
Pada akhirnya, Selina dan Thania menerima niat baik Haiden. Mereka kini ada di sebuah restoran yang tidak jauh dari rumah sakit.
Seorang pelayan menghantarkan pilihan menu, Haiden tersenyum ramah dan menyuruh mereka lebih dulu memilih menu makanannya.
..."Selina, apa yang ingin kamu makan? Kamu pilih lebih dulu," Ujar Thania, memberikan pilihan menunya pada Selina....
...Selina mendorong kembali buku menu itu pada Thania "Kamu dulu saja," Ujarnya...
..."Baiklah..." Thania mulai membuka buku menunya dan langsung dilema. "Ugh. Pilihan menunya banyak sekali..." Setelah lama mencari-cari akhirnya dia memilih. "Uhm... Mbak, kalau begitu aku mau ayam pop sama Orange juice saja.... Selina, giliranmu, apa yang mau kamu makan?"...
...Selina bahkan tidak melihat menunya dulu dan langsung memesan asal. "Aku mau mie ayam, tidak usah pakai daun bawang," Ujar Selina singkat....
Haiden tekejut. Pasalnya Selina menujukan kesamaan selera dengannya, mereka sama-sama tidak menyukai daun bawang.
..."Ehm... Ehm... Kamu tidak suka daun bawang?" Tanya Haiden...
..."Lebih tepatnya kurang suka," Jawab Selina...
Setelah selesai memesan makanan, sambil menunggu, masing-masing dari mereka saling memperkenalkan diri. Haiden mengajak mereka lebih dulu berjabat tangan.
..."Haiden..." Ujarnya, memperkenalkan diri dengan santun...
...Thania lebih dulu merespon uluran tangannya. "Thania..."...
...Kali ini Haiden mengulurkan tangannya ke Selina sambil tersenyum ramah padanya. "Haiden..."...
__ADS_1
...Selina menggapai tangannya dan membalas tersenyum ramah padanya. "Selina..."...
Saat tangan mereka bersentuhan, Haiden diselimuti perasaan aneh. Haiden merasa dia sudah lama mengenal gadis ini, Haiden merasakan keakraban yang terikat seperti saudara. Dan saat melihatnya tersenyum, dia terlihat persis seperti ibunya Shailene. Senyuman ibunya selalu menyentuh hatinya dan memberinya kedamaian tertentu, dan sekarang dengan ajaibnya dia bisa merasakan efek yang sama dari gadis ini. Mungkinkah gadis ini adalah adiknya? Kalau bukan, kenapa dia bisa merasakan perasaan ini padanya? Ataukah karena dia sudah jatuh cinta padanya? Persis seperti kisah romansa dalam novel, jatuh cinta pada pandangan pertama karena dia telihat sangat menawan? Tapi jelas Haiden merasakan perasaan yang jauh lebih dalam dari sekedar jatuh cinta.
Sejak tadi Haiden terus menatapnya, dan tidak juga melepaskan genggamannya. Selina bertanya-tanya pada temannya, pria didepannya ini kenapa, kenapa dia sangat aneh? Dia suka melamun tiba-tiba. Selina dan Thania kembali membantu menyadarkan Haiden dari lamunannya itu. Dan Haiden yang langsung sadar, kontan melepaskan tangan Selina dengan perasaan canggung dan ia terus meminta maaf karena tindakannya yang berlebihan.
Akhirnya mereka makan dan setelah makan, mereka menikmati dessert bersama sambil mengobrol santai.
..."Apa kalian sedang mencari pekerjaan?" Tanya Haiden tiba-tiba....
..."Ah iya! Bagaimana... Tuan... Bisa tahu?" Tanya Thania, bingung....
Haiden melirik dua amplop coklat yang ditumpuk dekat tas mereka.
...Thania tersenyum canggung. "Ah itu! Iya, kami memang sedang mencari pekerjaan, sudah dua bulan ini kami luntang-lantung mencari pekerjaan. Sulit sekali." Keluhnya...
..."Benarkah? Tapi... Kami hanya lulusan SMA." Ujar Thania...
..."Itu tidak jadi masalah, asal kalian punya kemampuan, tata krama yang baik, disiplin dan jujur. Kalau kalian mau, kalian bisa langsung datang ke Store Leaf kami dipusat kota."...
...Selina dan Thania kopak. "Leaf!" Mereka sangat terkejut. Pasalnya Leaf adalah nama brand yang sangat besar dan populer didunia. Apakah pria didepannya ini bercanda akan memperkerjakan lulusan SMA seperti mereka di Luxury Storenya. Selina dan Thania sendiri tahu, yang boleh bekerja disana minimal lulusan S1 marketing....
..."Tuan, apa kamu bercanda? Kami tidak cocok berkerja di laxury brand seperti itu. Kami ini hanya lulusan SMA."...
..."Sudah aku bilang itu tidak akan jadi masalah."...
..."Jujur saja, kami sangat mengagumi brand itu, ini seperti mimpi... Kami ditawari untuk bekerja disana."...
__ADS_1
..."Kalau kalian setuju, setelah ini aku akan antar kalian kesana, lamarannya aku tahan. Kalian bisa langsung berkerja, aku akan jelaskan posisi kalian nanti sesampainya disana."...
..."Ba-bagaimana... Kami bisa langsung masuk begitu saja? Kami belum tentu cocok berkerja disana."...
..."Kalian punya waktu satu bulan untuk beradaptasi, kalau kerja kalian bagus, aku akan langsung mengurus kontrak kerja kalian."...
..."Ehm... Ehm... Tuan, maaf... Apa kamu melakukan ini juga untuk membalas budi?" Tanya Selina tiba-tiba...
..."Selina, kita sudah luntang-lantung mencari pekerjaan, dan sangat sulit untuk mendapatkannya. Apa kamu tidak capek? dan lagi kita membutuhkan uang sesegera mungkin, sekarang ada orang baik menawarinya, tolong jangan sia-siakan kesempatan ini... Kesempatan bagus ini mungkin tidak datang dua kali." Bisik Thania...
..."Tapi Thania, Ini akan sangat aneh, ini seperti kita tidak mendapat pekerjaan karena kemampuan kita sendiri." Jawab Selina...
..."Sel, anggap saja ini karena keberuntungan kita."...
...Selina terdiam....
..."Ayolah, Sel... Dia memberi kita waktu satu bulan untuk membuktikan kita bisa."...
..."Baiklah."...
Pict yang terakhir itu, Thania. ๐งก
__ADS_1