Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 7 Keputusan Final


__ADS_3


Jessica sangat terpukul setelah mengetahui kebeneran bahwa suaminya sudah sejak lama menghianatinya, Sampai berakhir dengan menghamili wanita lain lagi


Lydia sudah menjelaskan semuanya pada Jessica, mulai dari awal mula pertemuan mereka sampai terjalinnya hubungan terlarang itu.


Merasa begitu putus asa Jessica hanya bisa menangis sendirian dikamarnya, Rey yang mendengar suara isak tangis ibunya merasa sangat cemas


Anak itu dengan ragu-ragu membuka pintu kamar ibunya dan langsung mendapati Jessica terduduk dilantai sedang menangis sambil memeluk lututnya


...Menyadari kehadiran anaknya, Jessica langsung buru-buru menyeka air matanya "Rey?"...


..."Mama kenapa?"...


..."Tidak apa-apa."...


..."Bohong! jelas-jelas mata mama merah seperti habis menangis."...


..."Jadi mama gak bisa bohong nih sama Rey? hmph."...


..."Jadi mama kenapa?"...


..."Tidak apa-apa sayang, mama hanya baru selesai menonton film yang sedih. Rey kenapa belum tidur? ayo balik kekamar dan tidur."...


..."Tidak mau."...


Saat melihat anaknya, Jessica sekuat mungkin menahan tangis. Jessica tidak ingin memperlihatkan kerapuhannya pada anaknya


Jessica kemudian berpikir, Apakah dirinya akan menjadi orang tua yang paling egois jika dia benar-benar memutuskan untuk bercerai


Namun sudah sekian lama Jessica terus memaksakan dirinya untuk bertahan, bertahan dalam rumah tangga yang memang sudah sejak lama rusak dan sekarang apakah semua ini pantas dia dapatkan?


Jessica menarik lengan Rey dan langsung memeluknya; dia sudah tak kuasa lagi menahan tangisnya. Air mata Jessica membeludak dibelakang punggung anaknya, dia membekap mulutnya dengan tangannya sendiri, berusaha sebisa mungkin agar tidak mengeluarkan suara.


..."Rey, maafin mama ya." gumamnya...


Kemudian Jessica kembali menyeka air matanya, setelahnya dia menghala nafas beberapa kali mencoba untuk sedikit menenangkan dirinya. tak lama setelah merasa lebih baik Jessica melepaskan pelukannya dan langsung menatap Rey dengan tersenyum, lalu menyuruhnya untuk segera kembali ke kamarnya untuk tidur


..."Sudah larut malam, kenapa tidak mau tidur? begadang itu tidak baik buat kesehatan loh, apalagi untuk anak kecil."...


..."Rey mau tidur bareng mama, apa boleh?"...


..."Sayangku, tentu saja."...



Jessica dengan tangan lembutnya dengan penuh rasa kasih sayang kini tengah mengelus-ngelus rambut putranya itu, agar dia dapat dengan cepat tertidur pulas. Namun Rey malah terus menatap wajahnya, seolah-olah dia sedang menelisik jauh perasaan terdalamnya


..."Sayang, behenti menatap mama. kapan kamu akan tidurnya jika terus seperti itu? anak nakal! ayo tidurlah."...


Beberapa saat kemudian, setelah Jessica memastikan Rey sudah tertidur pulas. dia kembali menangis tersedu-sedu seraya menatap intens anaknya itu dengan sorot mata yang terlihat sangat pilu


Jessica berharap keputusannya ini tidak akan berdampak terlalu buruk pada pertumbuhan anaknya, Jessica tahu pasti bahwa anak adalah korban pertama dan utama dari keluarga yang berantakan. tidak setiap anak mudah menerima perceraian orang tuanya.


Namun Jessica sangat berharap Rey bisa mengerti akan situasinya, Jessica tahu harapan keduanya itu adalah harapan yang sangat egois


Akan tetapi dirinya sudah benar-benar ingin menyerah pada rumah tangga yang menyesakkannya ini


Jessica merasa sudah cukup, sekarang dia sudah tidak kuat mental lagi jika harus terus-menerus memaksakan dirinya untuk bertahan bersama dengan orang seperti Jeffrey


Tekanan demi tekanan dari Jeffrey sudah membuat Jessica hampir menjadi depresi, keberadaan Rey lah yang membuatnya bisa mengontrol diri dan emosinya.


