
Rupanya sejak awal Stefan sudah berada dibalik tembok yang berbeda, secara diam-diam dia sudah menguping seluruh obrolan Samuel dengan Selina. namun kemudian dia dipergoki oleh temannya, Dhefin.
...Dhefin yang baru saja datang, sudah harus melihat gerak-gerik temannya yang tak biasa. karena Stefan sangat mencurigakan dan membuatnya penasaran, dia lantas menghampirinya. lalu langsung mengejutkannya dengan merangkulnya dari belakang "Yo! sejak kapan temanku ini punya hobby menguping? pufft, meresahkan sekali hobby-mu." ejeknya kemudian...
..."Sialan! diamlah!" kesal Stefan, langsung menepis rangkulan Dhefin...
..."Chill bro!"...
..."Pergi sana!"...
..."Sebentar, ada yang ingin kupastikan. Apa temanku ini sedang jatuh cinta?" tanya Dhefin, hanya sekedar iseng saja menggodanya...
...Tak disangka Stefan malah menjawab dengan nada serius "Iya. aku mencintai wanita ini sejak lama, lebih dari 20 tahun." pria itu benar-benar berkata jujur tanpa berusaha menutup-nutupi perasaannya...
..."Eh? Apa aku salah dengar?"...
Setelah Samuel pergi meninggalkannya untuk berpikir, kondisi Selina yang bisa terlihat sangat buruk. seluruh tubuhnya yang kecil gemetar, dia menundukkan wajahnya sambil menangis terisak-isak. Samuel telah memberinya tekanan yang luar biasa dan berakhir berhasil menjebaknya dalam dilema yang sulit. pikiran juga mentalnya terguncang seketika. bagaimana tidak? pria itu baru saja mengancamnya dengan menggunakan nasib keluarganya. jika Selina lebih memilih melarikan diri, lantas bagaimana jadinya nanti nasib keluarganya?
...Viyona tiba-tiba saja datang menghampiri. segan basa-basi, gadis itu langsung pada tujuannya, yaitu menginterogasi Selina. "Oh Selina, kebetulan sekali ketemu kamu disini. kamu berhutang penjelasan padaku loh, dan aku masih perlu mendengar penjelasanmu itu. ayo ceritakan, bagaimana caranya kamu dengan Stefan bisa saling mengenal?"...
...Selina tidak lantas menyahutinya, karena dia sibuk menyeka terlebih dulu air matanya. namun Viyona menjadi tidak sabaran, gadis itu terus-menerus mengguncang-guncang tubuh Selina dengan kasar dan memaksanya untuk segera menjelaskannya "Jangan belagak tuli bisa gak? argh, sial! bisamu hanya membuatku kesal saja. hei Selina, ayo sekarang jelaskan padaku, jelaskan dengan sejelas jelasnya! bagaimana caramu pergi menggodanya?" hingga dia berteriak disatu kuping Selina...
...Selina sampai menutup kedua telinganya dengan tangan, karena teriakan keras Viyona sampai membuat kupingnya berdengung dan sakit. "Viyona sudah cukup, hentikan! turunkan nada suaramu, berhenti berteriak padaku! dimana attitude-mu? kamu sangat tidak sopan! kamu lihat, siapa lawan bicaramu. ingat, bagaimana pun juga aku ini masih kakakmu. cobalah lebih tenang sedikit, ok? tanyakan secara baik-baik padaku apa yang ingin kamu tahu, tidak perlu selalu pakai nada tinggi, terlebih kita ini sedang berada ditempat umum, apa kamu tidak malu teriak-teriak seperti itu?"...
..."Masa bodoh! kalau saja barusan kamu langsung menyahuti ku, memangnya aku bakalan sampai teriak-teriak? dan Selina, tidak baik bagimu jika terlalu percaya diri. pufft, apa itu? ingin dihormati olehku sebagai kakak? mimpi!"...
..."Viyona kamu..."...
