
Besoknya, Selina dan temannya Thania kembali mencari pekerjaan. Kali ini mereka mendatangi satu Mall dikotanya. Mereka mendapat info ada lowongan menjadi Beauty advisor atau SPG disalah satu toko kosmetik diMall tersebut.
Saat datang kesana rupanya lowongan tersebut sudah terisi. Selina dan Thania pun memutuskan untuk mencari lagi di tempat lain, tapi sebelum meninggalkan Mall mereka pergi ke kamar mandi dulu.
Setelah menyelesaikan urusan masing-masing ditoilet, mereka tidak langsung pergi, mereka merapihkan diri dulu di wastafel sambil mengobrol santai. Sampai akhirnya mereka dibuat tekejut oleh suara benturan di toilet paling ujung.
..."Apa barusan kamu mendengarnya?" Tanya Thania....
...Selina mengangguk. "Iya."...
Selina dan Thania tidak menyangka ada orang lain selain mereka dikamar mandi, karena saat mereka masuk tadi suasananya begitu hening dan sepi. Sesorang di toilet paling ujung itu tidak mengeluarkan suara lagi, Salina dan Thania dibuat bertanya-tanya, apakah terjadi sesuatu padanya didalam sana?
..."Tidak ada suara lagi... Aku agak khawatir..." Ujar Salina...
..."Ayo kita coba ketuk pintunya?"...
..."Mn."...
Selina dan Thania akhirnya mencoba mengetuk pintu.
__ADS_1
..."Permisi... Nona, apa kamu baik-baik saja di dalam sana?" Tanya Thania....
..."Kami mendengar suara benturan dari luar, kami hanya ingin memastikan apakah kamu baik-baik saja?" Ujar Selina....
Selina dan Thania mendengar suara ringis kesakitan dari dalam, mereka menjadi semakin khawatir dan panik.
..."Nona, kalau kamu sedang tidak baik-baik saja dan memerlukan pertolongan... Tolong buka pintunya," Ujar Thania...
Akhirnya seseorang dari dalam membuka pintu, dan ternyata dia Allisya. Wajahnya sudah pucat dan keluar darah terus-menerus dari hidungnya. Allisya sudah setengah sadar, dia akhirnya memasrahkan diri, untung Selina sigap menompangnya.
..."Bagaimana ini, Selina?"...
..."A-aku bawa mobil!" Ujar Allisya, dengan suara sengau....
..."Thania, minta security untuk membantu kita. Kita tidak akan kuat membawanya sampai ke parkiran."...
Akhirnya Selina dan Thania berhasil membawa Allisya ke rumah sakit terdekat. Thania sudah menghubungi keluarganya melalui ponsel yang ia temukan didalam tas Allisya.
..."Keluarganya akan datang kan, Thania?"...
..."Aku sudah menghubungi kontak orang-tuanya, tapi nadanya sibuk. Akhirnya aku mencoba menghubungi anggota keluarga lainnya, mungkin kakaknya, dia akan datang."...
__ADS_1
Akhirnya Haiden datang. Haiden syok melihat sosok yang sama persis seperti ibunya Shailene. Haiden sampai tidak bisa memalingkan perhatiannya dari Selina.
..."Tuan, Apa kamu anggota keluarganya?"...
Selina dan Thania bingung karena Haiden terus bengong. Setelah berulang dipanggil panggil, akhirnya ia sadar dari lamunannya.
..."Ah iya! Aku anggota keluarganya, aku adalah orang yang tadi kalian telpon, aku kakaknya."...
..."Syukurlah... Karena anggota keluarganya sudah ada disini, jadi kami sudah tenang. Kalau begitu, kami akan pamit. Semoga adikmu cepat sembuh." Ujar Selina...
Haiden masih tidak percaya dia bisa bertemu dengan gadis yang seperti copy-an dari ibunya ini. Apa salah jika ia berharap gadis ini adalah adik kandungnya.
..."Sebentar nona! Kalian berdua sudah menolong adikku. Atas nama keluarga, aku mengucapkan banyak terima kasih pada kalian... Tidak tahu bagaimana jadinya adikku sekarang kalau dia sampai tidak bertemu orang-orang baik seperti kalian... Tapi aku merasa kurang etis jika hanya berterima kasih dengan ucapan, bagaimana kalau sebagai imbalannya... Aku teraktir kalian makan siang? Kebetulan sekarang ini kan sudah masuk waktunya jam makan siang, tolong jangan menolak."...
..."Terima kasih atas niat baikmu, tuan. Tapi maaf, setelah ini kami sedang ada urusan lain." Tolak Selina, secara baik-baik. Dan ia juga menjelaskan "Dan menolong sesama juga sudah kewajiban, kami hanya kebetulan ada disana dan melihatnya membutuhkan pertolongan, jadi kami menolongnya. Kami tidak mengharapkan imbalan apa pun atas tindakan kami, karena niat kami sejak awal memang hanya sekedar membantunya. Lagi pula, kalau tuan pergi bersama kami, lalu bagaimana dengan adik tuan? Tuan bahkan belum pergi melihatnya, kan?" Tanya Selina, merasa ada yang aneh dari gelagatnya....
..."Ada dokter, ada perawat... Dan orang tuaku juga sudah on the way kesini, sebentar lagi mereka sampai."...
..."Selina, aku sangat lapar, bisakah kali ini kita tidak menolak kebaikannya?" Bisik Thania...
__ADS_1