Selina, Obsesiku Adalah Kamu

Selina, Obsesiku Adalah Kamu
BAB 24 Selina, Aku Mencintaimu


__ADS_3


Selain tubuhnya, Stefan senang mengetahui Selina yang ternyata tidak begitu banyak memiliki perubahan. gadis itu nyatanya masih sama seperti Selina kecil yang dikenalnya. gadis itu masih menjadi pemilik senyuman yang paling manis yang pernah dilihatnya, senyuman yang dengan mudahnya mampu menular hingga dapat mengikis rasa stresnya dan gadis itu juga masih menjadi pemilik sorot mata yang paling jujur dan apa adanya. apa yang dia pikiran terkadang telihat begitu transparan hingga cukup mudah untuk ditebak dari bagaimana cara dia berekspresi


Lima menit sebelumnya Stefan masih memperhatikannya, gadis itu terlihat begitu menikmati film yang sedang mereka tonton. bahkan gadis itu terdengar tak bisa berhenti tertawa dan mengoceh mengomentari setiap adegan yang dirasanya tidak masuk akal namun sangat lucu


Ya, itu lima menit sebelumnya. sampai akhirnya Stefan menoleh kembali dan mendapati gadis itu dengan sangat ajaibnya sudah tertidur pulas


Selina tidur dengan posisi duduk yang agak tegak dengan leher yang sedikit miring, Stefan mengamati nafasnya yang sudah teratur dan matanya yang tertutup halus. tanpa sadar sudut mulutnya muncul, pria itu tersenyum. Selina masih membawa kebiasaan uniknya itu sampai dia dewasa. she is a rare gem.

__ADS_1


...Pria itu dengan gerakan lembut menyingkirkan setiap helai rambut halus yang menutupi wajah Selina. "Huff Selina, Aku beneran tidak tahu, apa ini bisa dibilang kebiasaan unik, atau hanya bisa dibilang ini suatu kebiasaan burukmu saja. Kamu selalu tertidur 10 menit sebelum filmnya usai." ujar Stefan, berucap sendiri...


Tentu saja Stefan tidak akan membiarkan Selina tidur dengan posisi yang tak nyaman. Stefan menjulurkan tangannya, lengan pria itu mengelilingi punggung Selina dan lengan lainnya dibelakang lututnya, Stefan memutuskan menggendongnya untuk dipindahkan kekemar


Agar Selina tak terbangun, pria itu sampai menyandarkan kepalanya kedada sebagai sanggahan batalnya, dan dia melakukan setiap gerakan dengan halus dan sangat berhati-hati.



Stefan mengelus-ngelus rambut kepala gadis itu sambil lalu~

__ADS_1


..."Apa kamu hidup dengan baik dirumah itu? apa ibumu masih sering menyiksamu? ada begitu banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan. tapi sayangnya, itu tidak mungkin aku tanyakan dengan identitas baruku."...


..."Selina, maafkan aku. maaf karena aku tidak menepati janjiku, janji untuk selalu ada bersamamu dan menjagamu, maaf karena pada kenyataannya aku tidak pernah benar-benar melakukannya, maaf karena aku telah menghilang dari kehidupanmu. kamu pasti sangat kecewa padaku kan? Huff, aku benar-benar minta maaf, pada akhirnya aku harus meninggalkanmu sendirian disana." ujar Stefan, dihantui penuh penyesalan...


..."Pasti waktu itu kamu sangat terpukul dan hidup menderita dirumah itu, bersama ibu dan dua saudara tirimu yang kejam. aku salah, aku benar-benar salah, tidak seharusnya aku meninggalkanmu."...


..."Tapi Selina, aku juga sama menderitanya sepertimu. hidup bertahun-tahun tanpa melihat senyumanmu itu adalah penderitaan bagiku. dan kamu harus tahu bahwa itu semua bukanlah keinginanku, aku dipaksa hidup seperti itu karena keadaan. jauh darimu sedetikpun aku tidak pernah merasa bahagia, hidupku menjadi terlalu serius, aku selalu menghabiskan waktuku untuk belajar, hanya belajar dan belajar. terus menyiksa diriku sendiri dengan berbagai kesibukan, aku melakukannya agar aku tidak terlalu memikirkanmu."...


...Mata pria itu menyipit wajahnya menggelap, hanya ada kebencian dalam dirinya "Aku punya rencana, sebuah rencana balas dendam. balas dendam pada ayahku sendiri, kamu pasti akan membenci rencanaku. tapi aku, sejak menit pertama aku mulai memikirkan untuk balas dendam padanya, aku sudah membiarkan perasaan gila ku itu menghancurkan hidupku. aku harus membalas dendamku, membalas rasa sakit hatiku dan ibuku. kami diperlakukan secara tidak adil, laki-laki itu sudah menyakiti ibuku terlalu parah. dan tentu saja aku juga akan membalas setiap perlakuan kejam yang pernah wanita itu lakukan pada kita. Selina, aku akan menghancurkan mereka semua." ujar Stefan...

__ADS_1


..."Tetapi, Melihatmu menatapku penuh kebencian, aku merasa sangat sedih. Ugh! Tapi sudahlah... itu lebih baik. Banar! untuk saat ini lebih baik aku menjadi orang yang dibenci olehmu. aku sama sekali tidak ingin melibatkanmu. Selina, aku mencintaimu."...


__ADS_2