Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 27 (Dibuat Saat Kehabisan Ide )


__ADS_3


Stefan akhirnya terbangun dari tidurnya. seluruh tubuh rasanya pegal-pegal, otot sakit dan terasa kaku karena semalaman tidur dalam posisi duduk. pria itu mulai melakukan peregangan tubuh sambil menguap, dan menoleh ke arah ranjangnya mendapati Selina sudah terbangun lebih dulu. sekarang tidak biasanya Stefan bangun terlalu pagi seperti ini, kepala rasanya mau pecah karena merasa kurang.


..."Arghhh! sial! pinggang ku!"...


Stefan langsung menuju keluar kamar, pikirnya Selina pasti sekarang sedang sarapan. namun saat membuka pintu orang yang pertama dia lihat aadala ART-nya yang sedang berjalan cepat, terlihat tergesa-gesa menuju keluar pintu unit apartemen.


..."Heh!"...


Endah yang sedang terburu-buru sampai terkesiap


..."Mau kemana?"...


..."Aih` tuan Stefan! ternyata anda."...


..."Mn. Bibi mau pergi kemana? sudah siapkan sarapan buat tamu saya? sekarang dia dimana?"...


..."Ng, anu tuan..."...


..."Shhh, Jangan bilang.... dia sudah pulang?"...


..."Mn. I-iya, tuan. ba-baru saja..."...


..."Huff~ bibi ini gimana sih..."...


..."Ng, anu... tuan! Tadi... tadi sepatunya masih belum kering, dan bibi lupa memberinya sandal ini. Huff` bibi khawatir nona itu akan berjalan tanpa alas kaki, jadi karena itu bibi berniat kelur mengejarnya untuk memberikan sandal ini, tuan."...


..."Kenapa bibi tidak coba tahan dia dulu sampai saya bangun? dan kenapa bibi tidak membangunkan saya saja. ugh!"...


..."Maaf tuan, nona itu berinisiatif memakai surat untuk berpamitan pada tuan. ng dan ini suratnya... katanya dia harus segera pulang, neneknya sedang sakit dirumah, dia sangat menghawatirkannya. nona itu bilang dia tidak bisa jika harus menunggu tuan sampai tuan bangun, dan maaf... saya sendiri tidak berani membangunkan tuan."...


..."Huff~ sudah sudahlah, bawa sandal itu dan ikuti saya."...


..."Rrr, baik tuan."...



Selina sekarang berada di lift menuju turun dari lantai 20. didalam lift tersebut dia bersama dua orang wanita lainnya, entah kenapa mereka memandangnya sangat sinis, terlebih saat melihat Selina yang keluar tidak memakai alas kaki apapun dan hanya telihat memang sepatunya ditangan kanan. tapi Selina sendiri terlihat cuek menanggapinya.


..."Permisi."...


Selina sempat tersenyum ramah pada mereka, ya walaupun terlihat sangat canggung, tapi sayangnya mereka balas dengan tatapan jijik dan ejekan. wanita itu saling bergumam satu sama lain.


..."Penampilan sangat berantakan, walau wajahnya lumayan cantik, tapi dia masih terlihat seperti gembel jika berpenampilan seperti itu pfft."...


..."Aku penasaran, kenapa dia bisa sangat percaya diri keluar dengan penampilan seperti itu pfft"...


Mereka pun langsung berdiri lebih jauh dari Selina, sangat jelas menghindarinya seolah-olah dia adalah kuman dan bakteri.


..."Kamu kenal dia? aku rasa aku tidak pernah melihatnya sebelumnya, Dari unit berapa dia? kenapa penampilannya terlihat sangat kono pfft."...


..."Pakaiannya itu tidak bermerk, dan melihat dari gayanya, dia juga tidak terlihat seperti sosialita, mana mampu membeli unit apartemen disini, kamu menduga-duga terlalu jauh..."...


..."Jngan-jangan dia bisa ada disini karena dibooking out sugar daddy lagi, pfftt."...


..."Haha, sepertinya itu adalah kemungkinan paling masuk akal tidak sih? kita satu pemikiran, By the way apa dia mendengar obrolan kita?"...