Keputusan Jessica kian bulat, dia harus menemui Jeffrey secepatnya dan langsung mengungkapkan keinginannya untuk berpisah.


Namun Jeffrey tidak pernah kembali lagi setelah pertengkaran mereka terakhir kali, haruskah Jessica mencarinya dan lalu menemuinya sekarang?


Akan tetapi Jessica saat ini benar-benar tidak tahu dimana keberadaan Jeffrey, Jessica mulai berpikir keras siapa yang dapat dirinya tanya.


Tiba-tiba saja Jessica tahu dia harus bertanya kepada siapa. sekertarisnya, seharusnya sebagai sekertaris Jeffrey; dia akan tahu dimana keberadaannya saat ini, bukan? benar. Jessica hanya harus menghubunginya untuk bertanya keberadaan suaminya itu


[ “Ya, nyonya. ada apa?” ]


^^^[ “Maaf karena saya menghubungimu tengah malam” ]^^^


[ “Ah, iya... tidak masalah nyonya. ada perlu apa? ng, itu maaf... maksud saya, apa ada yang perlu saya bantu?” ]


^^^[ “Ya. saya perlu sedikit bantuanmu. tapi, sebelumnya... saya benar-benar minta maaf karena menggangu waktu istirahatmu. saya merasa tidak enak hati karenanya” ]^^^


[ “Nyonya, jangan seperti itu. sekarang, jadi saya yang merasa tidak enak hati, anda seharusnya tidak perlu sesungkan itu” ]


^^^[ “Baiklah, kamu memang sekertaris yang baik.” ]^^^


[ “Terimakasih atas pujiannya, nyonya. Jadi apa yang perlu saya bantu?” ]

__ADS_1


^^^[ “Oh, iya. sebenarnya, saya menghubungimu karena ada yang ingin saya tanyakan. Mengenai keberadaan suami saya saat ini...”]^^^


[ “Iya?” ]


^^^[ “Dia sudah satu minggu lebih tidak pulang, apakah dia sangat disibukkan oleh pekerjaannya akhir-akhir ini? sampai-sampai, ponselnya saja mati tidak dapat dihubungi? anak-anaknya disini sangat merindukannya, yah....begitu juga dengan saya” ]^^^


[ “CEO memang beberapa hari belakang ini tengah disibukkan dengan menyiapkan strategi untuk memenangkan sebuah tender proyek kerja sama dengan perusahaan raksasa di US, tetapi semestinya setelah meeting kami tadi siang... semuanya sudah clear, dan kembali normal. Mungkin beliau akan menghubungi anda besok pagi” ]


^^^[ “.... Apa kamu tahu dimana suamiku sekarang?” ]^^^


[ “Ng... nyonya, mungkin saja... mungkin saja beliau berada di Deville Club” ]


Deville Club? Sekretaris Jeffrey itu benar, mengapa Jessica tidak terpikirkan kearah kesana sebelumnya. Jeffrey sudah pasti berada disana bukan? itu kan adalah tempat favoritnya


Dia suka sekali mabuk-mabukan dan bermain judi dengan beberapa koleganya, tentu saja sambil ditemani oleh beberapa wanita cantik disekelilingnya. itu adalah salah satu kebiasaan buruknya yang membuat Jessica muak.


Jessica langsung buru-buru berganti pakaian, dia kali ini terlihat begitu bersemangat untuk bertemu Jeffrey. Jessica mengambil salah satu kunci mobil dilaci kamarnya; Sebelum berangkat dia tidak lupa untuk mencium kening anaknya terlebih dulu


...Jessica menghela nafas, "Semangat Jessica!Kali ini kamu harus benar-benar yakin dengan keputusanmu sendiri. aku akan segera mengakhiri semua penderitaanku."...


..."Rey, suatu saat nanti kamu pasti akan mengerti kan? keputusan mama mungkin terlalu egois, tapi Maaf... mama sudah memutuskan berpisah dengannya, karena mama sudah merasa tidak mampu menjalaninya."...


..."Mama yakin, mama bisa membesarkanmu walau hanya sendirian. kita akan segera keluar dari rumah ini. papamu tidak peduli padamu Rey, bersama juga tidak ada gunanya, mama tidak punya alasan lagi untuk bertahan dengannya."...



...Di Deville Club......