..."Stttt! biarku beritahu kebenerannya agar kamu tahu siapa yang seharusnya sadar diri. aku tidak pernah sekalipun ingin mengakuimu sebagai kakakku, dan sampai matipun, aku tidak akan pernah sudi mengakuimu. kamu hanya anak pungut ibukku, dan sekali anak pungut tetap anak pungut. jadi sadarlah siapa kamu dan darimana kamu berasal? kamu ini anak yang tidak jelas asal-usulnya, Selina. kelahiranmu tidak diharapkan oleh orangtuamu, maka dari itu mereka membuangmu dan perlu selalu kamu ingat, kamu masih bisa menghirup nafas segar didunia sampai detik ini itu berkat belas kasihan dari keluargaku. mulai sekarang lebih tahu dirilah, jangan berani-beraninya mengklaim diri sendiri sebagai kakakku. idiot."...
...Selina berusaha menyikapi cemoohan Viyona dengan tenang, walau sebenarnya hatinya sendiri sangat terluka. "Aku tidak akan menyangkalnya, karena kenyataan yang ada memang seperti apa yang baru saja kamu katakan. Viyona, selamanya aku tidak akan pernah melupakan jasa keluargamu juga hutang budiku."...
..."Memang sudah seharusnya begitu." jawab Viyona...
..."Tapi, apa yang sebelumnya kamu bilang? aku menggoda? shh, menggoda siapa? kamu jangan menuduh ku sembarangan."...
..."Masih mau belagak polos didepanku? sayang sekali, trik busukmu itu sangat gampang kutebak Selina."...
..."Apa yang sebenarnya sedang kamu marahkan, Viyona? kenapa jadi semakin ngelantur? dan trik apa yang kamu maksud?" tanya Selina bingung...
...Viyona berdecak kesak "Aku tidak akan pernah sudi ikut serta dalam permainan norakmu itu. tapi aku bersumpah, aku akan menghancurkan setiap mimpi-mimpimu, sampai tidak ada lagi kemungkinan-kemungkinan yang tersisa. sudahlah, aku malas berdebat denganmu. sudah kubilang, aku ingin kamu jelaskan padaku, bagaimana caranya kamu dan Stefan bisa saling mengenal?"...
..."Aku sangat menyanyangimu, tapi kenapa kamu justru sebaliknya? kenapa kamu sangat membenciku? apa salahku Viyona?"...
..."Intropeksi diri sangat diperlukan dalam problema-mu."...
..."Sejak kecil aku sudah dituntut untuk selalu menjaga perasaanmu, dan kamu tahu aku sangat berusaha keras untuk itu. apapun yang aku bisa tapi kamu tidak bisa melakukannya, demi tidak membuatmu iri hati, aku memilih menyembunyikan semua kemampuanku. saat kamu mendapat nilai jelek disekolah? aku sampai harus berpura-pura bodoh agar mendapatkan nilai yang sama denganmu. saat kamu tidak bisa bersepeda? maka aku juga akan berpura-pura tidak bisa melakukannya. aku pernah diam-diam menggambar sketsa mode, karena itu adalah hobbyku, tapi saat ketahuan ibumu, dia sangat marah padaku dan tidak menyukainya karena tahu kamu tidak memiliki bakat yang sama. akhirnya dia membakar semua hasil gambarku dan lalu menghukumku, dia mengurungku digudang semalaman tanpa cahaya sedikitpun. dan sekarang anehnya, setelah semua yang kulakukan untukmu, kamu masih membenciku tanpa alasan?"...
..."Pfft Selina, sayang sekali untukmu... aku tidak pernah menganggap itu semua adalah bentuk pengorbananmu, sama halnya dengan ibuku, aku hanya mengangap itu sebagai keharusan untukmu. jadi jangan pernah lagi mengungkit-ungkit masalalu yang memuakkan itu denganku!"...
...Viyona menjambak rambut Selina "Jangan terus mengalihkan pembicaraan, Selina! aku sudah muak!"...
..."Akh! Vi-viyona? A-apa yang kamu lakukan? kenapa tiba-tiba menarik rambutku? akh sakit! tolong lepaskan tanganmu dari rambutku!" pinta Selina kesakitan...
