
♬ I want you to know that it's our time
You and me bleed the same light
I want you to know that I'm all yours
You and me we're the same force
I want you to know that it's our time
You and me bleed the same light
I want you to know that I'm all yours
You and me run the same course ♬
^^^ ^^^
^^^I Want You Know - Zadd ft Selena Gomez^^^
Setelah memasuki area dalam Devillie Club, ditengah hiruk pikuknya suasana disana, hanya Selina-lah seorang diri yang merasa kikuk. sedangkan, semua orang terlihat bagitu menikmati music house yang dimainkan langsung oleh DJ kelas dunia. musik Dj itu bergema menghentakkan satu klub Malam, dan membuat para pengunjung dunia malam larut dalam kesenangan surgawi. mereka menari tak beraturan seperti gila, menegak minuman keras, mengonsumsi narkotika, bahkan sex bebas didepan umum.
Disudut lain terlihat beberapa pemuda sedang asyik berkumpul menikmati minuman mereka, juga menikmati sentuhan dari wanita disebelahnya. Selina bisa melihat mata Samuel tertuju pada mereka, dan benar saja pria itu mengajaknya mendekati sekumpulan pemuda itu. namun Selina tak langsung menyetujuinya, dia menolak dengan menahan diri ditempat.
Tetapi Selina sudah mengenal baik Samuel dan keperibadiannya. gadis itu tidak akan pernah menang melawan sifat egoisnya. pria itu tidak akan pernah bertanya dan mendengarkan pendapatnya, dia masih akan selalu bersikap sesuka hatinya dengan membuat keputusannya sendiri.
...Diluar dugaannya, Samuel malah merangkul pinggangnya dan mengatakan "Apa yang kamu khawatirkan? jangan takut, mereka semua kenalan ku."...
..."I-iya."...
..."Tempat ini adalah wilayahku, kamu datang bersamaku tidak ada dari mereka yang akan berani menyentuh wanita milikku." kata-kata singkat yang keluar dari mulutnya itu, adalah kata penenangan untuknya....
..."Ah? begitu ya` yasudah."...
Hampir semua orang yang datang kesana mengenal baik Samuel, tentu saja karena dia adalah pemilik Deville Club sekarang.
Teman-temannya menyapanya dengan sangat akrab, dan ketika melihatnya menggandeng seorang wanita membuat rasa keingintahuan mereka mencuat. semua mata langsung tertuju pada Selina, mereka bahkan sampai mengamati keseluruhan dirinya. dan Selina yang menyadari itu merasa tak aman, tak nyaman, dan menjadi canggung sendiri.
...Tentu saja Samuel tidak akan membiarkan mereka melihat Selina dengan tatapan seperti binatang lapar yang menemukan mangsanya itu terlalu lama. "Tsk. Kalau kalian masih menginginkan mata kalian, sebaiknya segera berhenti memperhatikannya! kalau tidak, aku tidak keberatan sekarang juga mengcongel mata kalian dan langsung menggantinya dengan mata badak." kata-kata nyelekit itu keluar dari mulutnya begitu saja...
__ADS_1
...Salah satu dari mereka menyahut "Samuel? bagaimana mungkin ini adalah dirimu yang sekarang? kau ternyata begitu posesif padanya?tch, sepertinya... seseorang sudah mulai menyadari perasaannya sendiri?" diakhir kalimatnya orang itu menyindir "Dan pada akhirnya, akal sehatmu telah dikalahkan oleh perasaanmu?"...
...Orang itu lalu tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya pada Selina "Kenzo!" ucapnya, rupanya dia ingin memperkenalkan dirinya....
Selina melihat Samuel, 'haruskah dia menerima uluran tangannya atau tidak?' namun gadis itu menyadari sesuatu yang pasti darinya. Samuel tidak menyukai tindakan dari temannya itu.
...Dan benar saja, Samuel menepis tangan Kenzo "Sudah tidak perlu basa-basi seperti ini, Kenzo! Kau tidak perlu berkenalan dengannya lagi, kau sudah tahu dia!" ujarnya...
..."Kau sudah sering bercerita tentangnya, bagaimana mungkin aku tidak tahu dia siapa. tapi gadis cantik ini pasti tidak mengenalku, bukan? maka dari itu aku ingin memperkenalkan diriku, hanya berjabat tangan sebentar, kenapa kau begitu posesif padanya?"...