Sesuai dugaan, Jeffrey ternyata benar-benar berada di Deville Club. dia terlihat sedang asik merangkul dua wanita dikedua sisi lengannya


..."Jeffrey!"...


..."Woah! lihat siapa yang datang kesini? Jessica!"...


Setelah tahu kedatangan Jessica, Jeffrey sama sekali tidak menurunkan kedua lengannya dari pundak kedua wanita itu. Apakah dia sama sekali tidak terpikir untuk menjaga perasaan Jessica? sudahlah, itu sudah sifatnya. lagi pula, sudah terlambat. Jessica sekarang sudah tidak lagi menginginkannya


..."Kita perlu bicara Jeffrey!"...


Kedatangan Jessica sebagai istri dari seorang Jeffrey Johnson pemilik Deville Club ini cukup menarik perhatian banyak orang, ada beberapa dari mereka sampai behenti bermain hanya untuk memperhatikan kedatangannya yang tidak terduga


Jeffrey berjalan mendekat padanya, sosoknya yang begitu mendominasi membuat nyali Jessica sedikit menciut.


..."Hal apa yang membuat nyonya Johnson, dini hari sampai datang ketempat seperti ini?"...


..."Tidak tahu malu!"...


..."Maaf? Apa katamu!"...


..."Kamu ini benar-benar wanita yang tidak tahu malu! dini hari datang ketempat seperti ini, dimana otakmu?!"...


..."Tsk. tunggu dulu, Jeffrey. kamu seharusnya lebih tahu pasti siapa yang sebenarnya tidak tahu malu disini!"...


..."Oh, Jessica? kamu menyindirku?"...


..."Sudahlah Jeffrey, aku datang kesini karena ada yang ingin aku sampaikan padamu, kupikir kamu harus segera tahu."...


..."Rupanya kamu adalah seorang wanita yang sangat tidak sabaran, kamu seharusnya bisa menunggu sampai aku kembali ke rumah dan baru mengatakannya."...


..."Memangnya kapan kamu akan pulang? bulan depan? depannya lagi? Oh, atau mungkin tahun depan?"...


..."Wanita sialan! Kamu jangan mempermalukan ku! lihatlah semua orang sedang memperhatikan kita. sekarang cepat katakan urusanmu, setelah itu segeralah pulang."...


..."Baiklah. aku juga tidak mau berlama-lama disini. Aku akan langsung ke intinya saja, tolong kamu dengarkan baik-baik perkataanku."...


..."Mn."...


..."Jeffrey aku sudah memutuskan, dan aku sudah yakin dengan keputusanku. ayo kita berpisah. ayo kita cerai saja!"...


..."Pfft! Apa?!"...


..."Aku ingin kita bercerai."...


Jeffrey tertawa terbahak-bahak, lalu mengejeknya


..."Tsk. Lelucon macam apa ini, Jessica? sudahlah lebih baik kamu pulang sana."...


..."Haha lelucon? aku bukan sedang membuat lelucon untuk membuat hatimu senang tuh... tapi untuk sekali ini aku benar-benar ingin membuatmu senang, tidakkah kamu sangat senang mendengarnya Jeffrey? aku serius dengan perkataanku!"...


..."Sudah punya apa kamu sampai berani mengambil keputusan itu? apa sudah ada pria lain yang siap menopangmu setelah aku?"...


..."Keputusanku sudah final. ayo kita berpisah!"...


Jeffrey menarik kasar lengan Jessica, Dia rupanya membawa Jessica ke ruangan yang sepi agar tidak menjadi pusat perhatian. Jeffrey langsung mendorong Jessica begitu saja menggunakan tenaga yang cukup kuat untuk ukuran seorang pria. tindakannya tersebut sampai membuat Jessica tersungkur ke lantai

__ADS_1


..."Aw!"...


Jessica mengernyit dan mengeluh kesakitan, kedua siku tangannya terlihat lecet. karena Jeffrey telah mendorongnya dengan begitu kasar dan Jessica sempat berusaha menompang tubuhnya menggunakan kedua siku tangannya


..."Kamu ini memang wanita yang sangat-sangat merepotkan! lemah! cepat bangun! dan katakan dengan jelas padaku, apa maksudmu tiba-tiba mengajak cerai? bukankah selama ini kamu yang bersikeras untuk bertahan denganku?"...