..."Elah, peduli apa sih kita?! biarkan saja, biar dia tahu diri. apartemen ini kan tidak sembarangan orang bisa masuk, apartemen kelas atas begini masa tiba-tiba kita bisa bertemu dengan sejenis wanita busuk yang tamak harta begini sih? kalau bukan karena ada orang dalam yang membelinya siapa lagi coba? aku benar-benar merasa muak dengan wanita yang modelnya sok polos seperti dia ini."...


..."Apa kita tidak terlalu berlebihan mengatainya? kita tidak tahu kebenarannya, mungkin saja dia salah-satu pengurus apartemen disini."...


..."Astagaaaaa, lihat dong dia tidak pakai seragam pengurus disini. lagian wajahnya lumayan cantik dan kelihatan wanita baik-baik gitu, polos. tapi biasanya kan wanita yang seperti itu incaran sugar deddy hahaha, benar tidak? wanita-wanita yang ber-IQ nol yang enaknya dipermainkan sesuka hati, dia akan menuruti semua keinginan prianya asalkan harganya cocok."...

__ADS_1


Selena hanya bisa menghala nafas, kala dia mendengar setiap ejekan dari mereka. saat sudah keluar dari lift pun semua orang yang dilewatinya melihat kearahnya dengan tatapan aneh dan mengintimidasi, Selina seperti dikucilkan disini hanya karena pakaiannya tidak bermerk dan penampilannya yang terlihat sederhana.


..."Huft~"...



Selina berjalan tanpa alas kaki menelusuri trotoar jalan, dia berharap menemukan pangkalan ojek terdekat. namun rasanya sangat sulit, karena disini adalah kawasan elite yang lalu lalang hanya taksi, namun Selina tahu dirinya takkan sanggup membayar argo taksinya, jadi memutuskan untuk tetap berjalan sampai dia keluar dari kawasan apartemen elite ini dan menemukan pangkalan ojek atau kendaraan umum lainnya.


...Selina...


Mendengar namanya dipanggil Selina reflek langsung menoleh kebelakang, dan ternyata itu suara Stefan yang memanggilnya dari jauh. Stefan sampai berlari untuk mendekati Selina sedangkan Selina terpinga-pinga ditempat keheranan, apa yang sebenarnya mau dilakuan pria itu? kenapa mengejar dia sampai kejalan? kenapa rasanya tidak mudah pergi darinya.


..."Eh?"...


Stefan langsung menarik lengan Selina untuk ikut kembali bersamanya


..."Hei, mau pergi kemana kamu? kenapa pergi begitu saja? aku kan sudah bilang aku yang akan mengantarmu pulang."...


..."Terima kasih, tapi... ti-tidak perlu repot-repot, tuan. a-aku bisa pulang sendiri kok."...


..."Huff~ pokonya tidak boleh! Aku yang harus mengantarmu!"...


..."A-Apa, sih?!!"...


..."Ayo, ikut aku kembali!"...


..."Hei! A-aku sudah berpamitan melalui surat yang kutitipkan pada bibi, dan sekarang aku harus segera pulang."...


..."Baiklah, pulang bersamaku!"...


..."Eh? tidak."...


Stefan tiba-tiba menggendong Selina, meletakkannya dipundaknya yang kokoh. Selina menjerit reflek karena kaget, pria itu selalu membuatnya kesal. sangat tidak sopan. dia sudah melakukannya beberapa kali tanpa seijin Selina, sekarang menggendong seperti dia beras dalam karung.


..."Diamlah! ini akibatnya kalau kamu terlalu keras kepala!"...


..."Turunkan aku!!!"...


..."Hei, Selina?!"...


..."Apa?! bisakah kamu turunkan aku sekarang? aku bisa jalan sendiri!"...


..."Kali ini juga aku sepakat denganmu, kamu selalu memiliki Ide-ide yang cemerlang!"...


..."Eh, Apa maksudmu?!"...


..."Kamu sungguh ingin memamerkan hubungan kita yang harmonis ini pada dunia, kan?"...


..."Sinting! siapa yang bilang begitu! Akh, turunkan aku! aku mau pulang!"...


..."Pfft. buktinya kamu terus berteriak, orang-orang sedang melihat ke arah kita."...


..."Astagaaaa!!! maka dari itu cepat turunkan aku! kamu mungkin sudah tebal muka tapi aku tidak! sekarang aku sangat malu! turunkan aku cepat!"...