...Bukannya melepaskan, Viyona justru malah menariknya lebih keras "Akui saja kalau kamu diam-diam pergi menemuinya dan lalu menggunkan segala cara untuk menggodanya."...
__ADS_1
..."Akh! tidak! itu tidak bener!" bantah Selina...
...Viyona menarik rambut Selina lebih jeras lagi dan langsung membentaknya "Akui saja!"...
..."Kenapa aku harus mengakui apa yang tidak pernah kulakukan?!" tanya Selina...
..."Kurang puas dengan kakak ku? akhirnya kamu menemukan kadindat baru yaitu Stefan? kamu sengaja kan pergi mencarinya dan lalu menggunakan segala cara untuk menggodanya agar dia berada dipihakmu?"...
..."Tidak!"...
..."Jangan mengelak lagi Selina! setelah menggunakan kakakku, akui saja kalau kamu juga ingin memanfaatkan Stefan untuk memuluskan rencana balas dendammu padaku dan juga ibukku."...
..."Tidak mungkin! aku tidak berpikiran selicik dirimu! aku jauh dari pikiran-pikiran seperti itu! tolong lepaskan rambutku, Viyona!"...
...Tanpa ragu Viyona mendaratkan tangannya dipipi Selina, dan plaak! suara tamparan pun terdengar nyaring "Berani-beraninya kamu bilang aku licik! kamu perlu berkaca dulu baru bisa mengatakannya."...
...Kemudian tanpa rasa bersalah Viyona tertawa mengejek "Pfft, Selina... tapi sepertinya rencanamu itu tidak berjalan dengan mulus?" gadis itu mencengkram gadu Selina "Lebih baik lupakanlah mimpimu menjadi Cinderella, karena masih ada aku yang akan menghentikanmu menggapai mimpimu itu. sudah kubulang, aku bahkan akan menghancurkan mimpimu sampai tidak ada kemungkinan sekecil pun kamu dapat mewujudkannya. Selina, mimpimu hanya akan menjadi angan-angan semu."...
..."Kamu bahkan tidak tahu apa mimpiku sebenarnya, jadi apa yang mau kamu hancurkan? hanya aku seorang, mimpiku tidak perlu melibatkan orang lain dan tidak juga merugikan orang lain." jawab Selina...
...Viyona melepaskan cengkeramannya "Kesalahan terbesar ibukku dalam hidupnya adalah menerimamu sebagai anak tirinya."...
Walau sudah dicaci-maki dan diperlakukan sangat kasar, Selina masih bisa menghadapi amukan adiknya dengan tenang. Selina selalu mengingat keinginan terbesar neneknya “Kamu harus tetap rukun dengan adikmu” “Viyona memang sedikit keras seperti ibunya, tapi kamu sebagai kakak kadang-kadang harus memakluminya” “Sekesal-kesalnya kamu pada adikmu, ingat jangan pernah main tangan karena dia lebih kecil darimu” “Viyona masih bersikap seperti anak kecil, kamu yang sudah punya pemikiran dewasa ajarin dia pelan-pelan.”
...Selina menghela nafas panjang "Emosimu tidak stabil karena pengaruh alkohol kan? seluruh tubuhmu tercium bau alkohol. jangan minum lagi, kita pulang saja."...
Viyona tiba-tiba saja mendorong Selina dengan kencang, sehingga gadis itu yang kaget tidak sampat mengokohkan diri dan akhirnya harus jatuh tersungkur dilantai.
..."Akh! Vi-viyona... kamu? kenapa mendorongku?"...
Viyona menendang kaki Selina dengan sepatu heelsnya yang runcing beberapa kali, Selina meringis kesakitan dan langsung beringsut menjauhi kaki Viyona.
..."Pufft. Aku? keterlaluan?"...
...Awalnya Stefan hanya ingin mengamatinya dibalik tembok, dia hanya ingin tahu sejauh mana perseturuan mereka. tetapi pada akhirnya, pria itu dibuat tidak tahan setelah melihat perilaku kasar Viyona terhadap Selina. "Kalian sedang bertengkar?"...
...Viyona langsung berbalik badan dan wajahmu terlihat sangat syok. "Se-Stefan!!!"...