..."Dia tidak perlu mengenalmu!"...
...Namun Kenzo tidak lantas diam, dia memang suka menggodanya sampai ditahap Samuel terpancing emosi. "Izinkan aku mengatakan, betapa cantiknya adikmu yang satu ini. lihatlah, semua keindahan itu terpancar jelas dari wajahnya." dia memuji Selina terang-terangan didepan Samuel, dan dengan sengaja menekan sebutan adik....
Samuel selalu tersulut emosi saat mendengar seseorang menekankan padanya bahwa Selina adalah adiknya. dan Kenzo tahu itu. ekspresi Samuel yang mengeras, menujukan bahwa dia saat ini sedang meredam emosinya.
..."Ngomong-ngomong, adikmu yang ini dari semua aspek benar-benar tipeku. kalau kau tidak keberatan mungkin kita bisa menjadi satu keluarga?"...
..."Apa kau pantas? dengan kualifikasi apa kau berani bersaing denganku? lebih baik jaga sikapmu dan berhenti bicara omong kosong! sekarang katakan, Apa orang itu sudah datang?" tanya Samuel, jelas sedang mengalihkan pembicaraan....
..."Pfft. menyangkut dia sepertinya kau tidak bisa diajak bercanda sama sekali, ya?"...
Samuel membawa Selina pergi bersamanya, dan teman-temannya mengikuti dari belakang. bersama-sama, mereka masuk ke dalam area kasino dimana Stefan sedang bermain dengan ditemani Viyona. Selina langsung tegang saat melihat Stefan, tetapi Samuel langsung menggandeng tangannya dan membawanya mendekat ke mejanya Stefan.
Stefan begitu tak menyangka, Samuel datang ke pestanya menggandeng Selina sebagai pasangannya. saat itu juga Stefan menyadari, banyak hal yang sudah dia lewatkan.
...Samuel menyapa dan memberi selamat padanya dengan sangat akrab "Yo! brother Stefan! Happy birthday!"...
..."Thankyou thankyou."...
..."Million magic wishes for you!"...
Begitu juga dengan Stefan yang menerima baik ucapan selamat darinya. hubungan pertemanan mereka terlihat begitu erat. tetapi sangat disayangkan, itu hanyalah berupa kedok saja yang dengan sengaja mereka pamerkan pada lingkup pertemanan mereka yang kebetulan sama. namun yang terlihat tidak selalu sama dengan realitanya, kenyataan yang ada adalah mereka saling membenci satu sama lain. dendam, amarah, rasa iri, obsesi, ambisi, dan dengan jiwa kompetitif yang mereka sama-sama miliki, mereka akan selalu saling menjatuhkan.
Setelah basa-basi itu berlalu. Samuel tiba-tiba saja berinisiatif menarikkan kursi untuk Selina, lalu pria itu membelai punggungnya dan menyuruhnya untuk segera duduk. terlihat sangat jelas, tatapan cemburu Stefan menyoroti mereka berdua.
..."Eh?"...
..."Duduklah."...
..."Ah iya! Te-terima kasih, kak."...
__ADS_1
...Viyona menghampiri mereka dan langsung bertanya dengan nada tidak suka. "Kak, kenapa kamu datang bersamanya?" tanyanya pada Samuel...
..."Memangnya kenapa? Apa menjadi masalah untukmu aku membawanya? dan lagipula aku datang dengan siapa itu bukan urusanmu, aku tidak perlu persetujuanmu untuk itu kan?" balas Samuel, santai...
...Viyona melirik Selina dengan tatapan benci. "Tapi kak, kenapa harus dia?"...
..."Aku tahu kamu merasa tersaingi, karena dia 1000x lebih baik darimu."...
Samuel mengajak Stefan bermain judi dan dengan percaya dirinya dia mengatakan akan menyerahkan Deville Club jika dia ternyata kalah.
...Stefan menyeringai "Aku sama sekali tidak tertarik, jika hanya Deville Club yang menjadi taruhannya." protesnya...
..."Tsk. Kurang puas? baiklah, langsung saja katakan, apa lagi maumu?" balas Samuel...