Banyak sekali orang yang memperhatikan mereka, ini benar-benar membuat Selina jadi gila. rasanya ingin menggali lubang dan bersembunyi didalamnya, sangat memalukan. pria ini sangat tak terduga dan berbahaya, dia bertindak semaunya. terlebih sangat narsis.


Stefan menurunkan Selina, Selina langsung ingin pergi namun Stefan sigap menahan tangannya.


..."Hmph!"...


..."Hei, tunggu sebentar!"...


..."Pria ini! apa lagi? tolonglah, aku hanya ingin pulang... jangan mempersulit ku."...

__ADS_1


..."Cerewet sekali! tunggu sebentar!"...


Endah terlihat berlari mendekati mereka dengan membawa sepasang sandal ditangannya


..."Eh, Bibi?"...


..."Mana sandalnya?"...


..."Rr, ini tuan!"...


..."Ah?!"...


Stefan latas jongkok, mengatur sepasang sandal itu pada posisinya agar Selina mudah memakainya.


..."Ayo, pakai ini!"...


..."Eh? A-apa?"...


Selina terpegun, luar biasa. seorang Stefan yang dikagumi banyak wanita ini sedang tertunduk dibawah kakinya, pria itu mengejarnya hanya untuk memakainya sandal? perlakuan yang sangat manis.


..."Hei, apalagi?! cepat pakai sandalnya! kamu tidak bisa berjalan dijalan seperti ini tanpa memakai alas kaki. bisa-bisa kakimu ini lecet lecet nanti."...


..."Ng? ba-baiklah, terima kasih. ta-tapi... tapi sepertinya kamu tidak harus sampai seperti ini?"...


..."Pakai sandal ini! cepat!"...


..."Hufft~ ya ya aku pakai, aku pakai."...


...Selina akhirnya mau memekai sandalnya...


..."Ayo, aku antar pulang!"...


..."Eh? i-itu... tidak usah. Terima kasih."...


..."Hah? yasudah aku tidak akan memaksamu lagi."...


..."Hah??? Wah, terima kasih."...


Selina malah kebingungan, tumben sekali pria ini tidak bersikeras memaksanya. dia langsung mengiyakan begitu saja keinginannya untuk pulang sendiri, padahal didalam hati Selina ingin setidaknya pria itu mengantarnya ke terminal bus terdekat.


Stefan tentu saja tidak akan membiarkan Selina luntang-lantung tidak jelas dijalan mencari kendaraan yang bisa dia tumpangi untuk pulang, gadis ini sepertinya tidak punya pilihan lain selain mencari alat transportasi yang murah, sedangkan Stefan tahu batul yang lalu lalang dijalan ini hanyalah taksi


Stefan melambaikan tangannya, memberhentikan sebuah taksi. Selina kikuk sendiri ditempat, pria itu lagi lagi bertindak sesukanya tanpa persetujuan Selina. Stefan terlihat membukakan pintu taksi untuk Selina dan segera menyuruhnya naik.


..."I-ini...."...


..."Kamu tidak mau aku antar, kan?"...


...Selina mengangguk cepat membenarkan...


..."Nah jadi, Cepat naiklah! asal kamu tahu, pangkalan ojek dan terminal bus dari sini sangat jauh, kamu tidak punya pilihan lain lagi sekarang!"...


..."Ng, Ta-tapi..."...


..."Tidak ada tapi tapian! masuk!"...


Stefan memberikan segepok uang pada supir taksi itu, dan mengatakan agar mengantar Selina pulang kerumahnya dengan jaminan selamat dan parahnya pria itu mengaku sebagai pacar Selina.


..."Tolong antar pacar saya pulang, dan tolong Berhati-hatilah dalam berkendara. fokus. pastikan pacar saya ini nyaman, dan selamat sampai tujuannya. nah, ini uang untuk bapak."...


..."Hei kamu!"...


..."Woah!!! uang ini berapa jumlahnya!? tebal sekali? terima kasih banyak tuan, terima kasih!!! Anda sangat murah hati. Siap!!! saya pasti akan mengantar pacar anda sampai tujuan dengan selamat!"...

__ADS_1


..."Mn. Hati-hati dijalan, Selina? see you."...


__ADS_2