadar sekarang dan aku tekankan padamu bahwa aku sangat serius dengan apa yang baru saja aku ucapkan. Aku bilang aku menyukaimu, aku menginginkanmu menjadi wanitaku. segera putus-lah dengan pacarmu! aku sudah muak!"...


..."Kak Muel, kita tidak mungkin."...


..."Apa penolakanmu masuk akal?"...


..."Aku adikmu."...


Mendengarnya emosi Samuel semakin meledak-ledak, dia lantas mencekik leher Selina hingga tekanannya membuat gadis itu mual dan sulit bernafas.


..."Ahk!"...


..."Berhentilah mengklaim dirimu sebagai adikku. kamu bukan adikku, Selina! kamu dengar? kamu itu bukan adikku! camkan itu!"...


..."Akh! Kak, A-aku sesak nafas."...


...Samuel akhirnya melepaskan tangannya yang mencekik leher Selina, namun setelah itu dia justru kembali mencengkram pipinya "Jadilah wanitaku sampai aku merasa bosan padamu. tapi jangan pernah sekalipun menyukaiku. aku tidak suka mengurusi orang lain, apalagi gadis sepertimu. karena mungkin kamu akan setia tapi aku tidak. bagiku, kesetiaan itu sangat merepotkan."...


...Samuel ingin menciumnya, tetapi gadis itu malah memalingkan wajahnya. pria itu lantas berdecak kesal. dia menggengam gadu Selina dan mengatakan dengan pasti padanya "Sudah kubilang, apapun yang aku inginkan pasti akan aku dapatkan bagimana pun caranya. dan satu hal lagi, aku benar-benar tidak suka penolakanmu."...


..."Pergilah ke kamar 026, seseorang akan memberimu kunci dan segelas orange juice. pastikan aku melihatmu disana. kalau tidak, kamu perlu menghawatirkan nasib keluargamu." ancam Samuel, lantas pergi meninggalkannya sendirian....


Saat berusia 22 tahun, Samuel sangatlah nakal. dia sering kali mendapatkan nilai anjlok dan bukannya berusaha, dia justru memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya. dia sering ikut-ikutan balap liar. hidupnya mengedepankan party, dia sering pergi dugem, mabuk-mabukan, mengonsumsi narkotika, sampai melakukan sex Intercourse. Samuel bahkan pernah keluar masuk penjara karena saking seringnya dia membuat onar. saat itu Samuel mempunyai seorang kekasih bernama Cassandra, gadis itu berusia empat tahun diatasnya, dia adalah seorang grid girl, karena dialah Samuel tertarik ikut-ikutan balapan liar. namun setelah menjalin kasih hampir dua tahun, mereka pada akhirnya dipisahkan oleh takdir, karena Cassandra mengalami kecelakaan lalulintas yang cukup parah hingga merenggut nyawanya. setelah kehilangannya, Samuel menjadi sangat kacau, dia bersikap urakan, penampilan luarnya tak terurus, tempramennya semakin buruk dan sampai akhirnya dia didiagnosis mengidap ngangguan bipolar. Samuel ketergantungan obat-obatan terlarang hingga narkotika, sampai titik dimana dia mengalami sakau dalam perjalanan pulangnya dan akhirnya menyebabkan kecelakaan lalu-lintas karena menabrak pembatas jalan.


Karena kecelakaan itu Samuel berhari-hari dirawat dirumah sakit, tidak ada lagi yang peduli padanya selain Selina. hanya Selina-lah seorang diri yang berada disana dengan sabar menemaninya, ibu tirinya tentu saja tidak mau direpotkan dengan mengurusi anak yang bukan darah dagingnya sendiri. dan Ayahnya telah men-Capnya sebagai anak yang tidak berguna, karena meninggalkan studynya dan lebih memilih berpesta pora. Jeffrey Johnson bahkan sering kali membandingkan kecerdasan Samuel dengan Rey, hal itu membuat Samuel lebih muak lagi pada ayahnya. Rey sudah lama mati, tetapi ayahnya terus-menerus mengungkitnya, dan mencoba membanding-bandingkan dirinya dengannya.


Saat itu Selina masih berusia 15 tahun. walau dia sangat disibukkan oleh sekolahnya, tetapi gadis itu masih dengan telaten merawat Samuel dirumah sakit. padahal Samuel sangat membencinya dan selalu menganggunya. lama-kelamaan, Samuel luluh karena perhatian Selina yang luar biasa padanya. diam-diam Samuel selalu memperhatikannya. semakin dewasa, Selina terlihat semakin cantik dan semakin pula Samuel jatuh hati padanya.



__ADS_1


__ADS_2