Selina terlihat berusaha bangun dari jatuhnya, Stefan yang melihatnya kesulitan lantas mendekati, pria itu sedikit membungkukkan tubuhnya dan mengulurkan tangannya untuk membantu.
...Namun dengan cepat Viyona menepis tangan Stefan, lalu gadis itu tersenyum canggung "Tidak ingin merepotkan, tuan Stefan." kemudian akhirnya dialah yang terpaksa menggantikan Stefan untuk membantu Selina berdiri "Ayo kak, aku bantu."...
..."Kamu membulinya?" tanya Stefan...
...Setelah membantu Selina berdiri, Viyona kini merangkulnya untuk menujukan keharmonisan palsu. "Apa? Mana mungkin... lihat, hubungan kami sangat baik, kamu sudah salah paham... Selina ini juga kakakku, jadi mana mungkin aku berani membulinya."...
..."Oh, iya kah?"...
..."Kak ada dengan kakimu? kenapa kamu bisa sampai kehilangan keseimbanganmu hingga terjatuh? aku sangat terkejut tadi, sampai-sampai aku tidak sempat menahanmu. ugh, pasti ini karena sepatu hak tinggimu itu kan kak? ini pertama kalinya kamu mencoba memakainya, bagi pemula pasti akan terasa sangat sulit dan tidak nyaman. apa sekarang kakimu terasa sakit? sudahlah kak, jangan dipaksakan kalau memang kamu merasa tidak nyaman memakainya. aku ada flatshoes didalam mobil, aku akan menyuruh orang untuk mengambilnya dan kamu pakailah itu."...
...Luar biasa, tak disangka Viyona ternyata sangat berbakat dalam berakting. dia pantas untuk masuk dalam kategori Aktris film terbaik tahun ini dan berhak mendapat piala Oskar "Jadi dia jatuh sendiri?" tanya Stefan...
..."Kamu bisa tanyakan langsung pada orangnya?" sahut Viyona...
..."Selina, apa kamu yakin kamu baik-baik saja? sepertinya kakimu perlu diobati? kamu hanya jatuh ke lantai yang datar, tapi bisa-bisanya sampai membuat kakimu memar kebiruan?" tanya Stefan...
..."Soal itu, kakak memang memiliki Hemofilia yang membuatnya jadi mudah sekali menar." sahut Viyona...
__ADS_1
..."Terima kasih atas perhatiannya, tuan Stefan. tapi aku baik-baik saja. yang adikku barusan bilang itu benar, aku jatuh sendiri dan aku memang memiliki hemofilia yang membuatku rentan memar."...
..."See? sudah kubilang aku tidak mungkin berani membulinya."...
..."Viyona, tuan Stefan ini adalah orang yang sudah membantu melunasi biaya rumah sakit nenek."...
..."Apa! jadi kamu orang yang sudah membantu membayar biaya rumah sakit nenekku?" tanya Viyona dibalas anggukan Stefan...
..."Selina, apa ini? memangnya uang yang sudah mommy kasih ke kamu kurang? kenapa sampai memakai uang orang lain untuk membayarnya? kita bukan berasal dari keluarga yang kesusahan uang, bisa-bisanya kamu meminjam uang orang lain untuk membayar biaya rumah nenek. lalu kamu pakai uang yang dikasih mommy sebanyak itu kemarin buat apa? pasti lagi-lagi kamu memberikan semua uangmu pada pacarmu yang parasit itu kan? kamu sudah berbohong Selina, katamu kamu bisa mengurus nenek sendirian dan kamu juga melarang kami untuk ikut membantumu, kamu juga memaksa agar urusan nenek dirumah sakit kamu yang handle, rupanya itu hanya untuk uang ya? kamu tidak mau rugi, kamu sampai mencari sembarang orang untuk membantumu?"...
..."Viyona kamu pandai sekali mengarang cerita."...