...Stefan tersenyum licik "Bagaimana kalau kau menyerahkan wanita disampingmu itu untukku? dia lumayan juga." sarannya...
..."Jangan coba-coba mengkhayalkan perempuanku. aku tidak tahu khayalan macam apa saja yang ada diotak kerdilmu itu, tapi jangan berani-beraninya mengkhayal soal perempuanku. pastikan aku tidak mendengar lagi perkataan itu keluar dari mulutmu!" ancam Samuel...
...Mendapat ultimatum dari Samuel, Stefan tertawa mengejek "Begitu possessive? pfft. c'mon man, aku cuma bercanda, jangan terlalu dianggap serius, ok?" balas Stefan santai, lalu dia melirik Viyona yang berdiri tak jauh dari sampingnya "Lagi pula, adikmu ini jauh lebih menarik daripada dia. dan sejujurnya dia juga bukan tipe wanita ideal-ku."...
Mendengar kata demi kata itu keluar langsung dari mulut Stefan, membuat Selina lebih meyakini lagi pendapatnya. Stefan adalah pria yang berbahaya. dia sangat bermulut manis pada semua wanita yang ditemuinya. kata-katanya tempo hari masih terngiang-ngiang jelas dikepalanya “Bagimana akhirnya aku bisa menyukai perempuan yang kasar sepertimu ” dan sekarang berani-beraninya pria berengs*k itu menggoda adiknya. Selina bersumpah tidak akan membiarkan hal itu terjadi, Stefan tidak pantas untuknya.
Stefan melihat Selina yang memperhatikannya dengan sinis, sepertinya gadis itu sudah tersinggung karena perkataannya, dan sekarang dia memutuskan untuk menyalakan api permusuhan. tetapi ekspresi wajah apa yang ditunjukkannya itu? mata menatap sinis, bibirnya yang mungil sedikit mengerucut, dia terlihat sangat-sangat imut dilihat. apa Selina tidak bisa membuat mimik wajah yang menakutkan? dia membuatnya tidak bisa menahan tawanya saja.
...Stefan terkekeh "Aih~ lihatlah... sepertinya, wanitamu lah yang akhirnya tertarik padaku? sejak tadi aku lihat dia selalu memperhatikanku."...
Samuel menatap sinis Selina. dan Selina semakin membenci pria itu. bagaimana bisa dia begitu tebal muka. dalam hatinya gadis itu menggerutu 'Siapa juga yang memperhatikannya dalam arti kagum, aku sangat membencimu tahu!'
...Samuel tiba-tiba menggebrak meja judi "Untuk babak pertama, mari kita bertaruh 1 juta dolar? kau berani?" usulnya...
...Stefan tersenyum meremehkan "Sepakat."...
Maka permainan pun dimulai dengan pertaruhan yang semakin lama semakin meningkat. Samuel memenangkan ronde pertama, kedua, ketiga yang semakin lama membuatnya jadi semakin sombong. Stefan sepertinya sengaja membuatnya menang, tapi Samuel tidak menyadarinya. hingga pada ronde keempat, Stefan langsung pasang taruhan besar sebesar 5 juta dolar yang kontan menarik perhatian semua orang.
..."Untuk ronde kali ini, kurasa... akulah yang akan menang." ujar Stefan percaya diri...
...Samuel terprovokasi "Kau terlalu percaya diri, aku bukan lawan yang mudah. sekarang, aku akan menambahkan 5 juta dolar, maka kita akan bertaruh 10 juta dolar untuk ronde kali ini."...
...Stefan tertawa santai "Aku tadi cuma menunggu waktu yang tepat... untuk membuatmu all-in."...
Dan benar saja pada akhirnya Stefan-lah yang memenangkan permainan, sedangkan Samuel cuma bisa melongo shock.
__ADS_1
...Stefan mendekati Samuel dan menepuk pundaknya "Tenang saja, aku tidak begitu menginginkan tempat ini. sebagai gantinya, ijinkan aku mendekati adikmu, Viyona? bagaimana?" tawarnya...
...Samuel menepis tangan Stefan "Terserah!" hanya satu kalimat yang keluar dari mulutnya. toh, kenyataannya Samuel memang tidak pernah perduli pada Viyona...