Jessica terlihat tertatih-tatih mencoba untuk bangkit, Jeffrey sama sekali tidak bergerak untuk membantunya. Pria itu sangat tidak berperasaan, bukannya begerak cepat membantunya dia justru malah terus-menerus mengoceh lalu mencela Jessica, menganggapnya sebagai wanita yang lemah dan sangat merepotkan dirinya


..."Iya! Memang benar, selama ini aku yang terus bersikeras untuk bertahan. hanya aku! itu semua aku lakukan karena kupikir ada masanya kamu akan berubah, dan asal kamu tahu selama ini aku masih bertahan juga hanya demi anakku."...


..."Tsk. Tapi kemudian aku sadar, sepertinya rumah tangga kita memang tidak bisa dipertahankan lagi. kamu terus bersikap mengabaikanku, dan kamu sudah berulang-ulang kali menghianati ku. yang paling parah kamu bermain gila dengan karyawanmu sendiri dibelakangku, sampai... sampai berakhir memiliki anak haram itu."...


..."Jaga ucapanmu, Jessica!"...


..."Kenapa? aku hanya mengatakan kenyataannya.. anak itu, Samuel. pantas disebut sebagai anak haram, karena dia adalah anak diluar pernikahan! hasil dari perselingkuhanmu dengan wanita lain Jeffrey!"...


Jeffrey sudah mengayunkan tangannya bersiap untuk menampar Jessica, namun pada akhirnya Jeffrey mengurungkan niatnya tersebut karena dia telah berhasil meredam emosinya.


..."Mau menamparku? lagi? tampar saja! silahkan! sihlakan Jeffrey!"...


..."Cih!"...


..."Jeffrey, pada awalnya aku pikir kamu manjadi seperti ini murni karena kesalahanku, karena aku tidak kunjung memberimu keturunan setelah bertahun-tahun pernikahan. sampai aku terus menyalahkan diriku sendiri."...


..."Tapi setelah aku melahirkan Rey, ternyata sikapmu juga tidak ada perubahan. justru aku merasa kamu malah semakin parah, kamu terus-menerus gencar mencari wanita lain untuk memuaskan nafsu gilamu itu."...


..."Ayolah, apa kamu berharap seumur hidupku aku hanya akan melakukan sex denganmu?"...


..."Tapi kamu bahkan bersikap mengabaikan Rey sejak dia lahir kedunia? cara kamu memperlakukan anakku sangat jauh berbeda dengan caramu memperlakukan anak dari hasil diluar nikahmu itu, benar-benar mebuatku sakit hati dan sangat amat merasa kecewa. dan Jeffrey, aku sampai detik ini tidak pernah tahu alasan sebenarnya dibalik kenapa kamu melakukannya?"...


..."Sekarang sudah cukup! aku sudah cukup denganmu, aku sudah sangat memaksakan diri untuk menerima anak dari hasil perselingkuhanmu itu. dan kamu benar, aku tidak pernah benar-benar menerima keberadaannya. kamu yang sudah memaksaku dan aku hanya bisa terus berusaha, karena kupikir dia akan menjadi kesalahan fatal terakhirmu. tapi aku ini sangat bodoh, aku sangat-sangat lah bodoh karena tidak pernah terpikirkan olehku, kalau kamu akan mengulangi kesalahan yang sama."...


..."Tunggu, Apa maksudmu ini Jessica?!"...


..."Tsk. Kamu pikir aku tidak tahu? kamu telah menghamili salah satu dari pelacurmu? kamu pria yang sangat menjijikkan Jeffrey! aku sangat membencimu! kita cerai! aku akan mengurus surat-suratnya! selamat tinggal Jeffrey!"...



Jeffrey selama ini selalu menantang Jessica untuk melayangkan gugatan cerai padanya, Namun sesungguhnya dia tidak pernah benar-benar menginginkannya


Jeffrey selalu berpikir bahwa Jessica tidak akan pernah mungkin berani menggugat cerainya, karena dia tahu betul Jessica sangat bergantung padanya


Namun setelah pengakuan beraninya dan pertengkaran mereka dua hari lalu diDeville Club, Jessica ternyata benar-benar melayangkan gugatan cerai padanya


Selama ini Jeffrey tidak pernah benar-benar mencintai Jessica, Jeffrey menikahi Jessica hanya karena dia mengantongi rasa kasihan