..."Aku sangat kecewa padamu kak! aku tidak ingin membaguskan orang yang salah! dan apa yang aku bilang adalah kenyataannya! kak, kami sebagai keluarga sudah memperingatimu beberapa kali, jangan pernah berhubungan dengan pria itu lagi, dia hanya memanfaatkanmu untuk uang, tapi kamu masih saja ngeyel dan terus membantah apa kata mommy. nenek sakit-sakitan juga karena mengurusimu yang susah diatur, kak kapan kamu akan sadar? sejujurnya aku benar-benar sudah muak denganmu."...
..."Viyona cukup! kamu sudah keterlaluan! aku bukan orang yang seperti kamu tuduhkan!"...
..."Kakak yang keterlaluan! walau mommy bukan ibu kandung kakak, tapi dia sangat mencintaimu seperti anak sendiri. dialah orang yang sudah membesarkan kakak, tapi apa balasan kakak untuknya sekarang? kakak selalu berusaha mendepak kami dari rumah."...
Selina tidak menyangka Viyona dapat selancar itu menuduhnya didepan Stefan, ingin sekali rasanya Selina menguapkan satu-persatu kebenerannya. tapi untuk Selina masalah keluarga adalah masalah yang bersifat paling pribadi, tidak seharusnya diketahui orang luar. Selina tidak ingin membuat suasana semakin runyam dan lagi pula dia tidak perduli dengan pendapat Stefan tantangnya, kalau pun dia percaya dengan kata-kata adiknya, Selina juga tidak masalah dengan itu. tak ingin lebih jauh mendengarkan omong kosong Viyona yang menusuk hatinya, Selina memutuskan untuk meninggalkan tempat
..."Permisi." dia pamit dan langsung melangkahkan kakinya pergi...
Viyona masih tetap disana dan lanjut mengobrol santai, Dhefin yang juga menyaksikan keributan tadi mencoba mencairkan suasana dengan mulai mengajaknya berkenalan.
..."Oh hei, kita belum berkenalan?" sahutnya lalu mengurulkan tangan "Perkenalkan, aku Dhefin... aku teman baik Stefan, senang bertemu denganmu?" ujarnya, basa-basi...
...Urulan tangannya itu diterima sangat baik oleh Viyona "Hallo, aku Viyona... kamu seorang dokter kan? kamu sangat terkenal karena ketampananmu... senang dapat kesempatan bertemu langsung denganmu..." pujinya...
..."Haha aku suka kamu, kamu wanita yang bermulut manis."...
..."Banyak dari teman-temanku naksir kamu, saat tidak punya keluhan mereka sengaja datang kerumah sakit hanya untuk bertemu denganmu, and that's crazy. oh ya, maaf ya karena kalian harus menyaksikan sedikit keributan tadi. shh aku benar-benar menyesalinya... aku dan kakakku Selina memang jarang sekali akur, aku tidak mengerti dia dengan jalan pikirannya, kita memang sangat jauh berbeda, kita saling bertolak belakang."...
Ditengah langkah kakinya yang tanpa arah, tiba-tiba saja Selina dihampiri oleh seorang pria berseragam playanan, dan rupanya dia dikirim langsung oleh Samuel.
..."Nona, saya adalah orang yang dikirim tuan Samuel untuk membantu anda, saya diminta langsung oleh beliau untuk mengantarkan anda ke kamar 026."...
..."Oh."...
..."Mari... silahkan ikuti saya?"...
..."Mn."...
Melihat Selina mengikuti pria itu dengan patuh membuat Stefan ke heranan, apa gadis itu sama sekali tidak mengerti maksud buruk Samuel dibalik mengajaknya ke sebuah kamar? atau sebenarnya Selina sudah tahu, tetapi dia memilih dengan bodoh memasrahkan dirinya? tentu saja Stefan tidak akan membiarkan hal itu terjadi
..."Dhefin kamu baru saja datang, masuklah ke kedalam dan nikmati pestanya... seperti permintaanmu, aku sudah mendatangkan Dj favoritmu."...
..."Luar biasa."...
..."Dan kamu juga Viyona, kembalilah. enjoy the party. aku akan menyusul, aku perlu pergi ke toilet sebentar."...
..."Mn baiklah."...
__ADS_1