Jessica meninggalkan keluarganya demi dirinya, Padahal sejak pacaran Jeffrey tidak pernah berniat serius padanya


Jeffrey juga tidak pernah menginginkan Jessica mengandung dan melahirkan keturunannya, selama hidupnya Jeffrey hanya mencintai satu wanita yang tak lain adalah ibu dari Samuel


Sekarang setelah menerima surat gugatan cerai yang dilayangkan Jessica padanya, entah mengapa Samuel bersikeras ingin menahannya agar tetap menjadi istrinya


Jeffrey menuntut Jessica atas hak asuh anaknya, Namun Jessica yakin itu hanya sebuah gertakan yang dibuat Jeffrey untuk mengancamnya


Jessica tidak akan pernah merasa takut lagi padanya, saat dipengadilan agama nanti Jessica akan membeberkan betapa tidak bertanggung jawabnya Jeffrey Johnson sebagai seorang ayah.


Untungnya Jessica tidak sendiri, dia dibantu oleh Shailene sahabatnya. Shailene merekrut seorang pengacara handal untuk membantu sahabatnya mengurus perceraian dan hak asuh atas anaknya. Shailene melakukannya karena dia tahu Jessica tidak akan mampu membayar seorang pengacara


Setelah tiga kali sidang perceraian tanpa adanya upaya mediasi, tiba saatnya mendengar keputusan hakim.


Awalnya Jessica sangat yakin bahwa dirinya akan segera terbebas dari jeratan Jeffrey dan hak asuh anaknya akan dimenangkan olehnya. Namun ketika melihat upaya Jeffrey yang merekrut lebih dari tiga pengacara handal untuk menyerangnya Jessica mulai ketakutan dan panik


Dan benar saja, Jessica dipaksa menerima keputusan hakim yang dirasanya sangat tidak adil. permohonan perceraiannya memang telah dikabulkan, akan tetapi hak asuh Rey jatuh ketangan Jeffrey begitu saja hanya karena alasan finansial



Jeffrey kian mempersulit Jessica untuk bertemu dengan anaknya. Walau memang sudah diputuskan pengadilan bahwa hak asuh Rey telah jatuh padanya, namun juga tidak semestinya Jeffrey terus-menerus menghalang-halangi Jessica selaku ibu kandungnya untuk bertemu dengan anaknya sendiri. Jessica sebagai ibunya masih memiliki hak adil dalam tahap perkembangan dan pertubuhan anaknya


Jeffrey benar-benar pria yang sangat egois, dia melakukan itu semua dengan tujuan untuk menghukum Jessica. Karena Jessica telah menolak membatalkan gugatan cerainya


Dua bulan berlalu, dan Jessica masih dipersulit untuk bertemu dengan anaknya. Jessica terus berupaya mencari sebuah keadilan agar dirinya tidak terus-menerus dipisahkan dari anak kesayangannya itu


Shailene lah yang telah mendukung dan membantu Jessica sejauh ini, Shailene memberi dampingan seorang pengacara untuk Jessica. Namun sehandal apapun pengacara yang telah di rekrutnya, mereka akan tetap kalah jika lawannya adalah seorang pengacara pengacara handal yang telah diboyong oleh Jeffrey Johnson


Setelah tiga bulan dari perceraiannya dengan Jessica, Jeffrey menikahi Lydia. Tentu bukan karena dia mencintainya.


Lydia telah mengancamnya, Lydia mengancam Jeffrey akan membeberkan perselingkuhan mereka pada dunia. Agar publik tahu apa penyebab sebenarnya dari kegagalan rumah tangga seorang Jeffrey Johnson


Jeffrey Johnson adalah salah satu pembisnis yang kini paling sukses dinegaranya, dia diklaim menjadi tokoh Infiratif bagi banyak orang. jadi kehidupannya sangat disorot publik


Jeffrey selama ini selalu memakai topeng sebagai sosok pria yang paling sempurna, dan dia sangat menjaga imagenya itu


Setelah perceraiannya dengan Jessica, Jeffrey juga telah membuat sebuah pengakuan pada publik bahwa itu semua murni atas kesalahannya; karena dirinya adalah seorang pria yang gila kerja. Jeffrey sengaja menggiring opini publik dengan tujuan agar mereka berasumsi jika Jessica adalah seorang wanita yang tidak tahu untung.

__ADS_1


__ADS_2